
-- Apartemen Juna --
Juna yang merasa letih secara fisik dan juga fikiran hanya bisa duduk temenung di sofa panjangnya setelah masuk ke apartemennya. Dia hanya memikirkan apa yang sudah dia alami selama seharian ini, dan fakta-fakta tentang kejadian lama yang barusan ia ketahui.
Memikirkan hal tersebut membuat kepalanya menjadi pusing dan akhirnya ia tertidur. Tengah malam ia terbangun, dia mencari obat karena dirinya merasa tidak enak badan. Setelah menemukannya, ia langsung meminumnya, dan hal itu membuatnya kembali tertidur.
Keesokan harinya, bukannya merasa lebih baik, keadaannya malah semakin memburuk. Suhu tubuhnya meningkat dua angka dalam semalam, ditambah lagi ia juga kemarin tidak makan seharian, membuatnya terpaksa kembali meminta izin tidak masuk kerja.
*****
Disisi lain….
Tim golden time kembali menemukan seorang mayat yang tergantung didepan rumah orang, dengan kondisi yang tidak manusiawi. Tim forensik datang untuk mengambil bukti, tetapi disaat itu Kais tidak datang sendiri untuk mengambil bukti, melainkan menyuruh asistennya.
-- BFN [Badan Forensik Nasional] --
Karena Juna tidak masuk, jadi terpaksa yang datang untuk menyaksikan otopsi adalah Yuyun dan Marco.
“Agen Y, dr. Kais kelihatannya semakin menjadi pemarah akhir-akhir ini,” celetuk Marco.
“Sepertinya begitu, dari kemarin dia sepertinya lebih gampang marah, meskipun asistennya hanya melakukan kesalahan sedikit,” balas Yuyun.
Setelah otopsi selesai, dr. Kais menjelaskan sedikit tentang apa yang sudah dia temukan saat otopsi, lalu ia langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kalian sudah makan?” tanya Jaguar.
Keduanya menjawab pertanyaan Jaguar hanya dengan menggelengkan kepalanya.
“Kalau begitu ayo kita makan, biar aku yang traktir,” ajak Jaguar berjalan lebih dulu.
“Boleh,” jawab Marco mengekor Jaguar yang sudah berjalan lebih dulu.
-- Caffetaria BFN --
“Jaguar kamu gak apa-apa?” tanya Marco penasaran.
“Gak apa-apa gimana maksudmu?” balas Jaguar balik.
“Maksudku dari kemarin kamu sepertinya kena semprot dr. Kais terus,” ujar Marco.
__ADS_1
“Aah... masalah itu mah sudah biasa,” jawab Jaguar.
“Kamu gak ada rencana pindah gitu ke tempat lain, apa gak bosen kena semprot terus sama dia?” celetuk Yuyun.
“Sebenarnya dr. Kais gak selalu marah seperti itu kok, mungkin akhir-akhir ini dia capek atau sedang ada masalah, itu sebabnya sikapnya bertambah lebih keras,” tutur Jaguar yang masih membela Kais.
“Tapi bukannya itu gak professional, seharusnya dia gak melampiaskannya pada pekerjaan dan asisten yang membantunya,” sahut Marco.
“Dia bukannya gak professional, tapi mungkin karena kitanya aja yang memang kerjanya kurang bagus. Ditambah lagi saat dia ada masalah dia tidak bisa menahan dan menyembunyikan untuk mengkritik kita. Jadinya seperti itu,” jawab Jaguar sembari masih mengunyah dan menelan makanannya.
“Wah... kamu benar-benar sangat setia ya, meskipun kamu sering di marahi seperti itu,” ucap Yuyun penuh heran.
“Iya... lagian dia juga gak selalu marah kok, pernah saat itu ia mengalami sesuatu yang membuat suasana hatinya menurun, tapi dia tidak langsung marah. Karena memang kesalahan bukan dari kita, dan dia juga pernah bertanggung jawab penuh tentang kesalahan yang asisten perbuat,” puji Jaguar.
