
-- Keesokan Paginya --
Kais terbangun dari tidurnnya, saat ia berjalan keluar dari kamar, dia sangat terkejut melihat Juna yang sedang tidur di sofa ruang tengah, dengan wajahnya ditutupi dengan beberapa lembar kertas.
“Kenapa dia tidur disini?” gumam Kais mencoba mendekat ke Juna.
“Ini kertas-kertas apa coba, sepertinya penting.” Kais mencoba mengambil satu lembar kertas yang menutupi wajah Juna, dan coba membacanya.
“Ini seperti mayat yang sudah aku otopsi kemarin, tapi kenapa disini tertulis tahun 1997?” batin Kais setelah membaca salah satu kertas yang menutupi wajah Juna.
Juna mendengar gumaman Kais, ia langsung bangun dan meraih kertas yang dipegang Kais. “Ini bukan sesuatu yang penting, jadi kamu gak perlu tau,” sahut Juna bangkit dari sofa.
“Gak penting? Tapi disitu tertulis buktinya ada berupa permen mint. Juna, pasti ada hubungannya kan sama mayat yang aku otopsi kemarin?” tanya Kais yang langsung duduk di sofa.
“Aku bilang gak ada, ini cuman berkas perbandingan. Sudah, jangan berpikiran macam-macam, aku mau ke kamar dulu.” Juna merapihkan semua kertas dan memasukkannya ke dalam amplop coklat, lalu membawanya ke kamar.
“Dia aneh, jelas-jelas disana hasil otopsinya menunjukkan luka dan bukti yang sama, tapi dia bilang gak penting? Pasti ada yang dia sembunyikan dariku,” batin Kais sembari ia menyalakan tv.
*****
Sementara itu….
“Kais gak boleh tau tentang kasus ini, kalau ternyata kasus ini cukup bahaya, dia bisa terseret masuk dan bisa membahayakan hidupnya,” batin Juna menatap langit-langit kamar tidurnya, sambil ia kembali merebahkan badannya diatas kasur empuknya.
Tanpa disengaja ia kembali tertidur hingga siang hari.
~ Pukul 3 Sore ~
Hp Juna tiba-tiba berdering, dia mendapatkan telepon masuk dari Baesik. Mereka membuat janji temu disebuah kedai. Juna bangun dari kasurnya, ia menatap cahaya sore yang sudah terlukis di jendela kamarnya, dia mengosok-gosok matanya sambil menguap, seakan waktu tidurnya belum cukup.
Perlahan Juna berjalan ke arah kamar mandi, satu pesatu pakaian ia tanggalkan dan dia langsung masuk kedalam bak mandi untuk berendam.
1 Jam kemudian....
__ADS_1
Selesai berendam, Juna beranjak dari bak mandi dan langsung memakai handuk kimono nya. Seperti biasanya ia hanya memakai handuk tersebut keluar dari kamar mandi dan saat dikamar dia baru berganti baju.
“Juna aku mau pinjem sepat....” Tiba-tiba Kais membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam, saat sang pemilik kamar masih menggunakan handuk mandi.
“Heeeyyy! Kenapa kamu main masuk aja, keluar sekarang!” usir Juna langsung menutup handuk mandinya, terutama pada bagian lehernya yang terbuka cukup lebar.
“Oo... maaf, aku akan keluar sekarang,” gugup Kais dengan cepat ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, selain itu ia juga melangkah keluar dari kamar Juna dan tidak lupa menutup pintunya dari arah luar.
“Haissshh... dia benar-benar ya, kebiasaan main nyelonong aja ke kamar orang,” gerutu Juna di depan kaca yang ada di kamarnya.
Begitu Kais keluar, Juna melanjutkan aktifitasnya, ia melangkah ke almari dan memakai baju yang sudah ia pilih.
Juna menata rambutnya seperti biasanya, setelah dia rasa sudah cukup rapih, ia melangkah keluar dari kamarnya.
