Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
never give up


__ADS_3

Shenna hari ini pergi ke ke sekolah setelah kemarin meminta izin kepada gurunya untuk tidak hadir dengan alasan sakit. Sedangkan Lardo masih belum bisa hadir di sekolah karena harus memulihkan kondisinya akibat kejadian itu.


Hari ini Shenna merasa sangat kesepian tanpa adanya Lardo. sama seperti sebelum Lardo bersekolah disini, Shenna merasa sangat kesepian sebelum itu. dan sekarang semuanya terasa kembali lagi.


"Shenna! sepertinya kau punya hubungan yang spesial ya dengan Lardo? katakan apakah rumor itu benar?" Celetuk salah satu murid bernama Axel yang tengah duduk bersama dengan teman-temannya di pojok kelas.


Shenna sama sekali tidak menggubris ucapan Axel, dia tetap memfokuskan dirinya untuk membaca buku tanpa memperdulikan semua apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.


"Bagaimana bisa dia memiliki hubungan dengan orang miskin? padahal ayahnya adalah pengusaha yang kaya raya, dan memiliki aset dimana mana." Shenna yang sudah kehilangan kesabarannya langsung menggebrak meja dan menatap para pria itu dengan tatapan kesalnya.


"Berhenti berbicara atau aku laporkan kalian pada guru atas tindakan kekerasan serta penindasan yang kalian lakukan pada Lardo!" ancam Shenna sehingga murid-murid itu langsung bungkam seketika.


Shenna kembali mendudukkan tubuhnya dan membaca buku yang berada di hadapannya. "Dasar manusia-manusia yang menjijikkan!" Batin Shenna kesal.


Beberapa jam kemudian, kegiatan pembelajaran pun selesai. Murid-murid di persilahkan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing tetapi berbeda dengan Shenna. Shenna memutuskan untuk berkunjung ke rumah Lardo.


Ia ingin melihat bagaimana kondisi Lardo sekarang. apakah kondisinya sudah cukup membaik?


Shenna merasa sangat senang kalau dirinya akan bertemu dengan Lardo sebentar lagi. karena Shenna sangat merindukan Lardo dan ingin sekali Lardo sembuh secepatnya agar Lardo bisa bersekolah seperti sedia kala.


Shenna sudah sampai di halaman gubuk Lardo namun suasananya sangat sepi, tidak ada ibu dan juga ayah Lardo disana. hanya ada gubuk yang di tutupi dengan kardus sebagai pintu. Shenna membuka gubuk itu lalu melangkah masuk ke dalam. Ternyata ada Lardo yang tengah beristirahat disana.


Shenna mendekati Lardo perlahan-lahan lalu duduk tepat di sebelahnya. ia melihat wajah Lardo sudah mulai membaik, luka lebam di wajahnya pun sudah hilang sedikit demi sedikit. Shenna mengusap kepala Lardo pelan namun tanpa sadar apa yang ia lakukan telah membuat Lardo terbangun dari tidurnya.


Shenna pun dengan cepat menarik tangannya kembali. ia merasa sangat gugup sekaligus malu karena Lardo tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. "Kau... Kau disini?" Tanya Lardo. Lardo berusaha untuk bangun dari duduknya namun Shenna melarang hal ini dan membiarkan Lardo untuk tetap berbaring.

__ADS_1


"Kau masih tidak boleh banyak bergerak. Aku berkunjung untuk melihat bagaimana kondisimu, dimana paman, bibi dan juga Lili?" Tanya Shenna bingung. Lardo tetap memaksa untuk bangun dari tidurnya walaupun kondisinya masih belum pulih sepenuhnya.


"Ibu, ayah dan juga Lili tengah pergi keluar. Petang nanti baru mereka pulang."


"Apa baik untukmu tinggal sendirian dalam kondisi seperti ini?" Lardo menghembuskan nafasnya dan menarik senyum tipis. "Tidak perlu khawatir, aku masih sanggup melakukan semuanya sendiri." Mendengar penjelasan Lardo pun tetap membuat Shenna merasa cemas.


"Apa kau sudah makan dan meminum obatmu?" Lardo menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Shenna merasa lega akan hal itu. "Bagaimana sekolahmu hari ini?" Shenna terdiam mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Lardo.


"Tentu saja menyenangkan."


Lardo menatap mata Shenna lekat, Lardo tau ada hal yang Shenna sembunyikan dari dirinya. terlihat dari kantung mata Shenna yang membengkak seperti habis menangis dan juga bekas luka di sudut bibirnya.


