Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
problem


__ADS_3

Beberapa menit lagi jam pelajaran terakhir akan segera, semua murid memang selalu antusias karena sebentar lagi mereka akan pulang ke rumah mereka masing-masing. Leora yang saat itu tengah berada di dalam kelasnya hanya duduk terdiam sambil menatap lurus ke arah depan.


Hari ini setelah pulang sekolah, Ketua osis mengadakan rapat untuk membicarakan persoalan event musim panas. dan Leora sebagai wakil ketua wajib menghadirinya. ia merasa sangat malas padahal Leora berniat untuk segera pulang ke rumah dan tidur pulas.


"Leora."


Tiba-tiba seorang teman sekelas Leora yang bernama Ayumi menghampirinya bersama dengan dua orang temannya yang lain. "Ada apa, Ayumi?" Ayumi duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Leora sambil menopang dagunya. "Aku dengar kau sedang menjadi pembicaraan terhangat pagi ini karena sudah memeluk pangeran. apa itu benar?" Leora mendelik terkejut karena mendengar pertanyaan itu.


"Ahhh... benarkah? ternyata beritanya cepat sekali menyebar ke seluruh murid, ya?"


Ayumi tiba-tiba menggebrak meja Leora sehingga membuat Leora sangat terkejut, "Jadi itu benar? kau benar-benar memeluk pangeran??? tapi bagaimana bisa?! mulai sekarang kau harus menjauh dari pangeran, jangan dekati dia lagi!"


Sosok Ayumi sekarang ternyata tidak jauh berbeda dengan murid perempuan lainnya. mereka mulai terobsesi dengan Lardo sementara Lardo sendiri bahkan sama sekali tidak memperdulikan mereka. Leora berdecih pelan lalu tersenyum miring. "Sia-sia." Ayumi yang melihat Leora berdecih padanya langsung membulatkan mata lebar dan mengepalkan tangannya kuat.


"Apa yang kalian lakukan hanyalah hal yang sia-sia, kalian sangat terobsesi pada Lardo, sedangkan Lardo sendiri berusaha mati-matian untuk menghindari kalian." Ucap Leora menyeringai sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"KAU?!"


Kringggggg


Baru saja Ayumi ingin melayangkan sebuah tamparan di pipi mulus Leora, namun terlambat karena bel pelajaran terakhir sudah berbunyi. guru pun melangkah masuk ke dalam kelas, semua murid kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. "Lihatlah siapa yang pada akhirnya di permalukan." Gumam Leora.


Setelah jam pelajaran berakhir, Leora pergi menuju loker untuk mengambil barang-barangnya dan juga mengganti sepatu. rencananya setelah ini dia akan pergi ke ruang osis untuk rapat tapi secara tiba-tiba segerombolan murid perempuan datang menghampiri Leora.


"Aahh... sudah di mulai ya." guman Leora.

__ADS_1


"Leora Rasendriya, sepertinya kau berusaha keras menghindari kami." Leora mengenal suara itu. ia sangat mengenalnya. Leora mengarahkan pandangannya kepada perempuan yang bernama Kyoko. dia adalah ketua tim basket perempuan. dia terkenal dengan kesombongannya dan juga sikapnya yang semena-mena terhadap orang lain.


"Kau membawa pasukanmu itu untuk melawanku, apa tidak cukup berani untuk datang sendiri?"


Mendengar ucapan itu keluar dari mulut Leora membuat Kyoko mengepalkan tangannya dengan tatapan geramnya. "Beraninya kau!" Kyoko melangkah menghampiri Leora dengan tangan yang siap menamparnya.


"Oi, yang disana."


Namun langkahnya terhenti dan semua murid perempuan itu termasuk Leora menoleh ke asal suara. "Apa yang sedang kalian lakukan?" Terlihat Lardo tengah berdiri disana dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya. rambut yang sedikit berantakan, tubuhnya yang tinggi, badannya yang lumayan kekar membuat seluruh pasang mata di sana takjub melihatnya.


Lardo melangkah menghampiri mereka, Kyoko yang terfokus pada Lardo sampai tidak mengedipkan mata karena terpana pada ketampanan Lardo. "Pa-pangeran, apa yang kau lakukan disini?!" Tanya Kyoko dengan nada suara yang sedikit bergetar.


