Love And Mystery

Love And Mystery
-38- Petunjuk Baru??


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup lama karena macet, mereka akhirnya sampai di sebuah toko perhiasan yang cukup terbilang besar.


“Waaahh... aku baru tau ada toko perhiasan besar di Seoul,” kagum Kais bola matanya berputar, seakan ingin menatap seluruh ruangan.


“Selamat datang. Kalian ingin cari cincin pasangan?” sapa karyawan toko.


“Iya, kita cari cincin couple, tapi lebih tepatnya cincin pernikahan. Dan sebuah kalung couple tanpa bandul,” ucap Juna menyambut sapaan karyawan toko.


“Kalau menurut rekomendasi saya yang ini, model cincin terbaru yang ada di toko ini. Modelnya sederhana, tapi juga elegan,” papar sang karyawan toko menunjukkan cincin pilihannya.


“Bagaimana menurut kamu Chagi?” tanya Juna menatap Kais yang ada di sebelahnya.


“Bagus, aku suka dengan desainnya. Kita ambil yang ini aja,” balas Kais.


“Oke, kita ambil yang ini. Terus jangan lupa kalungnya juga ya, dan untuk cincinnya apa bisa ditambah ukiran inisial nama?” ujar Juna kembali.


“Bisa tuan, silakan tulis disini untuk menuliskan inisialnya dan hasilnya bisa diambil minimal 4 jam lagi.” Karyawan toko itu menyodorkan sebuah note kertas dan bolpoin, untuk menulis inisial nama mereka dan detail pesanan yang mereka inginkan.


“Baik kalau begitu saya akan bayar DP nya terlebih dahulu, dan sisanya nanti pada saat mengambil barangnya.” Juna mengembalikan note kertas bersama kartu untuk membayar barang yang dia pesan.


“Ini untuk ambil barangnya nanti, dan ini kartunya. Terimakasih sudah mampir dan memilih toko kami,” ujar sang karyawan toko, membungkukkan badannya sedikit sebagai tanda terimakasih.


Mereka berdua juga ikut menundukkan kepalanya sedikit dan keluar dari toko perhiasan itu. Sembari menunggu cincin pesanan mereka jadi, mereka pergi berjalan-jalan keliling Seoul dan sesekali mengambil foto.


5 jam kemudian….


Setelah capek berjalan-jalan mereka kembali ke toko perhiasan dan mengambil barang yang sudah mereka pesan, lalu mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap.


--Hotel--


“Haaahh... kenapa kamu terus senyum-senyum melihat itu,” celetuk Juna mentap Kais yang sekarang sudah menjadi istrinya tersebut sedang melihat dua cincin masih berada ditempatnya.


“Heem! Aaaa... aku cuma seneng aja melihat semua ini, tapi Chagiya kalung ini buat apa?” tunjuk Kais pada benda yang dia maksud.


“Aaaa... cara pakainya seperti ini.” Juna menghampiri Kais, dan mengambil kalung tanpa bandul itu, terus dia juga mengambil cincin yang akan dia berikan ke istrinya itu, lalu ia menyatukan keduanya dengan memasukkan kalung ke lubang tengah cincin.


“Dan kita akan memakainya seperti ini,” sambung Juna sembari kedua tangannya terus bergerak memakaikan kalung dengan bandul cincin itu ke leher Kais dari belakang.


“Maaf karena aku, kamu belum bisa memakai cincin itu di jari kamu. Karena bagaimanapun juga keselamatan kamu adalah prioritas ku,” jelas Juna menundukkan kepalanya, dia kembali merasa bersalah.


“Gak apa-apa... astaga kenapa kamu malah menundukkan kepala, ini juga bukan karena kamu,” balas Kais membalik badannya dan langsung memeluk Juna.


“Oh... ini sudah jam 6. Sepertinya kita harus bersiap, karena penerbangan kita pukul 9,” cetus Juna, melepaskan pelukan Kais dan melangkah mendekati koper miliknya, untuk memasukkan semua bajunya.

__ADS_1


Selesai mengemas pakaian dan barang bawaannya, mereka berangkat menuju bandara menggunakan taxi.


--9 kemudian--


Mereka sudah sampai di apartemen Juna, tanpa membereskan pakaian, mereka langsung menuju kamar tidur dan terlelap dalam tidurnya.


--Keesokan harinya--


“Dreettt... dreett....”


Juna terbangun karena mendengar hp nya berdering, dia mencoba menggapai hp nya yang berada di atas meja sebelah tempat tidur.


“Ho, ada apa?” jawab Juna.


“Kapten hari ini masuk kerja kan?” tanya Jiny.


“Iya aku akan ke kantor hari ini. Memang ada apa?” jawab Juna.


