Love And Mystery

Love And Mystery
-19- Lotte World


__ADS_3

-- Lotte World --


Mereka berdua masuk kedalam Lotte World setelah membeli tiket. Mereka menuju bagian indoor, mereka langsung menuju ke wanahan permainan balon udara.


Saat balon udara terbang, mereka berdua menatap seluruh wahana, dan sesekali juga mereka mengambil foto dengan hp yang mereka bawa.


Dari balon udara, mereka berjalan-jalan dan mampir ke toko penjual makanan dan souvenir yang membuat mereka tertarik.


“Juna, coba pakai ini,” suruh Kais yang sudah memegang bunny hat.


“Hee! Kamu pikir aku anak kecil? Enggak, aku gak mau,” tolak Juna menggelengkan kepalanya.


“Heeemm, coba pakai dulu.” Kais menarik lengan Juna dan langsung memasangkan bunny hat ke kepalanya.


“Owwhh... lucunya,” kagum Kais menatap Juna.


“Kita beli ini,” ucap Kais kegirangan dan akan pergi membayarnya.


“Enggak-enggak, tunggu dulu. Maksud kamu aku akan pakai ini terus? Selama disini?” tanya Juna meraih lengan Kais.


“Ho, jelaslah. Kan memang seperti itu konsepnya,” balas Kais melempar senyuman ke Juna.


“Konsep gimana maksudnya, tunggu dulu... jangan bilang kamu ingin meniru kencan-kencan yang ada di drama?” tanya Juna menahan tawanya.


“Iya memang gak boleh, aku ingin mencoba saja,” balas Kais.


Juna menghelah nafas dan tersenyum. “Yasudah terserah kamu saja, tapi aku aku gak mau pakai yang ini. Aku maunya pakai yang ini, sepertinya lebih keren, gimana?” ujar Juna setelah berganti memakai headband dan langsung menatap ke Kais.


“…” Kais diam seribu bahasa, ia juga sampai berhenti mengedipkan kedua matanya.


“Kakak itu ganteng ya.”


“Sepertiya dia Idol.”

__ADS_1


“Pasti dia trainee.”


Gumam setiap orang yang melewati Juna dengan penuh kagum saat menatapnya.


“Jelek!! Lepas ini, kamu gak cocok pakai itu. Coba pakai yang ini.” Kais langsung melepas headband yang dipakai Juna dan menggantinya dengan sebuah bandana dengan karakter tanduk.


“Dia ganteng banget, cocok jadi superstar.”


“Mungkin dia salah satu calon dari SM Rokies.”


“Dia mirip Kai EXO.”


Orang-orang yang melewati Juna kembali berceloteh, setelah Juna memakai bandana dengan karakter tanduk.


“Haaaiiiss! Aku gak jadi beli ini, kita ke tempat lain saja,” kata Kais dengan dingin, ia langsung melepas bandana karakter tanduk dan meletakkan kembali di tempatnya.


Kais melangkah pergi setelah mengembalikan barang yang tak jadi ia beli, ia juga meninggalkan Juna di belakang.


Juna yang sudah hafal dengan kebiasaan Kais hanya bisa tersenyum ringan dan ia melangkah menyusulnya.


“Ooh... disana ada penjual Ice cream, ayo kita beli,” ajak Juna yang langsung menyeret tangan Kais.


“1 rasa coklat dan satu rasa vanilla,” ucap Juna memesan Ice cream.


“Ooo... buakannya rasa favoritmu itu coklat juga? Lalu kenapa kamu pesan vanilla?” sahut Kais tiba-tiba mengeluakan suaranya.


“Kadang sebuah hidup itu harus, berani mencoba sesuatu yang baru,” tutur Juna memancarkan senyum cerianya.


Beberapa menit kemudian...


Mereka duduk disebuah bangku untuk beristirahat sejenak, dan bersantai untuk menghabiskan jajanan yang sudah mereka beli.


“Heeuum... ternyata rasa ini enak juga,” cetus Kais yang sedang memakan waffle dengan krim anggur diatasnya.

__ADS_1


“Oh ya, apa aku boleh coba?” tanya Juna melirik ke arah Kais.


“Iya, ini kalau kamu mau cob....” ucapan Kais yang terpotong, karena ada sesuatu yang membuatnya terkejut.


Juna langsung mencium Kais setelah mendengar kata iya. “Heeumm, ternyata beneran enak,” ucap Juna mengelap krim anggur yang menempel di bibirnya, setelah mendapat transferan dari bibir Kais.


“Sepertinya kita harus segera melanjutkan perjalanan, sebelum hari semakin petang,” ucap Kais mengalihkan pandangannya, ia juga beranjak dari tempatnya duduk dengan gugup.


“Heeyy!! Kamu mau kemana ini sosis ku belum habis!” teriak Juna, menyusul langkah Kais.


Mereka berdua terus melanjutkan perjalanan dan berpetualang menaiki wahana outdoor yang masih beroprasi, karena sebagian wahana ada yang tutup disaat musim dingin.


Capek berkeliling, mereka pun pulang ke rumah dengan perasaan capek, tetapi juga merasa bahagia setelah seharian jalan-jalan berkeliling Seoul.


Ketika sudah dirumah Kais masuk ke kamarnya, sedangkan Juna baru ingat kalau tujuan awal dia datang ke Seoul adalah untuk sebuah berkas, dia melangkah menuju kamar Tante Dewi dan mencari berkas yang dikatakan Tante Dewi.


Setelah menemukan, ia langsung membacanya satu-persatu kata yang tercetak di kertas itu, selain itu dia juga menemukan selembar foto anak kecil berusia 10 th. Di foto itu terdapat tulisan. “Candra,10 Agustus 2001, Seoul-Korea Selatan.”


“Candra siapa? Kenapa dia ada di berkas milik Ayah?” gumam Juna berpikir keras.


Tak menemukan jawabannya, Juna pun memutuskan untuk mengirimkan foto itu ke Jiny dan menyuruhnya mencari tau secara diam-diam, selain itu dia juga meminta tolong ke Baesik untuk mencari tau. Karena di foto itu juga menyebutkan Seoul.


-- Keesokan Paginya --


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2