Juna berjalan menuruni setiap anak tangga yang berjajar seperti sebuah red karpet yang membentang, ketika ia menatap ke arah bawah, dia melihat Kais yang sedang menonto tv, ditemani dengan cemilan buatan asisten rumah tangga yang bekerja dirumah itu.
“Juna!” panggil Kais yang berbalik dan menatapnya saat akan pergi.
“Ho, ada apa?” jawab Juna ikut berbalik, ketika mendengar suara yang memanggil namanya.
“Haah... lain kali jangan diulangi hal seperti itu. Aah, kamu harus bersiap hari ini, karena besok penerbangan kita pukul 10 pagi, jadi jangan sampai terlambat,” tutur Juna sebelum melangkah pergi.
“Oke, tapi kamu mau kemana?” tanya Kais melihat Juna yang sudah rapih, tidak seperti biasanya.
“Aku mau keluar dulu menemui Baesik, dan sepertinya aku akan pulang larut hari ini. Jadi jangan terlalu khawatir, oke.” Juna tersenyum manis ke arah Kais, tidak lupa juga ia membelai lembut pipi Kais dengan satu telapak tangannya. Hal tersebut membuat wajah Kais langsung memerah.
Juna melangkah pergi dan menaiki mobil yang sudah siap pergi, ia diantar oleh supir pribadi keluarganya.
Setelah sampai di kedai....
Juna masuk kedalam kedai dan ia melihat Baesik melambai ke arahnya, dia yang melihat hal tersebut langsung menghampiri Baesik.
“Hei, sudah lama menunggu?” tanya Juna menarik kursinya dan ia segera duduk.
__ADS_1
“Lumayan Kak. Oh... ya Kak, Kak akan menepati janji kakak hari ini kan?” balas Baesik.
“Janji? Janji apa?” ujar Juna kebingungan.
“Eiii, janji Kak Juna akan minum dengan ku hari ini, bukannya Kakak sudah balik ke Indonesia besok pagi,” ucap Baesik menarik ujung bibirnya dan membuat sebuah senyuman di wajahnya.
“Aah, soal itu kamu tenang saja. Aku tau kamu akan bilang seperti ini kepada ku, makanya aku sengaja bawa supir,” seru Juna menanggapi permintaan Baesik.
“Okey, berarti malam ini kita harus benar-benar bersenang-senang,” jawab Baesik dengan semangat.
“Tapi sebelumnya aku mau tanya soal email balasan yang sudah kamu kirim ke aku, itu beneran? Anak kecil itu pernah terlibat kasus?” tanya Juna secara tiba-tiba membahas hal yang serius.
“Iya Kak anak itu memang pernah terlibat kasus, memang sih kasusnya itu tidak terlalu besar. Tapi menurutku anak yang tumbuh dengan kepribadian seperti itu, kemungkinan besar dapat membuatnya menjadi psiko yang haus darah” jelas Baesik memecah rasa penasaran Juna.
“Baiklah kalau begitu,” jawab Juna menganggukkan kepalanya.
Mereka berdua terus berbincang-bincang hingga gelap tiba. Dari sebuah kedai mereka tidak langsung pulang, mereka melanjutkan menuju sebuah bar yang cukup besar di Seoul, keduanya terus berbincang-bincang sambil terus minum.
Sementara itu Baesik, seperti laki-laki kebanyakan, dia suka ditemani para wanita cantik.
Sementara Juna hanya bisa melihat Baesik dengan heran. Sama seperti Baesik, Juna juga sempat digoda oleh beberapa wanita cantik yang ada di bar itu, tetapi ia langsung membalasnya dengan tatapannya yang dingin.
Juna yang merasa tidak nyaman terus melihat jam tangan yang terpasang di pergelangan tangan sebelah kanan nya.
Ketika ia akan minum, hp nya tiba-tiba berdering. Saat melihatnya ternyata ada pesan masuk dari….
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.