Love And Mystery

Love And Mystery
-14- Special Night


__ADS_3

Sesampainya di butik….


Mereka berdua turun dari mobil dan langsung berjalan kedalam.


“Juna, kamu disini?” sapa seorang wanita yang melihat kemunculan Juna.


“Aaahh, Kak Yusa... apakabar.” Juna membalas sapaan wanita yang bernama Yusa itu.


“Bagaimana kabar kamu? Baik-baik saja kan? Jihan, gimana kabarnya?” tanya Yusa begitu Juna dan Kais sudah berada tepat didepannya.


“Kak Jihan baik, dan aku juga baik-baik saja,” jawab Juna.


“Kamu tumben kesini, ada perlu apa? Haaa... jangan-jangan kamu mau….” tebak Yusa yang melihat Juna datang bersama Kais, karena tidak seperti biasanya.


“Eeeiii... maksud Kakak menikah? Hahaha... bukan Kak, bukan karena itu,” sahut Juna yang melihat reaksi Yusa terkejut.


“Haaahh, Kakak pikir kamu beneran akan menikah,” balas Yusa lagi.


“Oh iya Kak, dia Kais sahabatku dan Kais dia Kak Yusa designer di butik ini.” Juna mencoba memperkenalkan Yusa dan Kais.


“Hallo, salam kenal aku Yusa.” Yusa mengulurkan tangannya, dan mengajak Kais berkenalan.


“Hallo Kak, aku Kais... senang bertemu dengan Kakak.” Kais menyambut uluran tangan Yusa.


“Aaahh... jadi begini Kak, kita butuh baju untuk acara reuni, tapi... aku gak mau yang biasa,” ucap Juna.


“Maksud kamu yang mewah dan glamor?” balas Yusa.


“Ho, kalau perlu yang bisa bikin... eeemm, orang lain merasa berkata waaaahhh, ada kan Kak?” Juna menjelaskan kemauannya dalam memilih baju yang akan mereka kenakan.


“Eeemmm... ada, kamu tenang saja, karena gak ada yang gak mungkin disini,” jawab Yusa sambil memberi kedipan mata sebelah ke Juna.


“Oke, kalau begitu biarkan Kais dulu yang mencari bajunya, karena bajuku jelas lebih simpel,” kata Juna.


“Baik kalau begitu, Kais silakan masuk kedalam lebih dulu untuk bisa melihat-lihat model bajunya.” Yusa mengarahkan Kais untuk masuk kedalam untuk melihat koleksi bajunya.


“Kak Yusa!” panggil Juna.


“Ho, ada apa?” respon Yusa.


“Tolong buat dia secantik dan seglowing mungkin, sampai orang lain kagum sama dia,” bisik Juna yang berbicara lebih dekat dengan Yusa.


“Eeeiii, kamu suka sama dia?” goda Yusa.

__ADS_1


“Ho, aaahh enggak kok Kak, kita cuman teman,” jawab Juna yang sedikit terkejut dengan tebakan Yusa.


“Hei... dari mata kamu sudah bisa menunjukkan kalau kamu suka sama dia.” Yusa membalas bisikan Juna sembari menepuk-nepuk pundak Juna, lalu ia pergi menyusul Kais yang sudah berada didalam.


Yusa menyusul Kais masuk kedalam, sedangkan Juna memutuskan duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sembari Juna menunggu, ia bermain game yang ada di hp nya.


-- Beberapa Menit Kemudian --


Juna menutup game nya dan langsung masuk kedalam, ia memilih satu baju yang akan dia pakai. Dia selesai lebih dulu daripada Kais, dia keluar dari ruang ganti dan kembali menunggu degan duduk di sofa.


“Juna, ini kamu minum dulu. Makeup seorang wanita memang seperti ini, lumayan cukup lama, kamu masih bisa sabar menunggu kan?” Yusa datang dengan membawa dua cangkir teh dan memberikan satu ke Juna.


