Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
forgive me


__ADS_3


Lardo berada di dalam ruang sana seorang diri, Ia tengah berusaha untuk melewati masa kritisnya. Setelah di temukan tidak sadarkan diri oleh warga, Lardo pun segera di antar ke rumah sakit.


Rossa dan juga Derry pun di kabarkan oleh seseorang bahwa Lardo telah di larikan ke rumah sakit. Penuh dengan derai air mata yang berjatuhan, mereka berdua segera pergi ke rumah sakit tanpa basa basi.


Ia tidak menyangka putranya akan berada di dalam kondisi seperti ini. Sejak tadi Rossa terus menerus berdoa agar Lardo bisa melewati masa kritisnya, ia merasa sangat khawatir jika sesuatu terjadi pada putranya.


"Apa yang sebenarnya terjadi..." Ucap Rossa lirih dengan tubuh yang sudah sangat lemah. Mereka harus menunggu di luar ruangan sampai ada perkembangan atas kondisi Lardo.


"Derry, katakan padaku bahwa Lardo akan baik-baik saja. katakan padaku bahwa putraku akan baik-baik saja." Rossa tak kuasa menahan kesedihannya, Derry pun langsung memeluk tubuh Rossa dengan sangat erat dan berusaha untuk menenangkan dirinya.


"Jangan menangis, aku yakin Lardo akan baik-baik saja. kau harus percaya bahwa dia adalah anak yang kuat. dia pasti bisa melewati ini semua "


Rossa menganggukkan kepalanya cepat dengan air mata yang terus berjatuhan, tubuhnya bergetar hebat, ia khawatir dengan kondisi putra kesayangannya.


"Siapa yang melakukan hal keji seperti ini pada putraku, apa salah putraku, mengapa mereka melukainya?"


Secara tiba-tiba pintu ruangan Lardo terbuka dan memperlihatkan seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu. dokter itu menghampiri Rossa dan juga Derry yang tengah terduduk di depan ruangan Lardo.


"Permisi, Bapak, Ibu." Dengan cepat Rossa dan juga Derry bangkit dari duduknya, "Dokter apa putraku baik-baik saja?" Tanya Rossa yang mendapat anggukkan kepala dari sang dokter.


"Puji Tuhan, Lardo sudah melewati masa kritisnya. tetapi sedari tadi ia terus saja memanggil nama Shenna. kalian bisa masuk dan menemani Lardo di dalam."


"Terima kasih, dokter."


"Kalau begitu, saya permisi." dokter itu pergi meninggalkan Rossa dan juga Derry. dengan cepat mereka berdua masuk ke dalam ruangan Lardo dan melihat kondisi Lardo yang masih terbaring lemas di atas ranjang.


"Anakku..."

__ADS_1


"Ibu ada disini bersamamu."


Rossa membelai rambut putranya dan mencium dahi Lardo dengan sangat lembut. ia tak kuasa melihat kondisi putranya saat ini. ada banyak luka lebam di wajahnya, bahkan tadi dokter sempat menjelaskan bahwa Lardo mendapatkan mendapatkan pukulan yang cukup keras berkali-kali sehingga ada banyak darah yang mengalir dari wajah, hidung dan juga bibirnya.


"Shenna... Shenna..."


Lardo terus saja memanggil nama Shenna, sehingga hal ini membuat Rossa dan juga Derry kebingungan. apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?


-Kediaman Keluarga Vans-


"LEPASKAN AKU!" Tubuh Shenna di tarik paksa untuk masuk ke dalam gudang, sementara Tuan Vans hanya memperhatikan hal ini tanpa memperdulikan teriakan putrinya yang sedari tadi terus saja memohon untuk dilepaskan.


"AYAH, APA YANG KAU LAKUKAN?! MENGAPA KAU MENGURUNGKU DI DALAM GUDANG?! AYAH! LEPASKAN AKU!" Tuan Vans meminta semua anak buahnya untuk pergi meninggalkannya.


Hanya tersisa Tuan Vans yang berdiri di luar gudang sambil menikmati sebatang rokok yang di apit di antara jari telunjuk dan juga jari tengahnya sedangkan Shenna terus menerus menjerit di dalam sana.


"Kau tau apa kesalahanmu?"


"TIDAK PERDULI DENGAN APA YANG KAU UCAPKAN, AKU MINTA KAU SEGERA LEPASKAN AKU DARI SINI!" Teriak Shenna dari dalam sana yang hanya membuat Tuan Vans tersenyum miring.


