Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
don't hurt, Lardo


__ADS_3

Akhir pekan telah tiba, sesuai dengan janji Lardo pada Shenna. Lardo mengajak Shenna untuk berkunjung ke rumahnya, Shenna bahkan terlihat sangat senang sepanjang perjalanan menuju rumah Lardo.


Meskipun hanya sebuah gubuk kecil, bagi Shenna tempat itu akan sangat berarti karena ada banyak kasih sayang yang terlimpahkan disana.


Lardo meraih tangan Shenna dan menggenggam tangannya dengan cukup erat. ia menuntun Shenna melangkah ke arah belakang gereja, tepat dimana gubuk yang keluarga Lardo tempati berada.


Gubuk yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, ada beberapa tumpukan botol bekas yang di masukkan ke dalam karung, dan juga kardus-kardus tidak terpakai yang jumlahnya cukup banyak. Benda-benda rongsokan ini lah yang menjadi penolong keluarga Lardo untuk bertahan hidup.


Shenna merasa terenyuh saat melihat bagaimana kondisi gubuk yang keluarga Lardo tinggali. Meskipun mereka hidup serba kekurangan, tetapi Lardo tidak pernah mengeluh sedikit pun bahkan sangat menikmati hidup dalam kondisi seperti ini.


Shenna melihat seorang wanita dengan pakaian yang teramat sederhana tengah membersihkan halaman di depan gubuk, Shenna sudah dapat menebak kalau itu pasti Ibunya Lardo yang bernama Rossa.


Lardo mengajak Shenna untuk menghampiri ibunya. kedatangan Shenna sempat membuat Rossa terkejut karena Rossa sama sekali tidak mengenal dirinya.


"Lardo, siapa ini?"


"Bibi, perkenalkan namaku Shenna. aku teman sebangku Lardo di sekolah." ucap Shenna memperkenalkan diri, Rossa langsung menarik senyum tipis dan membelai rambut Shenna dengan sangat lembut.


"Temannya Lardo, ya? bagaimana Lardo bisa memiliki teman secantik dirimu, hm?" Puji Rossa yang membuat Shenna tersenyum malu. Rossa mempersilahkan Shenna untuk masuk ke dalam gubuknya. Walaupun cukup sempit dan juga pengap, Shenna sangat menikmati suasana ini.


Terlihat di dalam gubuk ada seorang pria yang tengah bermain bersama dengan anak perempuannya yang masih balita. "Ayah." begitu lah Lardo memanggilnya.


"Wah, Lili. lihat ada tamu yang datang ke rumah kita." Ucap pria itu ketika menyadari keberadaan Shenna. Shenna membungkukkan badannya dan memperkenalkan dirinya kepada ayah Lardo yang bernama Derry.


"Shenna sudah berapa lama berteman dengan Lardo?" Shenna menoleh ke arah Derry dan meletakkan teh yang tengah ia nikmati di atas meja kecil. "Kami berteman sejak hari kedua Lardo bersekolah." Jawab Shenna.


Derry menganggukkan kepalanya paham, "Kalian pasti berteman baik, Lardo sebelumnya tidak memiliki teman sama sekali. dia pasti merasa sangat senang karena memiliki teman yang cantik dan juga berhati lembut sepertimu." Ucap Derry yang membuat Shenna lagi-lagi tersipu malu.


Lardo masuk ke dalam gubuk sambil membawa semangkuk sup daging hangat untuk Shenna yang sudah di masak oleh Rossa. "Ini, kau harus mencicipi masakan ibuku. kau pasti akan sangat menyukainya, karena masakan ibuku adalah masakan terenak di dunia."


Rossa dan juga Shenna tertawa mendengar ucapan Lardo, Shenna menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis, "Baiklah aku akan mencicipinya." Ucap Shenna.

__ADS_1


Shenna pun menyantap sup daging itu perlahan-lahan, dan ia tidak menyangka bahwa masakan Rossa benar-benar sangat enak. bahkan mengalahkan masakan semua pelayan di rumahnya.


"Bibi, aku tidak berbohong bahwa masakanmu ini benar-benar enak." Puji Shenna dengan nada suara yang cukup bersemangat sehingga membuat Rossa tersenyum lebar saat mendengar ucapan Shenna.


"Benarkah? kalau begitu bibi akan memasakkan makanan lain untukmu saat kau main kemari lagi." Shenna tersenyum tipis. seandainya ibunya masih hidup, ia pasti akan merasakan kasih sayang seperti saat ini.


Tapi semuanya hilang begitu saja sejak 14 tahun yang lalu. Sejak dulu ia selalu bermimpi akan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari sosok keluarga, dan hari ini ia dapat merasakannya meskipun bukan dari keluarganya sendiri.


"Shenna, ceritakan tentang bagaimana Lardo saat berada di sekolah? apa dia sosok yang sangat menyebalkan?" tanya Rossa yang membuat Shenna menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan.


"Tidak, Bibi. Lardo adalah murid yang baik di sekolah, dia bahkan murid yang paling pintar di kelas. setiap ada sesi tanya jawab yang diberikan oleh guru, Lardo langsung membabat habis semua pertanyaan itu." Ucap Shenna menjelaskan, Lardo yang mendengar ucapan Shenna hanya menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa pelan.


"Benarkah? padahal Lardo ini adalah anak yang sangat menyebalkan saat berada di rumah, tak disangka ia menjadi anak yang cukup baik saat berada di sekolah." Lardo menatap Rossa dengan tatapan sinis karena tidak terima dengan ucapan ibunya itu.


"Ibu, apa yang ibu katakan?"


"Hei, ibu mengatakan yang sejujurnya."


