
Juna mulai berbelok dengan hentakan langsung mengarahkan pistolnya tapi ternyata, tidak ada siapapun di tempat persembunyian.
“Apa ini, Agen J kenapa tidak ada orang disini?” tanya Juna cukup kecewa, karena tidak menemukan siapapun.
“Sebentar Kap, mini drone sedang mengikuti. Lokasi sementaranya akan aku kirimkan sekarang,” balas Jiny.
“Lokasinya masih dekat dari sini, kita harus segera mengejarnya.” Juna mengajak semuanya masuk ke mobil dan langsung mengejarnya.
Semua anggota tim masuk ke mobil, Yuyun sebagai supir langsung memacu mobilnya mengejar pelaku.
Secara tiba-tiba Yuyun mengerem mendadak dan menghentikan mobilnya.
“Ada apa?” tanya Juna.
“Kap, didepan jalannya langsung masuk ke hutan, dan kalau misalkan GPS nya tiba-tiba hilang, kita akan lebih sulit untuk keluar,” tutur Yuyun, yang lebih mengetahui tempat yang akan mereka tuju.
“Kap, kita kehilangan jejak. Karena mini drone tidak dapat dijangkau,” ujar Jiny menyampaikan lokasi.
“Haissshh... Agen Y, masuk sekarang!” pinta Juna dengan ekspresi serius.
“Tapi Kap,” sahut Yuyun.
“Kalian gak mau masuk? Kalau begitu kita bagi dua, Agen Y dan aku akan masuk. Lalu kalian berdua tunggu disini, polisi patroli akan segera datang dan kalian bisa langsung berangkat, apabila mendengar pelaku ada di tempat lain,” cetus Juna membagi kelompok.
“Kenapa kalian diem aja, cepat turun! Korban dalam bahaya, sekecil apapun kemungkinan kita menemukan korban didalam hutan ini, kita tetap harus masuk. Cepat turun aku bilang!!” bentak Juna terhadap anggota tim nya.
Karena melihat Juna yang marah, Marco dan Charly langsung turun dari mobil. “Jalan sekarang Agen Y,” suruh Juna.
“B... b... baik Kap,” gagap Yuyun cepat-cepat menancap gas mobilnya.
“Agen J, share lokasi terakhir mini drone,” ucap Juna.
“Baik Kap,” balas Jiny.
Sesudah mendapat lokasi, mereka dengan cepat menuju ke lokasi yang dituju.
“Kamu tunggu disini dulu,” kata Juna beranjak keluar dari mobil.
Juna yang turun dari mobil, berjalan di sekitar dan mencoba mencari mini drone yang hilang kontak. Ia menggunakan senter untuk menerangi jalannya, dan beberapa menit kemudian dia menemukan sesuatu.
__ADS_1
Dia langsung berlari menghampirinya, dan benar saja, dia menemukan mini drone yang terjatuh, lalu dia mengambilnya dan membawanya.
Juna kembali masuk kedalam mobil dan memindahkan memori mini drone ke hp nya, saat itu ia langsung melihat penampakan mobilnya, ia mengingat-ingat plat nomer mobilnya.
“Kap, apa ada petunjuk yang tersisa didalam rekaman?” tanya Yuyun yang ada di sebelahnya.
“Gak ada, dalam rekaman ini tidak menujukkan akan kemana mobil berbelok. Tapi aku mendapatkan gambaran kalau mobil belok ke arah kiri,” tutur Juna.
Setelah menyentuh mini drone, Juna dapat melihat dengan kemampuan khusus yang ia miliki, tentang apa yang terjadi, meskipun mini drone sudah terjatuh dan tidak merekam lagi.
“Ye, apa maksudnya Kap?” tanya Yuyun bingung terhadap omongan Kaptennya.
“Pokoknya belok kiri sekarang,” balas Juna.
“Siap Kap,” seru Yuyun menjalankan mobilnya.
Mobilnya pun berjalan perlahan, tapi sesuatu hal yang tak terduga terjadi didepan mata mereka. Jalan yang mereka lewati pun habis dan hanya tertutup banyak pepohonan.
“Agen Y sepertinya kita harus menyusurinya dengan jalan kaki,” ucap Juna turun dari mobil, dia membuka kedua matanya lebar-lebar dan mengamati setiap hal yang ada didekatnya.