“Heemm, patesan Tante Dewi nyuruh ku datang sore, jadi ini sebabnya.” Juna membalas Yusa dengan senyumannya.


“Ho, ditambah lagi kamu tadi bilang suruh buat dia terlihat beda, jadi makin lama lah, hahaha,” sahut Yusa terkekeh geli sendiri.


Yusa dan Juna terus mengobrol dengan santai sembari menunggu Kais yang masih ada di dalam.


30 menit kemudian….


“Heey, sebentar aku mau lihat kedalam dulu apa dia sudah selesai atau belum,” ucap Yusa beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kedalam.


Beberapa detik kemudian....


“Juna dia sudah selesai,” panggil Yusa dari arah depannya.


“Gimana menurut kamu?” tanya Yusa yang berdiri di sebelah Kais.


“…” Juna hanya terdiam, tanpa berkedip dia terus menatap ke arah Kais yang sudah memakai gaun berwarna putih dengan gaya modern itu.


“Hooyy, Bae Juna!” panggil Yusa dengan nada sedikit meninggi, membuat Juna tersadar dari lamunannya.


“Ho? Aaahh… eeemm... lumayan, seenggaknya membuat orang lain bisa kagum.” Juna menjawab dengan nada gugup dan canggung, dia juga langsung mengalihkan tatapannya.


"Kais itu artinya, kata Juna kamu sangat cantik," bisik Yusa melempar senyumnya ke arah Kais.


Sedangkan Kais hanya membalas Yusa dengan senyumnya.


Semenit kemudian Juna mendapatkan info kalau jemputan mereka berdua sudah datang.


“Kak, aku nitip mobilku ya... kemungkinan kalau gak nanti ya besok aku ambil,” ucap Juna.


“Oke, gak masalah... selamat bersenang-senang kalian berdua,” jawab Yusa.

__ADS_1


“Kais... ayo kita keluar, jemputan kita sudah datang.” Juna yang masih gugup, berjalan keluar lebih dulu dan diikuti Kais dari belakang.


Mereka berangkat menuju lokasi tempat diadakan acaranya, 20 menit mereka habiskan diperjalanan dan akhirnya mereka sampai Juga di lokasi acara.


“Waaahh, mereka mengundang wartawan? haaahh.” Juna menatap ke jendela mobil sebelah kanan.


Selain itu Juna juga melihat tangan Kais terus gemetar. “Heeemm... tenang semuanya akan baik-baik saja, kamu gak perlu takut,” ujar Juna memegang tangan Kais, bermaksud untuk menenangkannya.


“Oh! Hheem, aku akan coba berusaha lebih tenang lagi,” jawab Kais tersenyum menatap Juna yang ada di sebelahnya.


“Kalau memang kamu masih merasa segugup itu, begitu turun kamu ikuti saja semua yang aku sarankan, paham kan?” Juna membalas tatapan Kais dengan senyumannya yang manis.


Ketika sudah berada tepat di pintu masuk, Juna turun dari mobil, lalu dia membukakan pintu untuk Kais dan membantu Kais untuk turun dari mobil dengan memegang tangannya.


Begitu Kais sudah turun dari mobil, Juna menggandeng Kais dengan perasaan yang campur aduk, tetapi Juna mencoba terlihat percaya diri dan keren.


Semua para wartawan yang hadir di tempat itu langsung mengarahkan kameranya untuk memotret Juna dan Kais yang berjalan masuk melewati karpet merah.


“Dia idol?”


“Dia ganteng banget.”


“Visual nya seperti aktor.”


“Perempuannya juga cantik banget.”


“Iya berasa memotret seorang aktris.”


“Visualnya juga berasa seperti idol.”


"Seperti memotret pasangan artis."


Celoteh para wartawan yang sedang berdiri berjajar didepan pintu masuk, sambil terus memotret Juna dan Kais setiap langkah mereka.


Ketika sudah berada didalam ruangan tempat acara berlangsung, mereka langsung disambut oleh..., yang membuat Kais memegang Juna lebih erat daripada sebelumnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung….


__ADS_2