Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
thingking about you


__ADS_3

Hari ini Lardo harus pulang terlambat karena mengikuti ekskul basket, sedangkan Leora harus mengikuti rapat osis untuk membahas mengenai festival musim panas yang akan dilaksanakan sebentar lagi.


Banyak sekali murid perempuan yang datang untuk melihat Lardo latihan, bahkan sorak ramai murid perempuan itu hampir menggema ke seluruh lapangan. "Huh... apa-apaan mereka itu?"


Lardo menatap ke arah kursi penonton sambil berkacak pinggang dengan tatapan kesalnya. "Sebelumnya belum pernah ada murid perempuan sebanyak ini yang datang dan duduk di kursi penonton sambil bersorak-sorak seperti sekarang." Ucap salah seorang anggota ekskul basket yang tiba-tiba datang menghampiri Lardo. ia bernama Eiji.


"Benarkah?"


"Iya, benar. terakhir kondisi lapangan seramai ini saat lomba tahunan sekolah." jawab Eiji yang juga tengah menatap ke arah kursi penonton saat itu.


"Lardo, apa kau mau ikut aku ke kantin? aku harus membeli minuman untuk kita." Lardo hanya menganggukkan kepala tanda bersedia, setelah itu ia dan juga Eiji melangkah pergi menuju kantin dengan kondisi mengenakan baju basket mereka. Semua murid perempuan memuji ketampanan Lardo saat mengenakan baju basket miliknya. "Benar-benar aura yang mampu menyegarkan mata." Ucap Kyoto yang saat itu juga berada di kursi penonton untuk melihat Lardo latihan.


Saat sampai di kantin, Eiji langsung membeli minuman berbentuk kemasan botol untuk anggota yang lainnya, dan secara tidak sengaja Lardo bertemu dengan Leora yang ternyata juga sedang membeli minuman untuk semua anggota osis yang menghadiri rapat. "Kau lagi..." Ucap Lardo dengan tatapan malas.


Leora langsung memberikan tatapan sinisnya kepada Lardo, ia mengangkat sebelah kakinya dan langsung menginjak kaki Lardo dengan sangat kencang sehingga membuat Lardo menjerit kesakitan. "BODOH! Kenapa kau menginjak kakiku?! aduhhh... sakit sekali." ucap Lardo meringis kesakitan.


Leora melipat kedua tangannya di depan dada lalu berdecih pelan. "Aku juga tidak ingin terus menerus bertemu denganmu, dasar pria mesum. kau pikir bertemu denganmu itu suatu keberuntungan? cih... kau pikir kau itu sekeren apa?" Lardo langsung menggertakkan giginya dan berniat untuk membalas ucapan Leora namun ia berusaha untuk menahan emosinya. "Oi, Eiji. ayo kita kembali ke lapangan sekarang!" Ajak Lardo yang mulai melangkah pergi meninggalkan Leora dengan nada suara terdengar kesal. Leora menatap punggung Lardo yang mulai menjauh lalu menghembuskan nafas berat.


"Dia itu... menyebalkan sekali."

__ADS_1


Leora pun bergegas melangkah pergi ke ruang osis untuk kembali melanjutkan rapat. karena kembali dengan tatapan kesal membuat ketua osis yang bernama Hayate sempat merasa bingung.


"Leora, ada apa? kau terlihat kesal. apa terjadi sesuatu?" mendengar pertanyaan Hayate yang menyadari kekesalannya membuat Leora terkejut lalu menggelengkan kepala spontan. "Tidak, Ketua. saya baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir." Hayate menarik senyum manisnya setelah mendengar jawaban yang di berikan Leora lalu kembali melanjutkan rapat mereka.



Saat berjalannya rapat, entah kenapa Leora selalu saja terganggu dengan bayang-bayang Lardo di pikirannya. Bagaimana sifat Lardo yang menyebalkan, dan juga kata-kata menjengkelkan yang keluar dari mulutnya terus saja membuat Leora tidak bisa memfokuskan pikirannya.


"Dia pikir dia itu siapa?" gumam Leora pelan. "Baiklah, kita akan meminta pendapat dari Wakil Ketua. bagaimana menurutmu Wakil Ketua?" Hayate dan juga anggota osis lainnya langsung menoleh ke arah Leora yang saat itu tengah menopang dagu sambil terdiam dengan tatapan kesalnya.


"Wakil Ketua?"


Tidak ada jawaban dari Leora, ia masih terdiam menatap lurus ke arah depan. "Wakil Ketua?" Panggil Hayate sekali lagi. Leora langsung tersadar dari lamunannya itu dan menatap Hayate serta anggota osis lainnya dengan tatapan gugup. "Iy-iya, Ketua. ada apa?" Hayate menaikkan sebelah alisnya karena merasa bingung dengan tingkah Leora hari ini yang terlihat tidak seperti biasanya.


"Ah, baiklah. silakan."


