
Leora baru saja sampai di rumahnya, ia merebahkan tubuh rampingnya itu pada ranjang berukuran besar di kamarnya. ia menghela nafas pelan sambil menatap langit-langit kamar. tiba-tiba pintu kamar Leora terbuka dan menampakkan sosok Hikaru yang tak lain adalah adik perempuan Leora.
"Kakak,"
Leora menoleh sedikit ke arah Hikaru yang tengah mengintip sedikit ke dalam kamar Leora. Leora langsung terbangun dari tidurnya dengan sorot wajah yang terlihat lesuh. "Hikaru, aku sudah memperingatkan berkali-kali kepadamu apabila ingin masuk ke dalam kamarku ketuk pintu terlebih dahulu."
Hikaru membuka pintunya lebar lalu memperlihatkan ia yang tengah berdiri terdiam sambil menundukkan kepala. "Maafkan aku." Leora menghela nafas pelan lalu menarik senyum tipis. "Ada apa?"
"Eum... itu... tidak, tidak ada apa-apa." Leora mengernyitkan dahinya dalam melihat tingkah laku Hikaru yang cukup aneh, Hikaru terkekeh sambil menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal. hal ini membuat Leora segera turun dari ranjang tidurnya dan melangkah mendekati Hikaru.
Ia berjongkok sejajar dengan Hikaru saat itu lalu memandang wajah cantik adiknya itu dengan tatapan hangatnya. "Ada apa? apa kau membutuhkan sesuatu?" Tanya Leora lembut. "Sebenarnya hari ini ibu mendapatkan shift malam, jadi dia tidak bisa mengajariku mengerjakan pr. aku ingin meminta kakak untuk mengajariku mengerjakan pr jika kakak memiliki waktu luang." Leora menggerakkan sebelah tangannya ke puncak kepala Hikaru lalu menganggukkan kepala pelan.
"Tentu, karena kakak juga mendapatkan banyak pr hari ini. jadi mari kita kerjakan bersama-sama!" Ucap Leora semangat yang membuat Hikaru langsung tersenyum sumringah dengan mata berbinar-binar.
"Benarkah? apa aku sama sekali tidak merepotkan kakak?" Leora menggeleng cepat, membantah ucapan Hikaru. "Tidak-tidak, kau sama sekali tidak merepotkan kakak." Hikaru merasa sangat senang karena sudah cukup lama rasanya ia tidak menghabiskan waktu bersama dengan Leora.
Leora selalu di sibukkan dengan berbagai macam tugas sekolahnya sehingga Hikaru merasa tidak enak hati apabila harus merepotkan Leora. "Baiklah, kakak akan pergi mandi dan juga makan malam, setelah itu kita belajar bersama-sama." Hikaru menganggukkan kepalanya sangat bersemangat setelah itu melangkah keluar dari kamar Leora.
Baru saja hendak melangkah ke kamar mandi, ponsel Leora seketika berbunyi. Leora dengan segera mengecek ponselnya yang tergeletak di atas ranjang, dan ia langsung membulatkan matanya lebar saat mendapatkan sebuah pesan dari Lardo.
__ADS_1
Leora sangat terkejut, karena ini adalah kali pertama Lardo mengirim pesan padanya. terlebih lagi Lardo merespon pesan balasan dari Leora dengan sangat cepat, hal ini membuat Leora merasa semakin gugup tidak karuan.
Ia memutuskan untuk mandi dan juga makan terlebih dahulu sebelum membalas pesan dari Lardo tadi. Hikaru juga sedang menunggu dirinya di ruang tamu sambil menonton televisi jadi alangkah baiknya ia bergegas untuk mandi.
Hampir 1 jam Leora menghabiskan waktu di kamar mandi. setelah selesai berpakaian, ia segera mengajak Hikaru untuk ke ruang makan dan menikmati makan malam bersama. entah kenapa pikiran Leora terus terfokus pada Lardo sedari tadi. ia merasa sangat aneh saat Lardo mengirimkan pesan kepadanya.
"Kakak."
Hikaru menatap ke arah Leora yang sekarang tengah termenung sambil menopang dagu di atas meja makan. "Kakak!" Panggil Hikaru sekali lagi dengan sedikit meninggikan nada suaranya. Leora langsung tersadar dari lamunannya itu dan menatap Hikaru yang tengah mengerucutkan bibirnya merasa bingung. "Apa yang sedang kakak pikirkan?" Tanya Hikaru yang membuat Leora sontak menggeleng sambil terkekeh pelan. "Tidak, tidak. kakak hanya merasa sedikit kelelahan."