“Tentunya itu semua hanya kita yang mengetahui, orang yang terlibat langsung dengannya. Itu sebabnya, meskipun sekeras apapun dia, tetap masih ada seseorang yang berlomba-lomba ingin menjadi asistennya. Karena kalau asisten itu sudah menjadi baik di depan dr. Kais, itu artinya... didepan Dokter forensik lain juga akan dinilai baik,” imbuh Jaguar membeberkan apa yang dia ketahui.
“Wahh... ternyata ada hal baik yang belum kita ketahui selama ini,” kagum Yuyun.
“Tapi ngomong-ngomong kalian kenapa cuman datang berdua? Kapten Juna kenapa gak datang sendiri? Biasanya dia sering datang ke sini,” sambung Jaguar.
“Kapten sepertinya masih sakit, kemarin dia izin pulang lebih awal. Haaahh... aku jadi khawatir, apa karena luka di tangannya ya?” jawab Yuyun.
“Demi nolongin aku, dia merelakan lengannya digigit anjing liar. Padahal kita semua tau, kalau anjing liar itu air liurnya lebih berbahaya dari pada anjing biasa, mungkin itu sebabnya atasan memberinya izin,” tambah Yuyun.
“Kapten Juna memang hebat, pantas saja kepolisian kalian mendatangnya jauh-jauh dari Korea Selatan,” puji Jaguar.
“Bukan cuman hebat, dia juga gigih. Kita sunggu beruntung dengan adanya Kapten,” sahut Marco.
*****
Hari berlalu cukup cepat, berasa seperti dalam hentikan jari, satu hari pun telah berlalu. Hari esok pun telah tiba, semua orang melaksanakan kegiatannya dan pekerjaannya seperti biasa.
Berangkat pagi hari dan pulang pada malam hari, kecuali Juna yang merasa keadaan badannya belum kembali pulih.
Setelah mengalami demam cukup tinggi, suhu badannya turun untuk sementara waktu, dan kembali naik pada malam hari, terutama ketika ia memikirkan sesuatu yang cukup memberatkan pikirannya.
-- BFN [Badan Forensik Nasional] --
~ Pukul 7 malam ~
__ADS_1
“Jadi seperti itu, apa ada yang kalian tanyakan lagi?” ucap Kais setelah menjelaskan hasil dia mengotopsi.
“Tidak Dok, semuanya sudah jelas dan kami juga sudah cukup paham.” Yuyun menjawabnya sembari ia juga mengangguk.
“Baik kalau begitu saya permisi terlebih dahulu,” ujar Kais yang melangkahkan kakinya akan meninggalkan Yuyun dan Marco.
“Ehmm, apa saya boleh bertanya ke kalian?” celetuk Kais secara tiba-tiba membalik badannya.
“Eh, iya Dok... Dokter mau tanya apa?” jawab Yuyun.
“Kenapa dalam dua hari ini, kalian terus yang ke sini? Maksud aku biasanya Juna datang sendiri kesini,” tanya Kais.
“Ah, apa Dokter belum tau? Kapten sudah 2 hari gak masuk, tapi lebih tepatnya 2 hari setengah dia sudah gak masuk, kata atasan dia izin karena sakit. Kita semua sih takutnya dia sakit karena gigitan anjing liar yang waktu itu, makanya….” Ucapan Yuyun terpotong karena Kais langsung pergi dari hadapan mereka.
-- Ruangan Kais --
“Dia sakit? Apa benar dia sakit? Jadi waktu itu... waktu itu seharusnya aku angkat teleponnya, apa aku telepon aja sekarang? Tapi bagaimana kalau dia sudah terlanjur kecewa karena aku gak pernah mengangkat teleponnya dalam 2 hari ini,” batin Kais yang bingung harus bagaimana ia bertindak.
Dengan perasaan bingung, khawatir dan takut, ia hanya bisa duduk sembari terus menyangga kepalanya dengan satu tangannya diatas meja kerjanya.
Tiba-tiba….
“Braaacck!!!”
“Kais, Kamu tau dimana apartemen dan password apartemen Juna kan?” tanya Jihan dengan wajah panik.
“Memang ada apa dengan Juna, Kak?” tanya Kais.
“Sepertinya terjadi sesuatu dengannya!” jawab Jihan dengan wajah khawatir.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.