Setelah mendapatkan izin dari Hayate, Leora langsung bangkit dari duduknya dan melangkah pergi ke arah toilet dengan wajah menahan malu. ia langsung membasuh wajahnya dengan air di wastafel lalu memandangi wajahnya yang terpancar di cermin toilet. "Huh... ini semua karena pria bodoh itu yang selalu saja mengganggu pikiranku."


Hayate yang saat itu tengah melanjutkan rapat tanpa kehadiran Leora menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda terhadap Leora. "Wanita itu memang selalu saja membuatku khawatir."

__ADS_1


Leora mengeringkan wajahnya dengan sapu tangan yang ia bawa, setelah itu ia berniat untuk segera kembali ke ruang osis. tapi baru saja melangkah keluar dari toilet, ia melihat Lardo tengah berbicara dengan seorang murid perempuan kelas 3 yang sangat terkenal di sekolahnya, yaitu Kazumi. ia adalah ketua dari ekskul cheerleader. Kazumi memiliki wajah cantik, dan juga postur tubuh yang sangat di kagumi oleh para laki-laki.


"Lar-Lardo... Aku sangat menyukaimu. kau pria yang tampan, dan juga baik hati. meskipun kita tidak terlalu dekat, tapi perasaan ini tumbuh dengan sendirinya. aku sangat mengagumimu dan ingin sekali menjalin hubungan denganmu, apa kau mau?"


"Tidak."


Leora membulatkan matanya sempurna saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Lardo pada Kazumi. "Bagaimana kau bisa jatuh cinta pada seorang laki-laki yang baru kau kenal? kau bahkan belum mengetahui bagaimana sifatku yang sebenarnya, lagipula mengenal sifat seseorang yang ingin kau jadikan pacarmu itu adalah satu hal yang perlu." Ucap Lardo melipat kedua tangannya di depan dada.


Leora melihat Kazumi menundukkan pandangannya dengan air mata yang berlinang. "Tapi... aku rela menolak semua pernyataan cinta laki-laki lain hanya untuk dirimu." Leora ternganga mendengar ucapan Kazumi yang selalu saja menyombongkan dirinya. "Walaupun kau mengatakan hal itu padaku, jawabanku tetaplah tidak. lagipula aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap dirimu. jika kita menjalin hubungan, itu hanya membuang-buang waktu saja."


Leora benar-benar tidak menyangka kalau seorang laki-laki seperti Lardo berani menolak Kazumi yang selama ini selalu menjadi incaran laki-laki lain. "Huh... selera pria bodoh itu pasti jelek sekali, dia bahkan tanpa ragu menolak seorang wanita secantik Kazumi." setelah menolak pernyataan cinta dari Kazumi, Lardo melangkah pergi meninggalkannya begitu saja. hal ini membuat Leora merasa kasihan pada semua perempuan yang mendambakan cinta dari seorang Lardo Dimitri.


"Jika perempuan seperti Kazumi saja di tolak, bagaimana dengan yang lainnya? huhhh... aku merasa sangat kasihan pada mereka semua." Leora kembali ke ruang osis dan langsung mendapati tatapan lekat dari Hayate. "Leora, jika kau sedang tidak enak badan. tidak perlu memaksakan diri untuk ikut rapat, aku akan mengirimkan hasil rapatnya padamu nanti lewat email." Leora spontan menggelengkan kepala sambil tersenyum lebar. "Ti-tidak perlu, Ketua. aku sudah baik-baik saja sekarang."


Leora menghembuskan nafas berat lalu merutuk kesal. "Jika saja bukan karena pria itu yang terus menerus mengganggu pikiranku, mungkin Ketua tidak perlu mengkhawatirkan aku hingga seperti ini." batin Leora berbicara.


Hari mulai petang, Leora sudah pulang ke rumah dan baru saja selesai mandi. ia berniat untuk menyusun proposal festival musim panas tapi entah kenapa perutnya merasa sangat lapar. Leora melangkah keluar kamar dan pergi menuju dapur. lalu ia mendapati ibunya tengah mengobrol ria bersama dengan adik perempuannya yang bernama Miki.


"Kalian tengah membicarakan apa?"

__ADS_1


Tanya Leora yang melangkah masuk ke dalam dapur dan duduk di meja makan. Ibu Leora yang bernama Laura dan juga Miki adiknya langsung menoleh ke arah Leora sambil tersenyum tipis. "Besok sore ibu berniat untuk pergi ke pasar, ibu ingin membeli bahan-bahan makanan karena sebentar lagi ayah akan pulang ke Preston. kita akan merayakan kepulangan ayah." ucap Laura tersenyum lebar.


Mata Leora seketika berbinar saat mengetahui kepulangan ayahnya, lalu ikut tersenyum bersama dengan ibu dan juga adiknya. "Baiklah, kita akan membuat banyak makanan untuk merayakannya." ucap Leora bersemangat.


__ADS_2