“Ooo... Kap! Bukannya hal itu seharusnya tidak ada di hutan seperti ini?” tunjuk Yuyun.
Pelan-pelan Juna melangkah, kedua matanya terus waspada dan melihat ke daerah sekitar. Setelah ia rasa tidak ada yang aneh Juna perlahan masuk kedalam gudang besar.
“Apa ini, kalian cuman berdua?” celetuk seseorang yang muncul dari sebuah ruangan.
“Aaa... ternyata kamu, pengecut yang menculik seorang anak SMA? Dimana dia?” cetus Juna sambil ia terus menodongkan pistolnya.
“Kalian akan menemukan dia, silakan kalian cari sendiri. Tapi sebelum itu ada yang ingin bertemu dengan kalian,” celoteh sang pelaku langsung membuka 3 kandang anjing yang berisi 9 anjing liar.
Para anjing-anjing itu berlari ke arah mereka berdua, 3 anjing sudah berhasil Juna lumpuhkan dengan tembakan, dan 6 lainnya masih menyerang mereka berdua.
Yuyun yang takut mencoba berlari ke arah kanan, ia bermaksud agar para anjing itu tidak mengejarnya, tetapi ia malah dikejar oleh 4 anjing.
Sedangkan Juna kembali berhasil melumpuhkan 1 anjing, melihat Yuyun yang diserang 4 anjing, dia dengan cepat mengambil pistol miliknya dan berhasil melumpuhkan 1 anjing dengan sekali tembakan.
Saat satu anjing lagi mengejarnya, ia langsung berlari ke arah tembok kayu, dan ketika sampai pada jalan buntu, dengan cepat ia memanjat tembok itu dan bergantung pada pagar yang ada di lantai dua, anjing yang mengejar Juna menabrak tembok kayu dan pingsan.
Dari lantai dua Juna meliahat Yuyun yang semakin kuwalahan, dengan cepat ia melempar pisau kecil ke arah anjing liar yang menyerang Yuyun, dan pisau kecil itu pun berhasil melumpuhkan 1 anjing lagi.
__ADS_1
Juna segera turun ke lantai bawah, setelah melihat kaki Yuyun digigit oleh salah satu anjing.
Juna menendang salah satu anjin itu, hingga membuat sang anjing terpental jauh. Juna kembali mengambil sebuah pisau kecil yang ia bawa di sakunya dan dengan cepat melemparkannya hingga mengenai sang anjing yang menggigit Yuyun.
“Kap! Awas Kap!” teriak Yuyun melihat satu anjing yang tersisa mencoba kembali menyerang Juna.
“Aaaacchh!!!” rintih Juna kesakitan.
Sebab anjing yang tersisa dengan cepat menggigit lengan kiri Juna, ketika Juna berniat menangkisnya. Gigitan itu menembus jaket yang ia kenakan, hingga membuat darah menetes pada lengannya.
Juna tidak sempat banyak berfikir, ia langsung mengambil pistolnya dan menempak anjing tersebut hingga terjatuh dan tak sadarkan diri.
Sang pelaku yang mengetahui dirinya hampir terpojok pun akhirnya berusaha kabur dengan membobol jendela yang ada dilantai dua.
“Agen Y, cepat kasih tau yang lainnya untuk segera kesini dan bawa bantuan juga. Masalah dia biar aku yang tangani,” pinta Juna sambil memegangi tangannya yang masih kesakitan.
“Tapi Kap, Kapten yakin dia bisa nanganin penjahat itu sendiri? Kapten bisa terluka lebih parah, aku akan coba telepon mereka,” jawab Yuyun.
“Percuma radio dan hp tidak dapat sinyal disini, segera kembali setelah mengabari mereka,” ujar Juna.
Dengan cepat Juna berlari ke lantai dua, ia langsung menatap ke arah keluar jendela, dan ia juga menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari kemana pelaku kabur.
Setelah melihatnya, Juna langsung melompat keluar melalui jendela rusak itu dan meskipun sedikit merasa kesakitan dia segera berdiri, lalu berlari mengejar pelaku. Sementara itu, Yuyun menuruti apa kata Juna.
Dari jarak yang cukup jauh, Juna masih terus mengejar pelaku, meskipun dengan kondisi lengan yang terluka karena gigitan anjing.
“K... K... Kap, Kapten baik-baik saja?” Suara Jiny tiba-tiba….
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1