Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
I don't want to let go


__ADS_3

Shenna dan juga Rossa telah sampai di rumah sakit, saat berada di depan ruang ICU. Shenna dapat melihat Sakura tengah berusaha menenangkan Lardo.


Meskipun sempat merasa sedikit cemburu, Shenna berusaha untuk menetralkan perasaannya karena kondisi tengah seperti ini. bukan waktunya untuk mengutamakan ego sendiri.


Rossa dan juga Shenna melangkah menghampiri Lardo, Lardo dan juga Sakura yang melihat kedatangan mereka berdua langsung bangun dari duduknya. "Ibu, bagaimana?" Tanya Lardo dengan sorot wajah yang terlihat sangat sedih dan juga lemas.


"Ibu sudah mendapatkan pinjamannya." Lardo menghembuskan nafas lega bersama dengan Sakura saat itu juga. Lardo sangat bersyukur karena pada akhirnya ayahnya segera mendapatkan pertolongan.


"Ibu akan segera mengurus administrasi agar ayahmu dapat di tangani secepatnya." Lardo menganggukkan kepala setuju, Rossa melangkah pergi menuju loket pembayaran. Sementara Lardo, Shenna dan juga Sakura tetap menunggu di depan ruang ICU.


Shenna terus melirik ke arah Lardo yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya tanpa mengatakan sepatah kata pun. "Kau sangat khawatir terhadap kondisi ayahmu, ya?" tanya Shenna yang membuat Lardo menatap ke arahnya.


"Tentu saja aku khawatir. Aku berdoa pada Tuhan semoga dia menyelamatkan nyawa ayahku. Dan aku sangat berterima kasih kepada ayahmu karena bersedia membantu keluargaku dalam melunasi biaya pengobatan ini." Shenna menarik senyum tipis setelah mendengar ucapan Lardo. Ia meraih sebelah tangan Lardo dan menggenggamnya erat.


"Tidak masalah."


Setelah berjam-jam kemudian, Derry yang tidak lain adalah ayah Lardo sudah berhasil melewati masa kritisnya. ia kini masih terbaring tidak sadarkan diri dengan berbagai alat medis yang berada di tubuhnya dan juga selang yang menutupi mulutnya.


Karena hari mulai malam, Lardo meminta Shenna dan juga Sakura untuk pulang ke rumahnya. Lardo tidak ingin orang tua mereka mengkhawatirkan keadaan putrinya. "Aku tidak masalah jika harus menginap disini untuk menemani Bibi Rossa." Ucap Shenna kepada Lardo yang saat itu tengah terduduk sambil bersandar pada kursi rumah sakit.


"Tidak masalah, kau pulang saja bersama dengan Sakura. orang tua kalian pasti sudah sangat khawatir." Sakura menganggukkan kepala menyetujui saran dari Lardo.


"Shenna, benar yang dikatakan oleh Lardo. kau juga tidak boleh kelelahan, sebaiknya kita pulang. besok kita akan kembali lagi kesini." Ujar Sakura yang membuat Shenna menoleh ke arahnya.


"Baiklah."


Shenna dengan sangat terpaksa harus menuruti ucapan Lardo, karena sebenarnya dia ingin sekali menemani Lardo dan juga Rossa di rumah sakit. tapi Lardo melarangnya untuk melakukan itu.


"Besok aku akan kembali lagi kesini bersama dengan Sakura." Ucap Shenna yang di langsung di jawab oleh anggukkan kepala Lardo. Lardo merasa sangat senang karena Shenna dan juga Sakura sangat perduli terhadap keluarganya.

__ADS_1


"Shenna, Sakura. terima kasih sebelumnya." ucapan terima kasih yang di berikan Lardo membuat Shenna tertegun sesaat. sementara Sakura menarik senyum lebar sambil mengangguk pelan.


Shenna dan juga Sakura setelah itu melangkah pergi meninggalkan rumah sakit selepas berpamitan dengan Rossa, Shenna menelfon supir pribadi keluarganya untuk menjemput dia di rumah sakit. ia berniat untuk mengantar Sakura terlebih dahulu ke rumahnya sebelum pulang.


"Shenna, apa aku tidak merepotkanmu?"


"Tentu saja tidak, kau jangan merasa seperti itu. lagipula ini sudah malam, tidak baik pulang sendirian." Tak membutuhkan waktu lama, jemputan mereka pun datang. Sakura masuk ke dalam mobil Shenna walaupun ia merasa sedikit ragu karena takut merepotkan Shenna nantinya.


Di dalam mobil, suasana terasa sangat hening. Shenna hanya menatap ke arah luar jendela sambil melamun sementara Sakura hanya terdiam sambil menatap lurus ke arah depan. "Shenna, aku ingin menanyakan sesuatu." Ucap Sakura yang membuat Shenna menoleh ke arahnya.


"Ada apa?"


"Ini soal kau dan juga Lardo." Shenna seketika langsung memasang ekspresi datarnya saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Sakura.


