
tap tap tap tap!
"Pangeran cedera!"
"Astaga, berikan jalan! pangeran harus segera di bawa ke UKS sekarang!" Terlihat sekumpulan murid yang tengah berkerumun memenuhi sisi lapangan. Lardo yang meringis kesakitan sekarang sudah terbaring di atas tandu dan berniat untuk segera di bawa ke UKS.
"Argh... sakit sekali." Lardo terus meringis kesakitan karena pergelangan kakinya mengalami cedera. anggota basket yang lain pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada Lardo. pergelangan kaki Lardo di kompres dengan es batu dan juga membungkusnya dengan handuk halus.
Leora yang mendengar kabar dari beberapa murid kalau Lardo mengalami cedera langsung berlari menuju lapangan untuk memastikan kondisinya. ia melihat anggota basket yang lain bersama-sama menggotong Lardo menuju ruang UKS.
"Sakit... sekali..." rintih Lardo.
Leora mengerjapkan matanya dan mengikuti anggota-anggota itu menuju UKS. karena Leora mengetahui sedikit bagaimana cara menangani cedera, maka dari itu Leora berniat untuk membantu Lardo. Lardo terkejut saat melihat Leora berada di dalam UKS bersama dengan anggota basket yang lain, beberapa pengurus UKS pun sudah dipanggil agar segera datang.
"Pembuluh darahnya robek dan membengkak. gunakan metode RICE 3 sampai 4 kali selama 15 menit. setelah itu kalian amati perkembangannya, jika tidak ada kemajuan kita akan segera membawanya ke dokter." ucap Leora yang tengah membebat es lalu melapusinya dengan handuk untuk dikompres pada bagian yang cedera.
"Ini sudah berfungsi untuk mengurangi pembengkakan agar pembuluh darah menyempit, jika nanti rasa sakitnya masih tidak tertahankan, Lardo harus dikerahkan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut." sambung Leora.
"Baik, Wakil Ketua." Jawab anggota basket yang lain sambil mengangguk paham.
Leora menatap wajah Lardo yang sepertinya tengah berusaha menahan sakit. keringat terlihat mengalir dari dahinya dan juga bibirnya mulai memucat. "Aku akan buatkan dia teh hangat." setelah mengucapkan itu, Leora melangkah pergi menuju ruang osis untuk membuatkan Lardo teh hangat. karena kebetulan di ruang osis terdapat persediaan teh.
Hayate yang saat itu tengah berada di ruang osis merasa sangat bingung karena melihat Leora yang sepertinya tengah terburu-buru. "Leora, ada apa?" pertanyaan yang diberikan pada Leora pun tidak di gubris sama sekali. "Leora, apa telah terjadi sesuatu?" Leora menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Hayate. "Tidak, Ketua. semua baik-baik saja."
"Kau membuatkan teh untuk siapa?"
__ADS_1
"Lardo."
Mendengar nama itu di sebut, Hayate langsung terdiam. akhir-akhir ini memang beredar rumor tentang kedekatan Leora dan juga Lardo yang baru saja pindah ke sekolah mereka. bahkan sempat terdengar juga kalau Leora dan Lardo pernah berpelukan saat mereka masih berada di dalam lingkungan sekolah. "Apa terjadi sesuatu pada Lardo?" Tanya Hayate memastikan.
"Iya, dia mengalami cedera. sekarang dia sedang berada di UKS, aku berharap cederanya tidak terlalu parah." Hayate terdiam cukup lama, sebelumnya Leora tidak pernah mengkhawatirkan seseorang yang baru ia kenal seperti ini. tapi sekarang semua terlihat berbeda. kekhawatiran yang tidak pernah Leora tunjukan pada orang lain sebelumnya kini ia tunjukkan pada Lardo.
Leora segera kembali ke UKS dan mendapati banyak murid perempuan berada disana. "Sedang apa kalian disini?" tanya Leora melirik ke arah mereka satu per satu. "Melihat kondisi pangeran." Mendengar jawaban itu membuat Leora memutar bola matanya kesal. "Kembali ke kelas kalian, gunakan waktu kalian untuk belajar. cepat!" gertak Leora yang pada akhirnya berhasil membubarkan mereka.
Setelah berhasil membubarkan mereka, Leora langsung melangkah masuk ke dalam UKS dan mendapati Lardo yang masih terbaring di atas ranjang ditemani dengan dua anggota ekskul basket lainnya. "Bagaimana kondisinya?" tanya Leora pada dua anggota ekskul basket itu.
"Semakin membaik." jawab mereka kompak.