Lardo tidak menggubris pertanyaan yang diberikan oleh Kyoko, Lardo malah menarik tubuh Leora agar mendekat ke arahnya dan memeluk tubuh itu erat. sehingga membuat semua murid perempuan yang berada di sana terkejut bukan main bahkan Leora sendiri pun sampai tidak sanggup lagi berkata-kata.



Semua murid perempuan itu membuka matanya lebar-lebar sambil ternganga melihat pemandangan di hadapan mereka sekarang. "Pangeran, apa yang kau lakukan? apa kau berpacaran dengan Leora?" Lardo tersenyum miring menatap ke arah Kyoko. "Tentu saja, aku pikir kalian sudah mengetahuinya. Leora adalah kekasihku, dia milikku."


Mendengar ucapan Lardo membuat Leora memejamkan matanya bergidik ngeri, "Bodoh! bodoh! bodoh! pria ini benar-benar bodoh!" batin Leora berbicara. "Ini benar-benar memalukan, lepaskan aku, Lardo. bagaimana jika ada guru yang melihat?" tanya Leora gugup.


"Tidak masalah, akan menjadi satu hal yang menyenangkan jika kita dipanggil ke ruang guru bersama-sama. benarkan?" Semua murid perempuan yang berada disana merasa tidak sanggup lagi, ingin sekali mereka menjerit saat melihat seseorang yang mereka kagumi, seseorang yang mereka sebut pangeran, seseorang yang sangat ingin mereka miliki malah bersanding dengan wanita lain di hadapan mereka.


"Apa-apaan ini?"


"Bagaimana bisa pangeranku?"

__ADS_1


"Tidak mungkin, pangeran adalah milikku seorang."


Leora ingin sekali memukul wajah Lardo sekarang juga, ia mengepalkan tangannya erat dengan senyum yang sedikit ia paksakan. "Sejak kapan kalian berpacaran?" Tanya Ayumi yang ternyata juga berada diantara mereka. "Kemarin, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan langsung menjadikan Leora kekasihku."


"Lardo sialan, takkan ku biarkan kau melihat dunia lagi esok hari." rutuk Leora kesal.


Kyoko tiba-tiba menangis dengan jeritan yang sangat kencang. "HWAAAAAA... bagaimana bisaaa?! padahal aku berniat untuk menjadikanmu pacarku! tapi kenapa kau malah memilih perempuan ini?! HWAAAAAAAA!!!" Lardo terdiam menahan tawa setelah melihat reaksi semua murid perempuan itu.


"Kyokoooo... tenangkan dirimu."


"Aku pasti sedang bermimpi, pangeranku tidak mungkin bersanding dengan wanita lain selain diriku."


Leora menyipitkan matanya menatap Lardo yang hanya terkekeh pelan. "Sampai kapan kau memelukku seperti ini? lepaskan atau aku akan menendang wajahmu berkali-kali tanpa henti." ancam Leora yang membuat Lardo memalingkan pandangan ke arahnya. "Jika kau ingin menendang wajahku, kau juga harus mengizinkan aku menendang bokongmu. itu adil." Leora tercengang mendengar permintaan Lardo, pipinya seketika berubah menjadi merah padam tak kuasa menahan malu.


"Kau memang pria mesum."


Ucap Leora dengan nada suara yang terdengar kesal karena tingkah bodoh Lardo.


Semua perempuan itu membawa Kyoko pergi dari hadapan Lardo dan juga Leora. melihat situasi yang mulai aman membuat Lardo melepas pelukannya pada Leora perlahan-lahan. Tapi secara tiba-tiba...


BUGHHH!!!


"BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN?!"


"Menendang wajahmu, sama seperti apa yang aku katakan tadi." Leora langsung melangkah pergi menuju ruang osis, meninggalkan Lardo yang masih meringis kesakitan. Leora mengepalkan tangannya geram, hari ini benar-benar hari yang sangat memalukan. "Pria itu, apa dia tidak menggunakan akal sehatnya untuk berfikir?"

__ADS_1


__ADS_2