“Kemarin, tim kita menemukan seorang mayat perempuan, dan ada permen mint di mulutnya. Kita ingin Kapten mengeceknya, apakah menurut Kapten pelakunya sama atau tidak,” jelas Jiny.


“Kalau begitu itu artinya aku harus melihat mayatnya secara langsung, tapi siapa penanggung jawab otopsinya?” balas Juna.


“Dokter Jonny Kap,” jawab Jiny.


“Oke kalau begitu aku akan ke BFN lebih dulu, baru ke kantor,” ujar Juna.


“Ho.” Juna menutup teleponnya, dan langsung bangkit dari tidurnya.


Juna melihat istrinya yang masih tertidur pulas, sambil terus menguap dia duduk di tepi tempat tidur dan mencoba menbangunkannya.


“Chagi! Chagi bangun... kamu harus berangkat kerja hari ini,” cetus Juna menggoyang- goyangkan badan Kais.


“Eeemm... 5 menit lagi,” sahut Kais dengan mata yang masih tertutup rapat memberi isyarat menggunakan telapak tangannya.


“Yaudah kalau gitu aku mandi dulu, selesai mandi kamu harus bangun, kalau enggak aku tinggal,” ancam Juna beranjak dari duduknya dan berangkat menuju kamar mandi.


Selesai mandi Juna langsung bergati baju dan merapikan rambutnya, dan ketika ia akan keluar dari kamar, dia melihat Kais yang sudah dalam posisi duduk diam di tepi tempat tidurnya, tapi masih memejamkan matanya. Melihat hal itu dia hanya tersenyum kecil, tanpa berkata apapun dia mendekati orang yang sudah menjadi istrinya itu.


Beberapa detik Juna memandangi Kais secara dekat, dan dia sudah bisa menebak kalau Kais kembali tertidur dengan posisi duduk diam.


Tanpa aba-aba dan kata-kata Juna langsung mencium istrinya itu, sontak saja membuat kedua mata Kais langsung terbuka lebar.


“Hey! Apa yang tadi kamu lakukan? Ini masih pagi. Kamu tau kan hal itu berakibat fatal, bisa membuat kita berangkat kerja,” protes Kais dengan cepat menatap ke arah Juna yang ada disebelahnya.

__ADS_1


“Haaahh! Apa yang kamu katakan? Mandi sana,” pinta Juna beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar.


--Beberapa Menit Kemudian--


Mereka berangkat bareng menggunakan mobil Juna, lalu sesampainya di BFN mereka berdua turun.


“Kenapa kamu ikut turun?” tanya Kais bingung.


“Aku harus menemui dr. Jonny, mau menanyakan tentang mayat yang baru di temukan tim ku kemarin,” jawab Juna melangkah ke sebelah Kais.


“Oh... dr. Jonny? Aku baru dengar nama Dokter itu di BFN, apa dia Dokter baru?” balas kais dengan bingung.


“Entahlah aku juga gak tau,” sahut Juna.


Tanpa berkata apapun lagi mereka melangkah bersama masuk ke dalam BFN, Kais langsung menuju ruangannya dan Juna menuju ke ruangan dr. Jonny.


“Tok... tok....”


“Ye, silakan masuk,” pinta orang yang memiliki ruangan.


“Aaa... maaf sebelumnya apa Anda dr. Jonny? Saya Juna, Kapten tim golden time ada yang ingin saya tanyakan kepada Anda,” sapa Juna membuka pintu ruangan dr. Jonny.


“Ah iya betul, silakan masuk Kapten Juna.” Orang yang di panggil dr. Jonny itu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Juna yang melangkah menuju kursi panjang yang ada diruangan itu.


“Jadi begini Dok, saya kemarin tidak sempat melihat proses otopsi yang Dokter lakukan. Karena itu saya kesini hari ini, sebab ingin melihat mayat itu hari ini, apa boleh Dok? Mohon maaf kalau misalnya mengganggu waktu Dokter,” papar Juna menjelaskan maksud dia menemui dr. Jonny.


“Bisa Kap, tapi tidak boleh terlalu lama. Karena ada prosedur dari BFN yang harus ditaati,” balas dr. Jonny.


“Iya saya tidak akan lama kok, hanya butuh waktu 5 menit,” sambung Juna.


“Baik kalau begitu silakan ikut saya,” ajak dr. Jonny.


Mereka berjalan menuju ruang penyimpanan mayat, dr. Jonny berjalan lebih dulu dengan di ikuti Juna mengekor di belakangnya.


Setelah sampai diruang penyimpanan mayat, dr. Jonny langsung mengeluarkan mayat yang ingin dilihat Juna dari dalam pendingin. Lalu Juna mulai menyentuh mayat itu, dan disaat itu pula dia mendapatkan petunjuk baru. Ternyata dia adalah….


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2