Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
summer festival


__ADS_3

"Festival kali ini akan segera di mulai, aku harap kalian dapat bekerja sama dengan baik agar festival musim panas tahun ini berjalan dengan lancar dan sekolah kita semakin dikenal sebagai sekolah terbaik. aku harap kalian semua bisa melakukan yang terbaik."


"Baik, Ketua!"


Festival musim panas yang diselenggarakan oleh SMP Shizuoka pun di mulai, banyak sekali orang-orang dari luar yang berdatangan untuk menikmati festival itu baik anak-anak sekolah dan yang lainnya. Leora terlihat sibuk mengamati kelangsungan festival ini, dan sangat berharap kalau festival ini dapat berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan.


"Selamat datang di SMP Shizuoka."


Leora terdiam sambil terus mengamati situasi festival saat ini. semua siswa nampak sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. lalu ia melihat Hayate yang tengah berbicara dengan seorang siswa sambil terus mengurus beberapa hal. tanpa basa basi, Leora segera menghampiri Hayate saat itu juga.


"Ketua."


Hayate menoleh ke arah Leora sambil tersenyum tipis. "Leora, ada apa? apa ada masalah?" Leora menggelengkan kepalanya cepat lalu terkekeh pelan, "Tidak... tidak ada apa-apa. sedari tadi Ketua belum sempat menikmati festival bukan? sisanya serahkan saja kepadaku." Secara tiba-tiba Hayate menggerakkan sebelah tangannya ke puncak kepala Leora lalu mengusap kepala Leora lembut.


"Apakah ini tidak merepotkanmu?"


"Ti-tidak, tentu saja tidak. sejak tadi pagi Ketua selalu sibuk mengurus acara, sekarang pergilah bersenang-senang." Hayate tersenyum lebar melihat kebaikan hati Leora lalu menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah, jika ada sesuatu, segera hubungi aku."


"Baik, Ketua." Jawab Leora sambil menganggukkan kepalanya mengerti. Hayate melangkah pergi meninggalkan Leora yang langsung terfokus pada pekerjaannya.


Beberapa jam kemudian festival kembang api dan juga api unggun dimulai. Leora tidak ikut menikmati acara itu dan memutuskan untuk beristirahat di kantin belakang sekolah karena dirinya merasa sangat lelah setelah seharian bekerja keras demi mensukseskan festival ini.


__ADS_1


Tiba-tiba perut Leora berbunyi menandakan bahwa dirinya sedang lapar. karena seharian sibuk dengan festival sekolah, ia sampai lupa untuk makan siang tadi.


Tiba-tiba muncul sebuah tangan yang menggenggam sekotak makanan di hadapan Leora sehingga membuat Leora tertegun cukup lama. "Eh..." Ia menoleh ke si pemilik tangan tersebut dan tak di sangka-sangka bahwa pemilik tangan itu adalah Lardo yang sekarang sudah berada di hadapannya.


"Ambilah, kau belum makan sedari tadi. benar kan?" Lardo mendudukkan tubuhnya di samping Leora sehingga membuat Leora terasa sangat gugup seketika. "Tidak masalah, aku akan membeli sushi di depan nanti." Lardo menghembuskan nafasnya pelan sehingga membuat Leora menoleh ke arahnya. "Ada apa?" Tanya Leora gugup.


"Kau sudah sangat bekerja keras seharian ini sampai lupa memperhatikan dirimu sendiri, ambil saja. anggap kalau ini sebagai balas budi karena kau sudah menolongku saat kakiku cedera hari itu." Balas Lardo yang membuat pipi Leora memanas dan berubah menjadi merah padam.


"Tapi itu kan milikmu."


"Tidak masalah, aku sudah makan banyak sejak tadi pagi. murid-murid perempuan memberikan aku makanan mereka, dan aku sangat menikmatinya." Ucap Lardo yang membuat Leora seketika mengerucutkan bibirnya sebal.


"Apa kau menyukai perlakuan mereka yang seperti itu?" Lardo menggeleng pelan sebagai jawaban lalu mengalihkan pandangannya ke arah Leora. "Sebenarnya tidak, tapi mau bagaimana lagi? itu lebih baik dibanding mereka terus mengejar-ngejar aku kemana pun aku pergi." Leora tertawa pelan mendengar ucapan Lardo.


"Baiklah, baiklah... sekarang makanlah lebih dulu, aku akan membelikan minuman dingin untukmu." Leora menganggukkan kepalanya mengerti, setelah itu Lardo pergi meninggalkan Leora untuk membelikannya minuman dingin.


