Love And Mystery

Love And Mystery
-23- Badai Setelah Pelangi


__ADS_3

“Dia... dia... Kak Juna! Yang dulu pernah ia tolak” Keysa menjadi ikut terkejut setelah tau kalau ia mengenal orang yang sedang bersama Kakaknya.


“Hahaha... rencana tuhan memang berbeda,” gumam Keysa menahan tawanya.


“Haaaa!!! Apa yang mereka lakukan! Mereka benar-benar berkencan? Kalau mereka ke Seoul bersama, apa jangan-jangan mereka pernah... tidur bersama,” celetuk Keysa berbicara sendiri dan semakin berpikiran aneh-aneh.


*****


Yang dilihat Keysa....


“Juna! Tunggu sebentar, ada yang kurang,” panggil Kais kembali saat Juna akan melangkah pergi.


“Ho, ada ap...” kata-kata Juna terpotong.


Kais langsung menarik baju Juna dan langsung menciumnya. Juna yang terkejut bukan mencoba melepaskannya, tetapi malah menarik pinggang Kais untuk lebih mendekat kepadanya.


1 menit kemudian....


Juna melepas tangannya. “Masuklah, atau kita akan benar-benar di grebek sama security komplek, dan jangan pernah melakukan hal yang mendadak seperti tadi, atau... aku benar-benar gak akan langsung melepaskan kamu,” pinta Juna tersenyum, sembari ia tidak melepaskan tatapannya dari Kais.


Kais menelan ludah karena gugup, lalu ia mengalihkan tatapannya ke arah lain beberapa detik.


“Ho, Aku masuk dulu. Hati-hati dijalan,” ucap Kais tersenyum sekilas, lalu melangkah masuk menuju ke dalam rumahnya.


Sementara itu, Juna juga kembali masuk ke dalam mobilnya. Saat Kais sudah masuk kedalam rumah, Juna menjalankan mobilnya menuju apartemennya.


*****


-- Rumah Kais –


Kais masuk ke dalam rumah dengan senyum diwajahnya, perasaan dan jantungnya masih belum normal, setelah apa yang sudah ia alami, tapi tiba-tiba saat ia sudah di dalam rumah....

__ADS_1


“Kakak pulang hari ini?” celetuk seseorang yang langsung menyalakan lampu di ruang tamu.


“Haaahh!! Keysa, sejak kapan kamu disana? Jangan bilang kamu….” Dengan perasaan terkejut Kais terus menoleh kebelakang, untuk memastikan kalau mobil Juna sudah pergi.


“Dia... Kak Juna kan? Sahabat Kakak selama bertahun-tahun waktu kita masih tinggal di Seoul? Kalian beneran berkencan? Tapi bukannya Kakak dulu pernah menolaknya? Lalu... apa kalian pernah tidur bersama?” Keysa yang sudah menahan rasa keingintahuannya dari tadi langsung melayangkan semua pertanyaan yang membuatnya penasaran.


"Tidur bersama? Haaahh, kamu pikir Kakak mu ini seorang ******? Sudah tidur sana, jangan banyak tanya lagi, karena aku juga gak akan menjawab semua pertanyaan mu.” Kais melenggang pergi menuju kamarnya, sambil membawa semua barang bawaannya.


“Yasudah, aku akan tanya Kak Juna sendiri!!” teriak Keysa ke arah Kakaknya berjalan.


-- Keesokan Harinya --


Juna kembali bekerja seperti biasanya, saat itu ia sedang mempelajari dan membaca semua kasus yang sudah terjadi saat dirinya pergi ke Korea Selatan. Pagi hingga sore tim golden time tidak mendapatkan kasus genting.


~ Pukul 8 Malam ~


Terlihat disebuah perkampungan penduduk sebuah jalan yang sepi, jalanan itu memang jarang dilewati seseorang, dan letaknya juga memang cukup jauh dari jalanan besar Kota Jakarta.


Di kaos kaki itu juga terlihat sebuah bercak darah yang belum mengering, perempuan itu terus berjalan sembari ia terus menoleh kebelakang, seakan ada sesuatu yang mengejarnya.


Perempuan itu juga mengenakan sebuah seragam yang sudah tampak amat kotor. Dia terus berlari, hingga akhirnya ketika tenaganya sudah mulai habis, ia memutuskan untuk bersembunyi di suatu tempat dan berusaha menelepon polisi.


-- Golden Time Room --


Sirine bahaya tiba-tiba berbunyi. “Code zero... code zero... seorang anak perempuan bernama Kiky, berusia 18 th, ia mengaku diculik oleh supir taxi yang ia naiki waktu pulang dari sebuah kursus,” ucap K center.


Juna yang mendengar hal tersebut langsung berlari keluar dari ruangannya dan buru-buru memakai perlengkapan, lalu melangkah pergi bersama anggota lainnya.


Kini anggotanya kembali lengkap setelah Marco kembali ke dalam tim, sesudah ia menjalani perawatan di rumah sakit.


-- TKP --

__ADS_1


“Mini drone sudah dijalankan, Agen J segera lakukan pemeriksaan sekitar,” pinta Juna.


“Siap Kap,” balas Jiny.


“Semuanya, lebih baik kita sergap dari dua arah. Agen M dan Agen Y dari arah sana, lalu aku dan Agen C ke arah sini,” tegas Juna mengarahkan anggota tim nya.


“Siap Kap,” jawab seluruh timnya.


Perlahan tapi pasti Juna dan Charly terus melangkah ke tempat persembunyian korban.


“Agen J, kasih tau lokasi pasti korban,” bisik Juna melalui mini phone.


“belok kiri sesudah ada kotak pos besar Kap,” balas Jiny.


Mendekati lokasi Juna menyuruh seluruh anggota tim mengeluarkan senjata mereka dan mengarahkan ke depan.


“Hati-hati,” bisik Juna sambil menatap Charly yang ada di sebelahnya.


Charly membalas kata-kata Juna hanya dengan anggukan, hal itu sudah mewakili kalau Charly mengerti dan memahami perintah Juna.


Juna mulai berbelok dengan hentakan langsung mengarahkan pistolnya tapi ternyata….


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2