
Bel pulang sekolah berbunyi, Lardo langsung pergi ke loker untuk mengambil sepatu basket dan juga baju basket miliknya setelah itu ia bergegas berganti pakaian sebelum pergi ke lapangan.
Dari kejauhan terlihat beberapa anggota ekskul basket yang sudah berkumpul di lapangan tengah melakukan pemanasan sebelum memulai latihan. Lardo meletakkan tas yang ia bawa di pinggir lapangan lalu mendudukkan tubuhnya sebentar sambil menenggak sebotol air mineral di genggamannya.
"Dimitri!"
Lardo menoleh ke asal suara yang memanggil namanya, terlihat Tatsuke tengah melangkah menghampirinya lalu mendudukkan tubuhnya tepat di samping Lardo. "Kau datang, Tatsuke." Tatsuke tersenyum lebar sambil mengangguk pelan. "Iya, sudah lama aku tidak datang latihan semenjak kelas tambahan karena nilaiku menurun akhir-akhir ini."
Tatsuke tengah memakai kaus kaki miliknya sementara Lardo kembali meletakkan botol minumnya tak jauh dari tempat tasnya berada. "Ayo, Tatsuke! kita lakukan pemanasan."
Tatsuke yang sudah selesai mengenakan kaus kaki dan juga sepatu basket miliknya langsung bangkit dari duduknya dan pergi bersama dengan Lardo ke tengah-tengah lapangan untuk melakukan pemanasan bersama dengan yang lainnya.
Dan di waktu yang sama, Kyoko memasuki area lapangan basket lalu mendudukkan tubuhnya di bangku penonton bersama dengan 5 temannya yang lain. "Wahhh... itu Lardo!" Ucap salah satu teman Kyoko semangat dengan mata yang berbinar-binar. angin berhembus lumayan kencang membuat rambut Kyoko sedikit berterbangan.
Pandangan matanya terus terfokus kepada Lardo yang sekarang sudah berada di lapangan bersama dengan anggota ekskul basket lainnya. entah kenapa melihat wajah Lardo sekarang membuat Kyoko menarik senyum tipis dengan pipi yang merona.
"Kak Lardo... dia itu sangat tampan? benar 'kan?" Tanya Kyoko pada ke 5 orang temannya. semua temannya langsung mengangguk mantap tanda setuju dengan pendapat Kyoko.
"Bahkan si anak baru pindahan dari Amerika itu tidak bisa menandingi ketampanan Kak Lardo!" Ucap Hilde, salah satu teman Kyoko yang tengah duduk di samping Kyoko sekarang. "Apa aku bisa mendapatkan dia?" Gumam Kyoko pelan.
__ADS_1
"PASTI BISA!" Ucap Hilde percaya diri.
"Tidak."
Tiba-tiba ada suara yang menyahuti ucapan Kyoko, hal ini membuat Kyoko segera menoleh ke asal suara itu dan menemukan Leora tengah berdiri tak jauh dari tempat ia dan juga teman-temannya duduk sekarang. "Kau???!" Mata Kyoko seketika membulat sempurna, ia mengerutkan dahinya dalam lalu menggertakkan giginya kesal.
"Mana mungkin kau bisa berfikir kalau kau bisa mendapatkan Lardo?" Tanya Leora dengan senyum sungging di bibirnya sambil melipat kedua tangannya sejajar di depan dada. "Tutup mulutmu, ******!" Ucap Kyoko tegas langsung bangkit dari duduknya berhadapan dengan Leora.
Leora mengangkat kedua bahunya masa bodo lalu membalikkan tubuhnya ke arah lapangan. ia mengangkat kedua tangannya sejajar berhadapan dengan mulutnya lalu berteriak keras, "LARDOOOOOO!!! SEMANGAT YAAAAA!!! KAU PASTI BISA!!!" Teriakan Leora yang tengah menyemangati Lardo menggema ke setiap sudut lapangan, membuat Lardo, anggota ekskul basket yang lain bahkan Kyoko dan juga teman-temannya menoleh kepada Leora.
Lardo terdiam cukup lama mendengar Leora yang tengah menyemangatinya dari kursi penonton, lalu ia menarik senyum tipis sambil mengangguk pelan sehingga membuat Kyoko mengepalkan tangannya erat karena kesal dengan tingkah Leora yang sukses membuatnya merasa cemburu.
Dengan cepat Kyoko melangkah menghampiri Leora dengan tatapan kesalnya dan kedua tangan yang sudah terkepal erat, hal ini membuat Leora langsung mengalihkan pandangannya dari Lardo ke arah Kyoko. "Ada apa?" Kyoko sekarang sudah berada di hadapan Leora, wajahnya memerah karena merasa kesal, teman-teman Kyoko pun sudah berdiri di belakang Kyoko ikut menatap kesal kepada Leora. "KAU ITU! Kau... KAU BENAR-BENAR PEREMPUAN YANG MENYEBALKAN!" Ucap Kyoko dengan tegas. Leora langsung memejamkan matanya sambil terkekeh pelan. "Ah... benarkah?" Tanya Leora dengan tatapan polosnya yang semakin membuat amarah Kyoko meledak. "CIH! Menjijikkan!" Kyoko melangkah pergi bersama dengan teman-temannya meninggalkan area lapangan.
