Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
21.Pertemuan sila dan putri


__ADS_3

Ega tidak dapat mengelak kalo selama ini rini adalah wanita yang baik,dia juga cukup propesional dalam bekerja tak pernah mengecewakan atasan nya.


Namun hati ega masih dikuasai oleh satu nama dan satu wanita.Tapi tidak menutup kemungkinan bagi ega untuk memulai membuka hati untuk wanita lain asalkan wanita itu adalah pilihan sang putri tercinta nya.


Bahkan ega juga bersedia menerima rini dengan syarat kalo ara putrinya bisa menerima nya dengan lapang tanpa tekanan dan juga paksaan.


tak sesuai harapan sang anak bahkan menolak nya dihari pertama mereka bertemu dan entah karna apa sampai sekarang ara belum bisa membuka hatinya untuk rini.


kembali kesekolah...


sila yang menyaksikan perdebatan antara ara dan rini pun mencoba melerai dan mengalihkan percakapan mereka.


"ara kenapa marah sayang."tanya sila sambil berjongkok mengsejajarkan tubuhnya dengan tubuh ara.


mendengar sila memanggil tiara dengan sebutan ara jelas membuat rini menatap tak suka apalagi tak ada penolakan dari ara seperti yang tiara lakukan padanya.


"ara kesel bunda...ayah ingkar janji terus...bahkan sudah janji jemput sekolah juga tetap masih ingkar."seru ara sambil terisak.


ara tidak tahan lagi menahan rasa kecewanya pada sang ayah karna selalu saja ingkar janji bahkan untuk hari pertama nya sekolah pun ega masih membuatnya kecewa.


sila merengkuh tubuh kecil ara dan membiarkan nya menangis dalam dekapan nya.

__ADS_1


rini kembali dikejutkan oleh panggilan yang ara sematkan untuk wanita yang baru pertama kali dilihatnya itu.


"ara ga boleh gitu sayang,ayah kerja kan biar bisa bahagiain ara biar semua kebutuhan ara terpenuhi sayang...atau gini aja,gimana kalo bunda antar ara pulang."kata kata sila memberi pengertian pada ara tentang kesibukan sang ayah yang entah siapa itu.


"bener bunda.?bunda mau antar ara pulang."tanya ara tangis nya seketika terhenti kala mendengar sila bersedia mengantarkan nya pulang.


"benar sayang...ayo mau di antar kemana,ke rumah langsung atau kekantor ayah.?"tanya sila lagi dan rini pun tak keberatan selama ara bisa sampai dikantor dengan selamat.


rini cukup hafal sikaf ega yang akan menjadi seorang monster kala itu berhubungan dengan sang anak.


"kekantor aja bunda...biar sekalian bunda bisa ketemu sama ayah."wajah ceria ara pun kembali.


sila dan ara duduk dikursi belakang sementara rini duduk disebelah Pak usman sopir pribadi ega yg sudah 5tahun ini setia menemani ega kemana pun ega pergi.


bahkan saat keluar kota pun pak usman selalu setia menemani sang majikan muda nya.


30 menit berselang tibalah mobil yang ara tempati di halaman kantor Prayoga grup.


sila menatap nama prusahakan itu,ingatan nya kembali kepada sosok pria yang ingin dia lengapkan dari pikiran dan dalam hidup nya.


orang yang telah menorehkan luka atas penghianatan nya akan sebuah kepercayaan.Dengan cepat sila menggelengkan kepalanya agar bayangan sang pria menghilang dan berharap ayah dari gadis kecil yang telah menarik perhatian nya itu bukan lah orang yang dia pikirkan.

__ADS_1


saat memasuki lobi perusahaan pandangan nya tak sengaja menangkap sesosok wanita cantik yang tengah hamil besar baru saja keluar dari lif dan berjalan ke arah nya.


"mamah putri...."teriak ara memanggil wanita cantik itu dan berlari kedalam pelukan nya walaupun pelukan ara cuma sampai dikaki sang wanita karna putri tak dapat bejongkok dikarenakan terhalang perut besar nya.


"sayang baru pulang sekolah ya.?sama siapa kesini kan ayah masih diruang rapat sayang.?"tanya putri lembut,putri belum menyadari kehadiran sila disana karna terlalu fokus pada ara.


"ara dijemput sama tante rini...tapi di antar sama bunda bidadari mamah."jawab ara sambil tersenyum riang.


"bunda.?bunda bidadari.?"putri mengernyitkan kedua alis nua hingga menjadi satu.


"iya...itu bunda bidadari ara mamah..."sambung ara sambil menunjuk ke arah sila berdiri mematung dihadapan putri.


deg....netra putri dan sila bertemu"sila.."gumam putri kala melihat sang sahabat dihadapan nya dan akhirnya setelah 5 tahun ini untuk pertama kali nya mereka bertemu.


begitu banyak pertanyaan yang ada dibenak sila tentang situasi ini,ada hubungan apa antara putri dan putri?putri sudah menikah,dengan siapa?


putri berjalan cepat bahkan dia tak menghiraukan kondisi nya kini tengah hamil besar.Putri memeluk sila erat,dia menumpahkan rasa rindu nya yang selama ini tertahan karna sang sahabat menutup diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan masa lalu kelam nya.


"kamu apa kabar sila.?kemana aja.?kok ngilang tanpa kabar.?aku benar benar kangen kamu sila."sila pun diberondong pertanyaan oleh putri yang merasa bahagia bisa kembali dipertemukan dengan sang sahabat.


belum sempat sila menjawab pertanyaan dari putri,sila kembali dikejutkan oleh sosok pria berbadan tegap wajahnya masih seperti dulu hanya kini dia telihat lebih matang dan berwibawa.

__ADS_1


__ADS_2