Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
strange student


__ADS_3

Lardo baru saja ingin pergi ke kelasnya tapi saat sedang melewati depan kelas Leora, ia tidak sengaja melihat Leora yang tengah berdiam diri di depan koridor kelasnya sambil menatap ke arah taman sekolah. hari ini Leora dan juga Lardo tidak saling menyapa semenjak kejadian hari kemarin, hal ini sebenarnya sempat membuat Lardo sangat bingung.


Lardo langsung melangkah mendekati Leora yang nampaknya tengah melamun saat ini sehingga ia tidak menyadari kehadiran Lardo di dekatnya. Lardo menepuk bahu Leora membuat Leora dengan cepat menoleh ke arah Lardo.


Ia membulatkan matanya lebar-lebar dengan mulut yang ternganga saat melihat Lardo sekarang sudah berada di hadapannya. "Lar-Lardo?!" Tanya Leora dengan nada suara yang terdengar cukup terkejut. "Ada apa? apa aku mengganggu?" Tanya Lardo menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal.



"TIDAK! maksudku... ka-kau tidak menggangguku sama sekali, hehehe..." Lardo mengerutkan dahinya dalam melihat Leora yang nampak gugup saat berhadapan dengannya. "Kau bertingkah sangat aneh sejak hari kemarin, sebenarnya ada apa? apa telah terjadi sesuatu?" Leora menggelengkan kepalanya cepat, membantah ucapan Lardo.


"Aku baik-baik saja. aku harus ke kelas sekarang, sampai nanti!" Dengan cepat Leora masuk ke dalam kelasnya, meninggalkan Lardo yang masih terdiam di depan koridor dengan tatapan penuh dengan kebingungan. "Bukankah dia terlihat sangat menghindariku?" Gumam Lardo pelan.


"Kak Lardooooo!!!"


Lardo menoleh ke asal suara yang memanggil namanya tiba-tiba. ia melihat seorang anak laki-laki yang tidak ia kenal tengah berdiri tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang sambil menutup mulutnya dengan wajah yang sangat merona.



Anak laki-laki itu adalah Kenji Hiro, murid pindahan dari Amerika waktu itu. ia melangkah mendekati Lardo dengan senyum lebar yang tercetak di bibir kecilnya sementara Lardo menaikkan sebelah alisnya bingung karena sama sekali tidak mengenal siapa anak laki-laki yang tengah berjalan mendekat ke arahnya saat itu.


Kenji sekarang sudah berada di hadapan Lardo, ia mengamati wajah tampan Lardo dengan sangat teliti bahkan tak hanya wajah, ia juga mengamati leher jenjang Lardo, bentuk dada, pinggang bahkan punggungnya. "Apa kau benar, Kak Lardo?" Tanya Kenji menundukkan pandangannya gugup.

__ADS_1


"Iya, ada apa?" Kenji tersenyum sumringah lalu mengjentikan jarinya. "YOSH! Nampaknya dugaanku benar, baiklah, sekarang aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu." Kenji melangkah mundur sedikit lalu berdiri tegap di hadapan Lardo. "Perkenalkan namaku Kenji Hiro, aku murid pindahan dari Amerika. aku duduk di bangku kel-"


"Kelas 8-D." Potong Lardo yang membuat mata Kenji langsung berbinar. "WAHHH... APA KAU SUDAH MENGENALKU SEBELUMNYA?!" Tanya Kenji dengan nada suara yang sangat bersemangat. "Belum, aku hanya mendengar sedikit tentang dirimu." Nada suara Lardo terdengar sangat dingin di telinga Kenji membuat Kenji semakin terpesona dengan aura Lardo. "Suatu kehormatan bisa dikenal olehmu walaupun sedikit." Kenji melangkah berdiri tepat di samping Lardo sekarang. ia meletakkan sebelah tangannya pada bahu Lardo, bertingkah seakan-akan sudah sangat akrab dengannya. "Kau tau, kak?" Lardo melirik sekilas kepada Kenji yang sekarang tengah berada di sampingnya.


"Aku ini sainganmu, loh." Lardo mengerutkan dahinya semakin dalam, tidak mengerti dengan ucapan Kenji. "Saingan?" Tanya Lardo bingung. Kenji menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban atas pertanyaan Lardo.


"Mereka bilang kalau tidak ada yang dapat menandingi ketampananmu terutama aku. padahal dulu di sekolahku sebelumnya, aku menjadi murid yang paling tampan dan sangat populer di sana. jadi aku menganggap kau sebagai sainganku." Lardo seketika langsung memasang wajah dengan ekspresi datar setelah mendengar penjelasan dari Kenji.


