Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
68.Mulai perhatian


__ADS_3

Keesokan hari nya indra pun memutuskan tuk masuk kerja kembali karna tak ada kagiatan yang


menyenangkan indra memutuskan masuk kerja disaat jatah cuti nya masih tersisa 2 hari lagi.


"selamat pagi pak/kok sudah masuk bukan nya masih cuti ya?"tanya rini kala melihat indra hendak masuk kedalam ruangan nya.


"nggak apa apa cuma jenuh aja dirumah mnding kerja"jawab indra dan langsung masuk kedalam ruangan nya.


selang berapa lama ega pun masuk kedalam ruangan yang sama dengan indra karna mereka berbagi ruangan yang sama agar mempermudah proses kerja mereka.


"kamu sudah kerja ndra,bukan nya masih sisa 2 hari lagi?"tanya ega kala mendapati sang asisten telah memulai pekerjaan nya


"nggak apa apa pak,dirumah bosen ga ada kerjaan mending disini bisa bikin lupa waktu"jawab indra kembali menatap laptop nya.


"ya sudah nanti temani saya ke rumah sakit ya,saya mau periksa kandungan sila"ajak ega.


"siap pak..."entah kenapa indra merasa bersemangat kala mendengar ega mengajaknya ketempat rara bekerja.

__ADS_1


* * * * *


Tepat pukul 10 pagi indra dan juga ega pun bergegas keluar ruangan nya dan hendak menjemput sang istri dikediaman nya dan mengantarkan nya ketempat rara bekerja.


"rin saya dan indra keluar dulu tolong cancel pertemuan siang ini atau ganti jadwal jadi sore hari ya,saya mau antar istri saya ke dokter kandungan dulu"titah ega pada sekertaris nya itu.


"baik pak,pak indra nanti kalo bisa kita makan siang bareng ya?"ajak rini ingin mencoba membuka komunikasi kembali dengan indra


"liat nanti ya,semoga saya tidak sibuk"jawab indra datar dengan nada dingin nya.


indra dan juga ega pun beranjak meninggalkan kantor mereka,setelah 1 jam perjalanan mobil ega telah memasuki halaman rumah sakit ibu dan anak tempat rara bekerja.


sila dan juga ega heran kala dokter yang duduk dimeja kerja rara bukan lah dia melainkan orang lain,dokter lain yang menggantikan nya.


"loh kok bukan dokter rara"tanya sila bingung.


"iya bu untuk 2 hari ini saya yang bertugas disini menggantikan dokter amara,karna kebetulan dokter amara sekarang jadwalnya keluar kota

__ADS_1


tepat nya keperkampungan yang memang membutuhkan tenaga medis dokter kandungan tapi aksesnya agak susah"jelas dokter muda itu


"perkenalkan saya dokter sari bu"ujar dokter baru ibu mengulurkan tangan nya.


sementara sila tengah memeriksakan kandungan nya tanpa sengaja indra melihat sosok rara tengah berjalan berdua dengan seorang pria asing


mereka terlihat cukup akrab satu salma lain dan terlihat rara berjalan ke sebuah mobil dengan pria tersebut.


entah dorongan dari mana indra pun melanagkahkan kaki nya mendekati dan menarik tangan rara menjauh dari pintu mobil yang sudah terbuka itu.


"astaghfirullah...mas indra"pekik rara kaget mengetahui indra mencekal tangan nya.


"mau kemana kamu?"tanya indra menyorot tajam pada rara dan juga teman pria nya.


"rara mau keluar kota mas,ini jadwal pergi keperkampungan untuk membantu para pasien disana,kenapa?"tanya rara heran dengan sikap indra.


"kamu pergi dengan saya"tanpa menunggu jawaban dari rara indra pun menarik dan membawa rara menuju mobilnya

__ADS_1


dan mendorong tubuh mungil rara agar masuk kedalam mobilnya.


rara hanya bisa melongo melihat tingkah indra yang berubah aneh 180 derajat dan membuat rara kebingungan.


__ADS_2