"Kau selalu saja melawan semua ucapan ayah, apa kasih sayang ayah selama ini tidak ada artinya untukmu?"


"KASIH SAYANG APA YANG KAU MAKSUD? KAU SELALU MENELANTARKAN AKU SENDIRIAN DAN TERUS MENERUS SIBUK DENGAN PEKERJAANMU. KAU SELALU SAJA MENGUTAMAKAN UANG DIBANDINGKAN KEHIDUPAN PUTRIMU!"


Karena merasa kesal, Tuan Vans dengan spontan membuka pintu gudang dan melayangkan tamparannya pada pipi Shenna. Tamparan yang cukup keras sehingga Shenna langsung tersungkur di lantai dengan air mata yang terus saja mengalir.


"Ayah... Kau, kau menyakitiku?"


Shenna berusaha untuk mendudukkan tubuhnya dan menatap Tuan Vans dengan air mata yang berjatuhan dari pelupuk matanya. Pipinya memerah akibat tamparan yang Tuan Vans berikan tadi dan rasa sakit di dalam hatinya, mengapa ia harus merasakan hal seperti ini?

__ADS_1


"JIKA KAU BERANI MELAWAN PERKATAANKU LAGI DAN MASIH BERGAUL DENGAN PENGEMIS JALANAN ITU, AKU TIDAK SEGAN-SEGAN MEMBERIMU HUKUMAN YANG LEBIH PARAH DIBANDINGKAN INI!"


"Percayalah, ayah. ayah tidak lebih baik dari sosok ibu sekalipun aku belum pernah merasakan kasih sayangnya. Jika ayah mau, ayah bisa membunuh aku tanpa harus memberiku hukuman. karena sampai kapan pun aku tidak akan menjauhi Lardo."


"SHENNA! BERANI-BERANINYA KAU?!"


Baru saja Tuan Vans hendak melayangkan satu tamparan lagi di pipi mulus Shenna. tetapi ia mengurungkan niatnya dan pergi keluar dari gudang lalu kembali mengunci pintu gudang itu. membiarkan Shenna seorang diri di dalam sana.


"Ibu..."



Apa yang dilakukan oleh Tuan Vans sangat melukai hati Shenna. ia tidak pernah mengira bahwa Tuan Vans akan memperlakukannya dengan sekeji itu.


"Lardo, maafkan aku. maafkan apa yang telah ayahku perbuat padamu. maaf karena ayahku telah melukaimu. maafkan aku, Lardo." Shenna terus saja menangis tanpa henti, dadanya sesak dan lagi-lagi darah itu kembali mengalir dari lubang hidungnya.


"Ibu, tolong aku."


Shenna tak tau apa yang harus ia lakukan, Shenna membersihkan darah yang terus saja mengalir dari lubang hidungnya menggunakan sapu tangan yang ia miliki.


Dalam sekejap sapu tangan itu di penuhi dengan darah yang mengalir dari lubang hidungnya. Shenna merasa dirinya benar-benar hancur sekarang ini. Ingin sekali ia keluar dari tempat ini dan pergi menghampiri Lardo untuk melihat bagaimana kondisinya.


Ia merasa karena dirinya lah Lardo jadi berada dalam kondisi seperti ini. Ia tidak pernah berfikir bahwa ayahnya akan bersikap sejahat ini pada Lardo, bahkan ia melarang dirinya untuk terus berteman dengan Lardo.


"Ibu, kenapa ayah menyakitiku? apa benar bahwa ayah tidak pernah menyayangiku? mengapa dia berperilaku kasar kepadaku tadi, aku tak pernah mengira bahwa dia akan melakukan hal ini pada diriku."


Shenna membaringkan badannya di atas lantai yang cukup dingin tanpa beralas apapun, menangis tersedu sambil memeluk kakinya erat. Ia menyesali mengapa ia harus memiliki ayah seperti Tuan Vans yang berperilaku sangat kejam.


"Ibu, tolong aku... aku tak tahan dengan semua ini. ku mohon selamatkan aku."

__ADS_1


Perlahan-lahan Shenna kehilangan kesadarannya, tubuhnya sangat lemas dan ia juga mengalami dehidrasi. ia tidak tau harus melakukan apa, ia hanya berharap akan ada seseorang yang membantu dirinya keluar dari ini semua.


__ADS_2