"Apa orang-orang itu sempat menyakitimu kemarin?" Tanya Lardo. "Tidak, kenapa kau mempertanyakan hal itu?" Ucap Shenna balik bertanya.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Lardo dengan nada suara yang terdengar cukup serius. "Tidak ada apa-apa, aku tidak sengaja terbentur meja hingga sudut bibirku terluka."


"Seharusnya kau tau bahwa aku bukanlah seseorang yang mudah di bohongi." Ucap Lardo sarkas. Shenna langsung menundukkan kepalanya berusaha menahan tangis. Lardo tau jelas ada satu hal yang Shenna sembunyikan dari dirinya.


Luka itu bukanlah luka biasa, apa ada masalah lain yang sedang Shenna hadapi? Lardo tak yakin bahwa luka itu adalah luka yang disebabkan akibat terbentur meja seperti apa yang Shenna katakan tadi.


Shenna menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menangis terisak di dalam sana. Lardo terdiam sebentar membiarkan Shenna menangis hingga ia merasa sedikit lega. sampai pada akhirnya Shenna terdiam dan Lardo secara tiba-tiba menarik dagu Shenna mendekat pada wajahnya.


Hal ini membuat Shenna sangat terkejut bahkan ia membulatkan matanya sempurna. Lardo sempat terdiam dan menatap mata Shenna dengan tatapan lembutnya. Lalu ia menarik dagu Shenna dan mengecup bibirnya cukup lama.

__ADS_1



Shenna sama sekali tidak menyangka bahwa Lardo akan melakukan hal ini kepada dirinya. kecupan itu terasa sangat lembut dan menenangkan.


Ini adalah ciuman pertama mereka berdua. Lardo tidak tau mengapa dia merasa sangat lemah saat melihat Shenna menangis di hadpaannya, hingga dirinya secara spontan langsung menarik dagu Shenna dan mengecup bibirnya.


Shenna tidak melawan hal ini sama sekali bahkan ia mengalungkan kedua tangannya dan menikmati ciuman yang sangat menenangkan perasaannya itu.


Ia tidak menyesal ciuman pertamanya telah di rebut oleh Lardo meskipun Lardo hanyalah seorang sahabat untuknya.


Lardo melepaskan ciuman itu perlahan-lahan dan menatap kedua mata Shenna sambil tersenyum lembut. "Aku tau sesuatu yang tidak baik tengah menimpamu saat ini, tapi percayalah bahwa itu hanyalah badai sementara. akan ada pelangi setelah ini. Jangan bersedih, kau boleh menumpahkan seluruh kesedihan yang kau rasakan pada diriku, tapi kumohon jangan menangis seperti tadi. jika itu dapat membuatmu lega maka lakukan lah, tapi aku sangat melarangmu menangis terlalu sering. itu tidak akan baik untuk dirimu. lagipula apa kau mau wajah cantikmu akan menghilang karena kau terus menerus menangis?"


Shenna tertawa pelan mendengar ucapan Lardo lalu mengusap semua air mata yang mengalir dari pelupuk matanya. Lardo meraih tubuh Shenna dan memeluknya erat. ia juga mengelus rambut Shenna dengan sangat lembut seakan-akan Shenna adalah sesuatu yang rapuh dan perlu dijaga dengan sangat baik.


"Terima kasih."


Ucap Shenna yang berada di dalam pelukan Lardo. Shenna mempererat pelukan itu dan jika ia bisa meminta hal ini pada Tuhan, ia ingin waktu berhenti sebentar saja. ia ingin terus berada di dalam pelukan Lardo dalam jangka waktu yang cukup lama. karena baginya ini sangatlah menyenangkan dan menenangkan.


"Jangan menyerah, kau harus ingat kalau kau memiliki aku. aku siap menjadi tempatmu berbagi seluruh suka dan juga dukamu."


Tak ada satu kata pun yang mampu mengungkapkan bagaimana bahagianya Shenna saat ini karena ia memiliki seorang sahabat seperti Lardo di dalam hidupnya. Shenna merasa bahwa pasangan Lardo di masa depan kelak pasti akan menjadi wanita yang paling beruntung karena memiliki seorang suami penyayang seperti dirinya.


"Aku sangat menyayangimu, Lardo."


Ucap Shenna yang langsung membuat Lardo terdiam di sela-sela peluk mereka.

__ADS_1


__ADS_2