Sementara Leora sekarang tengah tertawa puas karena sudah berhasil meledek Kyoko hingga membuatnya merasa kesal. setelah latihan selesai, Lardo menghampiri Leora yang tengah duduk di kursi penonton sambil membawa sebotol air mineral miliknya.
"Kenapa kau tidak segera pulang dan malah menonton ekskul basket? apa tidak masalah? bagaimana jika ibumu mengkhawatirkanmu?" Tanya Lardo pada Leora sebelum menenggak air mineral miliknya.
"Tidak-tidak... lagipula apa aku tidak di perbolehkan datang kesini untuk menonton ekskulmu berlatih?" Tanya Leora dengan jari jemari yang tengah mengapit rambutnya pada telinga lalu ia mengedipkan matanya dua kali.
__ADS_1
"Bukan begitu... oh ya, tadi aku melihat Kyoko dan teman-temannya datang kesini, kemana mereka sekarang?" Tanya Lardo yang langsung membuat Leora memasang ekspresi datar seketika. "Apa kau mencari mereka?" Tanya Leora, Lardo menggeleng pelan sambil kembali menenggak air mineralnya. "Mereka sudah pergi, mungkin karena merasa cemburu padaku." Lardo tertegun mendengar ucapan Leora, ia langsung menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Cemburu?"
Leora meluruskan pandangannya sambil mengangguk pelan. "Iya, karena aku menyemangatimu tadi di depan mereka. kau tau kan kalau mereka itu penggemar garis kerasmu? apa lagi kau tersenyum padaku tadi, mungkin mereka tidak terima akan hal itu lalu memutuskan untuk pergi." Tawa Lardo langsung pecah seketika mendengar penjelasan yang di berikan oleh Leora.
"HAHAHAHAHAHAHAHA... cemburu pada perempuan sepertimu? bagaimana bisa? HAHAHAHAHAHA." Leora terdiam menatap ke arah Lardo yang tengah tertawa puas di hadapannya. "Kenapa? apa ada yang salah?" Tanya Leora mendelik tidak mengerti.
"Bagaimana bisa mereka cemburu padamu? jelas-jelas kita hanya berteman, tidak lebih dari itu." Ucapan Lardo membuat Leora menundukkan pandangannya sambil meringis di dalam hati. "Teman, ya?" Leora menarik nafas dalam-dalam, ia berusaha menetralkan perasaannya. mungkin karena ia yang terlalu berharap lebih pada Lardo sehingga saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Lardo tadi membuat ia merasa sedikit kecewa.
"Lardo, aku harus pulang." Leora bangkit dari duduknya sambil meraih tas miliknya. "Kenapa tiba-tiba?" Tanya Lardo mengernyit bingung, ia memiringkan kepalanya menatap wajah Leora. secara spontan Leora memasang senyum lebar lalu terkekeh pelan. "Aku lupa kalau aku memiliki banyak tugas yang harus di kumpulkan besok, jadi aku harus pulang untuk menyelesaikan semua tugas itu." Jawab Leora bohong.
"Pulang bersama denganku saja, sebentar la-"
"Tidak! tidak perlu, lagipula kau harus berganti pakaian terlebih dahulu, benar 'kan? sebaiknya aku pulang duluan." Leora langsung melangkah pergi meninggalkan Lardo sehingga membuat Lardo semakin tidak mengerti. tingkah laku Leora berubah menjadi aneh seketika.
Ia menatap punggung Leora yang perlahan-lahan menghilang dengan penuh tanda tanya. "Apa ada yang salah?" Gumam Lardo sambil menggaruk pelipisnya yang tidak terasa gatal.
.........
Di perjalanan pulang, Leora hanya terdiam sambil memasang wajah tanpa ekspresi sedikit pun. "Kenapa? kenapa aku merasa kecewa karena ucapannya?" Gumam Leora merasa sesak.
__ADS_1
"Bagaimana bisa mereka cemburu padamu? jelas-jelas kita hanya berteman, tidak lebih dari itu." Ia dapat mengingat dan mendengar dengan jelas saat Lardo mengatakan hal itu di hadapannya. kenapa ia merasa sangat sedih saat Lardo menganggap dirinya hanyalah sebatas teman dan tidak lebih dari itu?
"Aku seharusnya tidak bertingkah seperti itu, Lardo pasti merasa sangat bingung sekarang." Leora meremas ujung roknya sambil menggertakkan giginya kesal. "Aku harap Lardo tidak merasa heran dengan tingkahku terhadapnya tadi."