"Baguslah." Leora mengarahkan punggung tangannya untuk memeriksa suhu tubuh Lardo serta denyut nadinya. "Suhu tubuh dan juga denyut nadinya normal, aku rasa cederanya tidak terlalu parah. besok juga dia sudah bisa berlari dan melompat lagi." ucap Leora yang membuat Lardo langsung membuka matanya.
"Apa yang kau katakan? apa kau sudah gila? ini benar-benar sakit, lebih parah dari prediksimu itu." Leora menatap Lardo masih dengan tatapan sinisnya. "Kau mengatakan itu karena kau ingin terus terusan di rawat olehku, benarkan?" Kedua anggota basket itu tertegun melihat Lardo dan juga Leora. "Apa kalian berdua menjalin hubungan?" Mendengar pertanyaan mereka berdua membuat Lardo dan juga Leora ternganga.
.........
Sakura datang untuk melihat kondisi Shenna. karena Shenna hari ini tidak hadir ke sekolah sehingga membuat Sakura merasa khawatir. Sakura juga sangat terkejut mengetahui bagaimana kondisi kesehatan Shenna saat ini. ia tengah duduk di sebuah kursi yang berada di samping ranjang Shenna sekarang. ia terus memandangi wajah Shenna yang masih sangat pucat dengan tatapan sedihnya.
Perlahan-lahan Shenna mengerjapkan matanya dan menatap ke arah Sakura yang juga tengah memandanginya. "Sakura, kau disini?" tanya Shenna dengan nada suara yang terdengar lirih. Sakura menghela nafas berat lalu menggenggam sebelah tangan Shenna dengan sangat hangat. "Shen, kenapa bisa?" Hanya itu yang dapat keluar dari mulut Sakura saat ini.
Ia merasa tak kuasa apabila sahabatnya harus mengidap sebuah penyakit yang bisa membahayakan nyawanya. Shenna adalah teman satu-satunya yang Sakura miliki, ia juga sangat menyayangi Shenna, maka dari itu ia tidak ingin kehilangan Shenna. "Sakura, aku baik-baik saja. jangan khawatir, ya?" ucap Shenna berusaha meyakinkan Sakura. Sakura hanya menundukkan pandangannya dan berusaha untuk menahan tangisnya disana.
"Apapun yang terjadi, kau harus sembuh, Shen."
__ADS_1
Shenna menganggukkan kepalanya mengerti. benar apa yang dikatakan oleh Sakura, ia harus sembuh. karena suatu hari nanti, ia harus bertemu dengan Lardo dan menjadi pendampingnya, jika ia tidak ada maka siapa yang akan mendampingi Lardo?
.........
Leora membantu Lardo mendudukkan tubuhnya, ia memberikan secangkir teh hangat buatannya kepada Lardo dan langsung di minum oleh Lardo dengan perlahan-lahan. "Lain kali kau harus hati-hati." Ucap Leora memperingatkan. "Aku tau."
"Jika kakimu kenapa-napa, kau tidak akan bisa main basket lagi dan ikut turnament hingga tingkat nasional. maka dari itu, sikap cerobohmu harus dihilangkan mulai dari sekarang." Lardo hanya mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut Leora.
Lardo tidak menyangka bahwa sosok tegas dan menakutkan seperti Leora ternyata bisa memberikan perhatian seperti ini kepada orang lain. ia seketika berubah menjadi sangat lembut dan penuh kasih sayang meskipun masih sedikit menyebalkan.
"Kenapa kau ada disini?"
"Apa aku tidak boleh membantumu?"
"Bukan begitu."
Leora menatap mata Lardo lekat dan merasa bahwa pipinya sudah memerah sekarang. ia juga tidak tau mengapa dirinya menjadi sangat khawatir seperti ini dengan keadaan Lardo. "Aku adalah Wakil Ketua osis sekolah ini, maka dari itu aku harus menolong setiap siswa yang mengalami kesulitan. apa ada yang salah?" Lardo menggeleng sebagai jawaban.
"Bukankah itu hanya alasanmu saja?"
"Hah?"
Lardo melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum miring dan juga memejamkan mata. "Kau menggunakan jabatanmu sebagai alasan, padahal kenyataannya adalah..."
"Apa?"
__ADS_1
Keringat seketika mengalir dari sudut dahi Leora. ia meremas ujung roknya tanda bahwa saat ini ia sedang merasa gugup. "Padahal kenyataannya kau mengagumiku, makanya kau sangat memperdulikan kondisiku seperti ini." simpul Lardo yang langsung membuat Leora membelalakkan matanya.
"Apa yang kau katakan?!"