Seharian penuh Shenna menghabiskan waktunya untuk bersenda gurau, bercanda tawa bersama dengan keluarga Lardo. ini menjadi satu hal yang sangat menyenangkan di dalam hidupnya.


"Paman, Bibi, aku pulang dulu ya. lain kali aku akan berkunjung lagi kesini. Senang bisa bermain dengan si kecil Lili, dia pasti akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik." Secara tiba-tiba Rossa langsung memeluk tubuh Shenna erat lalu mengusap punggungnya pelan.


"Sering-sering lah berkunjung kesini, bibi akan menunggu kehadiranmu di lain waktu." setelah mengucapkan itu, Rossa melepaskan pelukannya kepada Shenna sementara Shenna hanya memasang senyum lebar penuh dengan kebahagiaan.


"Bibi, terima kasih. kalau begitu aku pamit." Shenna pun melangkah pergi meninggalkan rumah keluarga Lardo dan pergi menuju rumahnya, saat itu ia di temani oleh Lardo yang berjalan di sampingnya.


Shenna teringat bagaimana hangatnya pelukan Rossa tadi, seperti pelukan seorang ibu yang sangat menenangkan perasaan anaknya. Rossa merasa sangat bahagia sekaligus sedih dalam satu waktu.


Ia bahagia karena ia diberi kesempatan untuk merasakan kasih sayang dari seorang keluarga dan juga merasa sedih karena teringat sosok ibunya yang sangat Shenna rindukan.


Meskipun Shenna tidak sempat melihat ibunya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri, tapi ia merasa sangat merindukan sosok ibu di dalam hidupnya.

__ADS_1


"Bagaimana tadi, apa sangat menyenangkan?" Mendengar pertanyaan dari Lardo, Shenna hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Aku senang saat kau merasa senang, aku akan sering-sering mengajakmu pergi ke rumahku agar kau tidak merasa kesepian lagi." Shenna merasa bahagia karena Keluarga Lardo terutama Lardo sangat baik terhadap dirinya. karena sebelumnya tidak ada orang yang bersikap baik dengan tulus terhadap dirinya seperti sekarang ini.


Shenna menghentikan langkahnya dan terdiam cukup lama.


"Lardo, terima kasih."


Lardo menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Shenna yang tengah berdiri di belakangnya sambil menundukkan kepala. "Terima kasih atas apa?" Shenna menoleh ke arah Lardo dan tersenyum lebar.


"Atas semua yang aku rasakan hari ini, suatu kebahagiaan yang tidak ternilai. maka dari itu aku harus berterima kasih kepadamu." Lardo melangkah mendekati Shenna dan membelai rambut Shenna perlahan-lahan.


"Tidak perlu berterima kasih seperti ini, oke? aku merasa sangat senang jika kau pun merasa senang, aku sudah bilang kalau aku akan selalu membuatmu merasa bahagia. aku tidak ingin kau merasa sedih sedikit pun." Shenna menatap mata Lardo lekat, tidak ada kebohongan yang terlihat di matanya. Lardo benar-benar tulus memberikan kasih sayang dan juga perhatian untuk dirinya.


"Kau harus ingat, selama ada aku. aku tidak akan membiarkan kau terus menerus bersedih." Ingin sekali Shenna memeluk Lardo sekarang juga, menumpahkan seluruh tangis bahagianya di dalam pelukan itu. Tapi Shenna merasa sangat malu.


"Sekarang kau harus cepat pulang, jika tidak ayahmu akan memarahimu karena sudah pergi keluar rumah seharian ini." Lardo meraih tangan Shenna lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Tiba-tiba mobil Tuan Vans berhenti di persimpangan jalan. Tuan Vans tidak sengaja melihat putrinya tengah bersama dengan seorang remaja pria yang ia anggap pengemis jalanan, pengemis jalanan itu tak lagi lain adalah Lardo.


Ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa putrinya masuk ke dalam mobil dan memberi pelajaran kepada Lardo karena sudah berani-berani mendekati putrinya.


Semua anak buah Tuan Vans pun turun dari mobil. Sebagian dari mereka menahan tubuh Lardo dan sebagian dari mereka berusaha membawa Shenna masuk ke dalam mobil. Lardo dan juga Shenna sempat terkejut karena kedatangan orang-orang ini.


"SIAPA KALIAN?!"


Lardo sangat terkejut karena secara tiba-tiba orang-orang ini menahan kedua lengannya. Lardo berusaha melawan mereka dan berusaha untuk melepaskan diri agar ia bisa menyelamatkan Shenna. Namun Lardo secara tiba-tiba mendapat pukulan yang cukup keras dari anak buah Tuan Vans hingga dia tersungkur di jalan dan pukulan itu membuat hidung serta bibir Lardo terluka.


Lardo merasa semua tulangnya remuk seketika, ia merasakan sakit yang teramat sangat namun tetap berusaha untuk melawan orang-orang ini. Tapi sekali lagi mereka melayangkan tinju mereka di wajah Lardo sehingga membuat Lardo kembali terjatuh.


Shenna terus menjerit dan meminta orang-orang itu untuk tidak menyakiti Lardo. Melihat Lardo yang terus menerus di pukuli serta di tendang berkali-kali dengan sangat tidak manusiawi membuat Shenna tak kuasa menahan air matanya.

__ADS_1


"LEPASKAN AKU! JANGAN SAKITI, LARDO! KU MOHON JANGAN SAKITI DIA!"


"Shenna..." Lardo melihat Shenna yang dipaksa masuk oleh orang-orang itu ke dalam mobil dan perlahan-lahan ia mulai tidak sadarkan diri.


__ADS_2