Lardo menurunkan tangan Kenji dari atas bahunya lalu berniat untuk pergi ke kelasnya sekarang. saat baru saja hendak melangkah pergi, Kenji malah menghentikan langkah Lardo dengan mengatakan hal-hal yang aneh. "Tunggu, Kak Lardo."


Lardo membalikkan tubuhnya sedikit ke arah Kenji yang tengah melipat kedua tangan sejajar di depan dada sambil menatap kearah Lardo. "Apa Leora juga menghindarimu?" Ekspresi wajah Lardo seketika berubah menjadi serius dan menatap Kenji yang sekarang tengah berada di hadapannya dengan tatapan tajamnya.


"Tidak perlu terkejut seperti itu, aku melihat kau berbicara dengan Leora tadi, tapi secara tiba-tiba dia meninggalkanmu."


"Apa kau berhubungan dekat dengan Leora?"


Kenji mengangkat kedua bahunya tidak tau sebagai jawaban atas pertanyaan Lardo. "Aku hanya berusaha untuk mendekatinya, karena menurutku ia sangat berbeda dengan gadis lainnya." Lardo hanya mendengarkan apa yang Kenji ucapkan.


"Saat aku berusaha untuk mendekatinya, ia malah menghindariku dan berkata 'Oi, Kenji. sebaiknya kau menjauhiku, sebelum kau di buat babak belur oleh suamiku.' itu yang dia katakan." Kenji sedikit mengingat kejadian saat ia berhadapan dengan Leora kemarin.


__ADS_1


"Padahal aku baru saja ingin menggodanya, tapi dia malah mengatakan hal itu dan memarahiku karena aku memakai anting ke sekolah. bukankah itu bisa di bilang seperti Double Kill, Kak Lardo?" Lardo ingin sekali tertawa keras sekarang juga di hadapan Kenji saat itu.


"Sayang sekali, aku turut berduka atas apa yang kau rasakan. tapi satu hal yang perlu kau ketahui sebelumnya, Leora itu sangat tidak menyukai pria brandal sepertimu." Kenji langsung ternganga mendengar ucapan Lardo, sementara Lardo sudah melangkah pergi meninggalkan Kenji setelah mengatakan hal itu padanya.


"Ah, Kak Lardo. kata-katamu sangat menyakiti hatiku, loh." Ucap Kenji pelan sambil mengusap matanya yang tidak terlihat setetes air mata sedikit pun. Lardo melangkah masuk ke dalam kelasnya lalu mendudukkan tubuhnya pada kursi miliknya.


Ia menopang dagu sambil menatap ke arah luar jendela. "Bukankah terlihat sangat aneh? aku yakin Leora pasti menghindariku karena satu hal, tapi aku tidak tau apa penyebabnya." Gumam Lardo pelan sambil memainkan sebuah pulpen yang di apit antara jari telunjuk dan juga ibu jarinya.


"Aku rasa aku harus menemui Leora saat pulang sekolah nanti untuk membicarakan hal ini padanya."


.........


Bel pulang sekolah berbunyi, Leora bergegas untuk segera meninggalkan area sekolah. ia terlihat tengah berlari menuju loker untuk mengganti sepatu dan segera pulang ke rumah dengan cepat agar tidak perlu bertemu dengan Lardo lagi.


Tapi baru saja hendak menutup pintu loker dan bergegas pergi, tiba-tiba Lardo sudah berada di belakangnya sehingga membuat Leora sangat terkejut bukan main. "Leora." Leora memalingkan wajahnya dari Lardo membuat Lardo semakin yakin kalau ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya.



"Sangat tidak sopan pergi meninggalkan seseorang yang tengah berbicara denganmu." Ucapan Lardo membuat Leora sedikit bergidik ngeri, nada suaranya terdengar sangat serius saat ini.


Leora berusaha memberanikan dirinya berhadapan dengan Lardo. ia dapat melihat Lardo tengah menatapnya dengan tatapan lekat, membuat Leora tidak berani mengatakan sepatah kata pun kepadanya. "Jika memang kau tidak berusaha untuk menghindariku, kau mungkin tidak akan beranjak pergi seperti tadi saat aku sedang berbicara denganmu."

__ADS_1


Semua pasang mata yang berada di area loker saat itu terfokus pada Lardo dan juga Leora membuat Leora merasa sedikit malu di tambah lagi dengan posisi Lardo saat itu. "Lardo..." Lardo masih menatap tajam kepada Leora membuat Leora hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Bisakah kita berbicara di tempat lain?"


__ADS_2