"Apa kakak belajar begitu keras hari ini?"
Rasanya baru kemarin ia mendapatkan Hikaru sebagai adiknya, tapi sekarang ia sudah tumbuh besar dan akan beranjak dewasa sama halnya dengan Leora saat ini. "Tidak, tidak perlu. kau hanya perlu belajar semampumu, jangan terlalu memaksakan diri."
"Ibu selalu bilang kalau kakak adalah anak yang pintar dan aku harus menjadi seperti kakak." Ucap Hikaru bersemangat. "Benarkah?" Tanya Leora yang langsung mendapatkan jawaban dari anggukkan kepala Hikaru.
"Kalau begitu belajar lah dengan giat agar kau bisa menjadi lebih pintar dan mengalahkan kakakmu ini." Mereka berdua melanjutkan makan malam mereka sambil sedikit berbincang-bincang. selama ini Leora terlalu sibuk belajar sehingga ia menjadi sangat jarang menghabiskan waktunya dengan Hikaru. ia selalu ingin melihat Hikaru tumbuh menjadi gadis yang baik dan juga pintar, Leora berfikir mungkin mulai dari sekarang ia akan lebih sering menghabiskan waktunya dengan adik kesayangannya itu.
"Kakak, aku mendapatkan pr membaca."
__ADS_1
"Hanya itu?" Hikaru menganggukkan kepala sebagai jawaban, ia memberikan buku bacaannya kepada Leora lalu Leora menggandeng tangan Hikaru dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya untuk belajar bersama dengannya. setelah selesai mengajari Hikaru belajar membaca dan juga menuntaskan pr miliknya, Leora harus melipat beberapa pakaian yang baru saja selesai di laundry.
Ia masih saja memikirkan Lardo yang terlihat sangat aneh menurutnya karena secara tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan padanya, di tambah lagi pesan itu berisikan sebuah ajakan untuk makan siang bersama.
"Entah kenapa aku merasa sangat bingung sekarang, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus menyetujui ajakan untuk makan siang bersama dengannya? aku merasa sangat takut apabila Lardo sudah mengetahui tentang perasaanku terhadapnya, pasti suasana di antara aku dan juga dia akan terasa sangat canggung." Leora menghela nafas pelan lalu mengeluarkan ponselnya itu dari dalam saku celananya.
"Baiklah, aku akan menerima ajakannya itu." Ia membuka ruang obrolan Lardo di line lalu membalas pesan dari Lardo yang belum ia balas beberapa jam yang lalu. "Huffttt... mungkin saja dia sudah tertidur sekarang." Gumam Leora pelan.
Line!
Notifikasi line itu membuat Leora sontak membulatkan matanya lebar, ia menebak tanpa ragu kalau itu adalah pesan balasan dari Lardo. dan ternyata dugaannya benar, Lardo langsung membalas pesan Leora meski hanya berbeda beberapa menit.
Membaca pesan balasan yang di kirimkan Lardo kepada Shenna membuat Shenna tertegun sambil tersenyum miris. "Apa yang Lardo katakan memang benar, kenapa aku harus bertanya alasannya mengajakku makan siang padahal kita berdua sudah sering makan siang bersama." Leora merutuki kebodohannya saat itu juga. Ia mengiyakan ajakan Lardo untuk makan siang bersama dengannya di esok hari. sepanjang malam Leora merasa sangat gugup, ia tidak tau akan jadi apa hari esok. apa suasana di antara dia dan juga Lardo akan menjadi sangat canggung nantinya?
Leora meletakkan beberapa pakaian yang ia lipat tadi di dalam lemari pakaian lalu merebahkan dirinya di atas ranjang tidurnya. tanpa ia sadari perlahan-lahan ia terlelap karena merasa cukup lelah hari ini. disaat Leora mulai tertidur lelap, Lardo mengirimkan sebuah pesan padanya yang tak sempat Leora baca.
__ADS_1
Namun beberapa menit kemudian, pesan itu di hapus oleh Lardo karena Lardo merasa sangat malu untuk mengirimkannya kepada Leora.