Leora menyantap sedikit demi sedikit makanan pemberian Lardo dengan wajahnya yang masih memerah menahan malu. "Dia itu, dia memang sangat menyebalkan, tapi dia juga pria yang baik." Gumam Leora pelan. tak membutuhkan waktu lama, Lardo kembali dengan membawa dua botol minuman dingin lalu ia memberikan satu botol kepada Leora.


"Terima kasih."


Lardo tidak menjawabnya sama sekali lalu kembali mendudukkan tubuhnya di samping Leora. "Bagaimana? apa makanannya enak?" Leora hanya menganggukkan kepala pelan sebagai jawaban. "Tadi sepertinya Hayate sedang mencarimu, ia menanyakan keberadaanmu kepada anggota osis yang lain." Mendengar ucapan Lardo membuat Leora mendelikkan matanya lalu meletakkan sekotak makanan itu di sampingnya. "Benarkah? apa ada hal penting?" Lardo tertegun melihat reaksi Leora lalu meletakkan kedua tangannya sejajar di depan dada. "Entahlah."


Leora bangkit dari duduknya dan meraih sebotol minuman pemberian Lardo. "Aku harus segera kembali, mungkin saja Ketua sedang membutuhkan bantuanku." Lardo yang masih terduduk saat itu hanya diam dengan ekspresi datarnya. Leora melangkah pergi menuju tempat Hayate saat ini, meninggalkan Lardo yang masih terdiam disana tanpa berucap sepatah kata pun.

__ADS_1


Ia melirik ke arah sekotak makanan itu lalu meraihnya dan membuangnya ke sebuah tempat sampah yang berada tak jauh darinya.


.........


"KETUAAA!!!"


Leora akhirnya menemukan Hayate setelah mencarinya ke beberapa tempat di sekolah. Hayate sekarang tengah sibuk membantu siswa merapihkan stand mereka. "Leora, kau darimana saja?" Leora yang merasa bersalah menjadi sedikit gugup saat berhadapan dengan Hayate.


"Eummm... anu..."


"Dia tadi makan bersama denganku." Leora membulatkan matanya sempurna lalu menoleh ke asal suara yang tiba-tiba muncul begitu saja. ternyata suara itu berasal dari Lardo yang sekarang sudah berdiri di belakang Leora dengan sebelah tangannya yang ia masukkan ke dalam saku celana.


"Oh, begitu rupanya..." Balas Hayate dengan nada suara yang terdengar lumayan dingin saat berhadapan dengan Lardo. "Kau seharusnya jangan terlalu memaksakan orang lain untuk terfokus pada pekerjaannya sampai dia lupa memikirkan dirinya sendiri." Ucapan Lardo membuat Leora mengerutkan dahinya. "Tidak... tidak seperti itu, Lardo! apa yang kau katakan?"


"Kenapa? apa perkataanku salah?'


Leora mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat lalu meraih sebelah tangan Lardo dan membawanya pergi dari hadapan Hayate. Leora membawa Lardo ke halaman belakang ruangan olahraga dengan perasaan kesalnya. "Mengapa kau berani sekali mengatakan hal itu pada Ketua?! apa kau sadar saat mengatakannya?!" Lardo menghembuskan nafasnya pelan lalu meletakkan kedua tangannya sejajar di depan dada. "Aku merasa bahwa aku mengatakan hal yang benar."


Leora menggertakan giginya kesal bersamaan dengan tatapan sinisnya. "Berhenti bersikap seolah-olah kaulah yang paling benar, apa kau berniat untuk menjelek-jelekkan nama baik Ketua dengan mengatakan hal semacam itu di hadapan siswa lain?!" Lardo menatap Leora dengan tatapan lekatnya. "Kau... apa kau sangat hobi menyalahkan orang lain tanpa bukti yang jelas?" Tanya Lardo dengan nada suara dinginnya.


"AKU HANYA MENGATAKAN HAL YANG SEBENARNYA!" Balas Leora sambil menekankan setiap suku katanya. "Aku pun hanya mengatakan hal yang sebenarnya." Tambah Lardo yang membuat Leora semakin kesal.


"Jika kau berani bersikap kurang ajar atau mengatakan hal yang tidak-tidak kepadanya, aku tidak akan segan memberikanmu pelajaran." Setelah mengatakan hal itu, Leora melangkah pergi meninggalkan Lardo dengan perasaan kesalnya yang berkecamuk.

__ADS_1


__ADS_2