
“Aku akan kesana, Agen Y dan Agen C kesana... oke,” kata Juna dengan suara berbisik.
Kedua anggota nya mengangguk dan langsung melaksanakan, mereka terus mencari dengan langkah perlahan. Selang beberapa menit kemudian, Juna menemukan para pelaku lebih dulu, Juna melihat para pelaku sedang menguburkan sebuah karung.
Melihat kelakuan pelaku yang mencurigakan, dia langsung membidikkan pistol yang dia pegang.
“Dddduuuuaaarrr!!!”
Tembakan yang dilayangkan Juna pun meleset, pelaku yang menyadari keberadaan Juna dari jauh pun bergegas pergi dan meninggalkan semua alat-alat nya, mereka masuk mobil dan langsung memacu mobil nya meninggalkan tempat itu.
“Hei!! Berhenti disana, heeii!!!” teriak Juna yang masih terus mencoba menghentikan mobil mereka dengan tembakan, hal yang sudah dilakukan Juna pun menjadi sia-sia, mobil malah melaju semakin jauh.
“Aaaaa... benar-benar sial!!” murkah Juna sambil ia menyibakkan rambutnya coklatnya, ia memasang wajah sangat marah.
“Kap, Kapten tidak apa-apa? Kita dengar suara tembakan dari jauh,” ucap Charly yang baru datang.
“Aku gak apa-apa, tadi aku yang menembak, dan yang hanya mereka lakukan adalah kabur,” jawab Juna.
“Ko center apa korban masih bisa bicara? Apa dia masih ada di bagasi?” tanya Juna ke Kokoh.
“Masih Kap, korban masih ada di bagasi dan kini korban sudah berhasil membuka penutup mulutnya jadi dia sudah bisa berkomunikasi langsung dengan kita. Korban bilang pelaku hanya membuka bagasi sebentar, entah untuk mengambil apa... lalu setelah itu menutup bagasi nya kembali,” papar Kokoh.
“Oke... sepertinya aku tau, apa yang dibuang pelaku.” Juna langsung membalikkan badan dan menuju ke lubang yang sudah digali pelaku dan tempat pelaku menguburkan sesuatu.
“Kalian coba bantu aku menggali, cepat!” Juna meletakkan pistolnya di tempatnya dan mulai menggali dengan kedua tangannya, dibantu dengan 2 rekannya.
“Kap, ada karung.” Yuyun terkejut menatap karung yang mereka temukan.
“Buka sekarang, kita lihat apa isinya,” pinta Juna menatap karung dengan rasa curiga.
Yuyun mulai membuka ikatan tali yang mengikat ujung karung, setelah semua terlepas yang ada didalam karung tersebut adalah….
“Waaahhaaaa... apa ini?” Yuyun terkejut sekaligus takut, dia langsung melepaskan karung yang awalnya dia pegang.
“Agen Y hubungi tim forensik dan polisi patroli sekarang,” pinta Juna sambil menatap mayat yang mereka temukan.
“B... b... baik Kap.” Yuyun masih takut dan tangannya juga gemetar, langsung keluar dari lubang galian itu, lalu menelepon tim forensik.
Begitu pula dengan Charly yang tadinya didalam lubang galian, akhirnya dia keluar dari lubang tersebut, kini tinggal Juna yang masih ada di dalam lubang galian.
Juna memanfaatkan hal tersebut dengan menyentuh mayat yang dia temukan dengan tangan kosong, perlahan tapi pasti secara otomatis ia melihat kejadian dan mendengar apa yang diucapkan para pelaku.
Nafas Juna menjadi terengaenga setelah menyentuh mayat tersebut. “Sekolah? Kenapa mereka akan menuju kesekolah? Siaran langsung tentang apa yang akan mereka lakukan?” gumam Juna dalam hati.
Mendegar suara sirine yang semakin mendekat, Juna pun akhirnya keluar dari lubang itu dan menjauhi mayat yang dia temukan.
“Haah... gawat Kais gak boleh melihatku dalam kondisi seperti ini, kalau tidak dia pasti akan mulai cerewet, tapi apa dia akan datang sendiri?” gumam Juna sendiri.
__ADS_1
“Agen Y, kamu punya topi atau semacam nya gak?” tanya Juna yang langsung mendekat ke tempat Yuyun berdiri.
“Enggak punya Kap, memang kenapa?” tanya Yuyun.
“Enggak aku cuman berniat ingin pinjam,” jawab Juna berkilah.
Ketika sibuk mengobrol denga Yuyun, ternyata tim forensik sudah tiba di TKP dan diikuti dengan polisi patroli. Sesuai dugaan Juna, Kais datang sendiri ke TKP bersama dengan dua asistennya.
“Hhaaaahh, untuk sementara ini aku coba tutupi dengan poni sajalah.” Juna membalik badannya dan menata poni rambutnya untuk menutupi perban yang berukuran sedang yang masih menempel dijidatnya.
“Hei!” celetuk Kais sambil meraih pergelangan tangan Juna.
“Apa? Kenapa? Ada masalah?" ujar Juna sedikit gugup.
Kais menghelah nafas mengetahui apa yang disembunyikan Juna. “Kamu pikir aku tidak tau? Ini kenapa?” ucap Kais menyibakkan poni Juna dengan setu hentikan jari.
