
Dikala sedang mengantri makanan yang akan dia makan indra mendengar pembicaraan 2 orang wanita didepan nya
yang sepertinya sedang membicarakan rara
"tuh liat si anak panti,kasian banget ya selalu makan sendiri"kata si wanita perambut ikal.
"memang lebih pantas sendiri kan,lagian siapa juga yang mau temenan sama anak panti kaya dia"jawab wanita yang berambut lurus
"kamu tau nggak,kalo dia punya sugar dady?"lanjut si rambut ikal.
"wah gila,masa sih?kok aku baru tau?"sambung si rambut lurus.
indra pun merasa terganggu dengan obrolan dua wanita didepan nya yang diketahui bernama sinta(cewek rambut ikal)
dan yang satunya lagi bernama erina(cewek berambut lurus).
"eh coba bayangin aja,sekolah kedokteran itu mahal loh terus dia dapat uang dari mana kalo bukan dari sugar dady nya,
secara kan dari kecil dia tinggal dipanti dan ga ada yang adopsi dia,
buktinya dia masih tinggal dipanti sampai sekarang"ijar sinta pada erina
__ADS_1
"iya juga ya,si rara itu memang cukup ok sih buat gaet om om,ga bisa dipungkiri kalo dia cukup cantik"sambung erina.
indra baru menyadari kalo mereka tengah membahas dokrer yang tadi bertabrakan dengan nya.
indra pikir saat dia bilang ga punya teman cuma sekedar basa basi
tapi ternyata memang dia tak punya teman karna status sosialnya berbeda.
entah dorongan apa dan dari mana indra pun melangkah kan kaki nya menuju meja tempat makan seorang diri dan duduk tepat didepan nya.
rara yang tengah asik menikmati makan siang nya pun menjeda makan nya kala menyadari ada seseorang yang duduk didepan nya.
rara menatap lelaki yang tadi menolaknya kini duduk didepan nya
gadis itu menggelengkan kepala nya tersenyum manis dan melanjutkan makan nya dengan lebih semangat.
mereka pun menghabiskan makan siang bersama dalam diam tak ada yang membuka suara
hanya suara dentingan sendok dan juga garpuh yang terdengar.
"makasih ya mas,sudah mau temani aku makan siang"ujar rara kala indra beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"yang temani kamu makan siapa?jangan ge er ya,tadi itu saya terpaksa duduk disini karna kursi sudah penuh"sangkal indra.
rara hanya tersenyum manis kala indra mengelak dan mencari alasan.
"lain kali aku teraktir mas deh,mau simpan nomer hp ku nggak mas,kalo mau boleh sok"ujar rara menyodorkan ponsel nya kehadapan indra.
"jangan mimpi ya..."jawab indra ketus dan berlalu dari hadapan rara,
meninggalkan rara yang masih anteng menatap punggung indra sampai punggung nya menghilang dibalik pintu.
rara tersenyum manis melihat sipat dinginindra tapi cukup perhatian dan juga peka,
membuat rara semakin tertarik akan sosok pria yang baru saja meninggalkan nya.
rara pun mulai memperhatikan pria jangkung itu dan entah keberuntungan dari mana tiap kali
mengunjungi pasien nya sila disana sudah ada indra yang selalu tengah sibuk dengan pekerjan nya.
"makan siang bareng lagi yuk ?"sudah aji kebiasaan nya menyapa daan mengajak pria dingin itu tuk makan siang bersama dengan nya.
"kamu nggak ada kerjaan apa?kenapa terus berada didekatku?"ucap indra ketus.
__ADS_1
"ibu sila hari ini sudah bisa pulang,jadi anggap ini makan siang terakhir buat kita,
asli janji setelah ini dimana pun dan kapan pun kita ketemu,aku ga akan ganggu kamu lagi...asli,janji"ucap rara sembari mengangkat kedua jari nya memasang tanda V.