"Apa kau menyukai Lardo?"


1 menit.


3 menit.


Shenna terdiam tanpa sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Sakura. Sakura menarik senyum tipis sambil menggenggam tangan Shenna erat. "Aku tau kau sangat menyukai pria itu, wajar saja karena dia pria yang baik dan juga sederhana."


"Apa kau menyukai dia?" Tanya Shenna kembali kepada Sakura yang membuat Sakura terdiam seketika lalu menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak, aku sama sekali tidak menyukai dia. hanya kagum sedikit dengan sifatnya. dari awal aku sudah tau kalau kalian berdua saling menyayangi, dapat dilihat dari kekhawatiran Lardo saat kau tidak sadarkan diri kemarin dan juga kebaikan hatimu pada keluarga Lardo hari ini. Kau juga sangat memperdulikan kondisi Lardo sampai berniat untuk menetap di rumah sakit menemani Lardo dan juga ibunya."


Shenna tak menyangka bahwa ternyata Sakura cukup mengamati kedekatannya dengan Lardo belakangan ini. "Kau mengetahui hal ini sejak kapan?" Tanya Shenna bingung.


"Belum lama, hanya tau sedikit."


__ADS_1


Sakura tersenyum tipis lalu mendekatkan posisi duduknya pada Shenna, ia merangkul tubuh Shenna dengan sebelah tangannya lalu menatap Shenna dengan tatapan hangat.


"Shenna, aku yakin Lardo juga sangat menyayangimu. kau bisa percaya padaku, bahwa suatu saat nanti kalian pasti akan bersama." Shenna terkekeh mendengar ucapan Sakura.


"Apa itu mungkin? Lardo bahkan hanya menganggapku sebagai sahabatnya, tidak lebih dari itu." Sakura menggelengkan kepala cepat, menolak apa yang telah di ucapkan oleh Shenna barusan.


"Tidak, siapa bilang? dia menganggapmu lebih dari itu, tapi ia belum menemukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya." Shenna tersenyum tipis sambil menggenggam jari jemari Sakura erat.


"Sakura, aku tidak bisa berharap lebih. tapi jika memang dia menganggapku lebih dari sahabatnya, semoga dia segera mengungkapkannya kepadaku." Ucap Shenna. Sakura mengusap pipi Shenna lembut lalu menganggukkan kepalanya mengerti.


Mereka sudah sampai di kediaman Sakura. Hanya sebuah rumah sederhana yang tidak memiliki pagar penghalang apapun. "Shenna, terima kasih sudah mengantar ku pulang, apa tidak berniat untuk mampir sebentar?" Tanya Sakura mempersilahkan.


"Mungkin lain waktu, ini sudah cukup malam. tidak baik bertamu ke rumah seseorang di malam hari." Jawab Shenna.


"Baiklah kalau begitu. lain kali kau harus berkunjung ke rumahku."


Shenna tersenyum kecil lalu menganggukkan kepalanya pelan. Sakura melangkah turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Shenna setelah menutup pintu mobilnya kembali. Setelah Sakura masuk ke dalam rumahnya, baru Shenna dan juga supirnya pergi.


Tiba-tiba saja Shenna teringat ucapan Sakura yang terus terngiang-ngiang di dalam pikirannya. "dia menganggapmu lebih dari itu, tapi ia belum menemukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya." Ucapan Sakura itu membuat Shenna tersenyum bahagia.


"Apa benar Lardo menganggapku lebih dari sahabatnya?" Shenna melirik keluar jendela dan menikmati suasana jalan yang lumayan sepi. terasa sangat tentram dan juga damai.


Tak lama kemudian, mobil yang di tumpangi Shenna memasuki area rumahnya. supir pribadi keluarganya membukakan pintu untuk Shenna. Shenna terdiam sedikit menatap kepada supirnya sehingga membuat sang supir merasa bingung.


"Nona muda, ada apa?"


"Paman, jangan katakan apapun pada ayah perihal apapun yang kau dengar di mobil tadi." Supir itu menganggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu Shenna melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Baru saja masuk ke dalam rumah, Shenna langsung di hampiri oleh seorang pelayan bernama Jenny. "Nona muda, Nona muda sudah pulang. Tuan Vans sedari tadi terus bertanya kemana kau pergi. dia terlihat sangat marah karena Nona muda pergi menemani wanita yang tadi siang datang ke rumah." Shenna menghembuskan nafasnya berat.

__ADS_1


Ternyata ayahnya masih bersikeras menentang Shenna untuk berhubungan baik dengan keluarga Lardo.


"Bilang padanya kalau aku sudah pulang, aku akan membersihkan diri sekarang. siapkan makan malam untukku, setelah selesai makan malam aku akan pergi istirahat." Setelah mengucapkan itu pada Jenny, Shenna langsung pergi menuju kamarnya.


__ADS_2