“Aaahh, ini? Ini cuman luka kecil, aku gak apa-apa,” kilah Juna, agar Kais tidak semakin banyak bertanya.
“Baik apanya? Kapten terluka bukan disitu saja kan," sahut Yuyun yang langsung ikut nimbrung.
“Apa! Hei, yang benar aja kamu... dimana lagi kamu terluka hah!” Kais memberi respon sesuai dugaan Juna.
“Tapi, ngomong-ngomong apa kalian kenal akrab? Maksudku, kalian berbicara dengan kata-kata tidak formal dan....” Yuyun mencoba menanyakan hal yang membuatnya penasaran, tapi kata-kata yang dia ucapkan terpotong.
“Iya, kita sangat akrab... melebihi seorang teman,” potong Kais terhadap pertanyaan Yuyun.
“Heei!! Agen Y, jangan asal bicara... kembali bekerja sana!” bentak Juna yang lebih terkejut dengan pertanyaan Yuyun.
“Baik Kap.” Yuyun pergi dengan menahan tawa meskipun sudah mendapat bentakan dari Juna.
“Hahaha... selalu ada aja kejadian begini.” Kais terkekeh mendengar Juna membentak rekan satu tim nya.
“Bahagia kamu hah, kamu juga sana kembali bekerja,” usir Juna.
“Hey, tenang aja mereka masih menyiapkan semua. Oh iya... kamu bawa hp?” ucap Kais dengan nada santai.
“Buat apa?” tanya Juna dengan nada dingin.
“Bagi nomor telepon, dong? Itu juga tidak boleh? Apa karena kamu mantan siswa populer disekolah” canda Kais yang selalu ia lakukan ke Juna.
“Aaahh, oke... tapi ingat jangan bagi ke siapapun tanpa seizinku.” Juna mengambil hp nya dari dalam saku dan memberikannya ke Kais.
Dan beberapa menit kemudian. “Udah ini,” ucap Kais mengembalikan hp Juna.
“Oo... sepertinya mereka sudah siap aku kesana dulu.” Kais beranjak dari hadapan Juna dan mulai bekerja.
“Agen Y... Agen C, kita harus kembali ke kantor, serahkan yang disini ke polisi patroli,” ajak Juna, melangkah pergi dari lokasi itu.
__ADS_1
“Baik Kap," jawab mereka berdua mengikuti langkah Juna.
Mereka kembali ke kantor dan langsung menuju ke golden time room.
“Agen J, cari latarbelakang dan semua tentang pacar korban, sih Alvaro,” pinta Juna yang baru datang.
“Ada apa Kap? Ada masalah? Jangan bilang,” tanya Jiny.
“Benar! Pelakunya memang pacar korban dan dibantu dengan kaki tangannya yang sempat aku lihat sekilas sebelum kecelakaan,” jawab Juna.
“Haaaahhh... baik Kap,” respon Jiny sedikit terkejut.
Setengah menit kemudian....
“Kap, ini semua yang berkaitan dengan pelaku, catatan kejahatan dan semua akun media sosialnya bersih, tetapi setelah aku cari lagi dia memiliki website yang didalamnya ada alamat dark web milik nya. Masuk ke situs dark web sebenarnya membutuhkan akses dari pemilik, tetapi aku berhasil menerobos masuk dan setelah dilihat, tadi yang imagenya bersih ternyata benar-benar sangat kotor dan ini salah satunya Kap.” Jiny menyodorkan lembaran kertas ke Juna yang semua nya berisi tentang keburukan pelaku.
“Kerja bagus Agen J,” ucap Juna.
“Semuanya aku sempat mendengar tadi kalau mereka akan merekam vidio di sebuah sekolah sekitar pukul 9 malam, tapi aku tidak tau pasti disekolahan mana tepat nya, oo... Agen J, tolong cari tau dimana saja pelaku bersekolah?” Juna berkilah, karena dia tidak ingin orang lain tau kemampuan khusus yang ia miliki.
“Kap, pelaku bersekolah di sekolah SD Kusuma Bangsa, SMP Kertajaya dan SMA Tunas Harapan. Untuk SD nya masih beroprasi, SMP juga masih menerima siswa tahun ini, tapi untuk SMA nya... SMA nya baru tutup 5 bulan yang lalu Kap.” Jiny membaca apa yang dia temukan.
“Kita kesana sekarang,” ajak Juna yang langsung berdiri dan berjalan ke sebuah lemari untuk memakai rompi pelindung badan.
“Eeeemmm, guys sepertinya kalian harus bergegas karena pelaku baru saja mengumumkan kalau siaran akan dimajukan,” kata Jiny.
.
.
.
.
.
Bersambung.
*********************************************
Cuplikan episode 7
“Kap, dia ke atap,” tunjuk Charly ketika melihat kemunculan Juna.
Juna terengah-engah setelah berlari setelah sampai di lantai 4. “Oke, aku akan kesana, aku akan infokan keberadaan korban jika sudah mengetahuinya.” Juna kembali berlari menuju atap, setelah menjawab kata-kata Charly.
Setibanya di atap Juna berusaha membuka pintu, tetapi ternyata....
__ADS_1