
"siapa yang telpon mas?"suara sila membuyarkan lamunan ega kala memikirkan tentang kondisi tasya
"itu tadi mamah nya tasya sayang"jawab ega sembari meraih tangan sila dan menariknya hingga sang istri terduduk dipangkuan nya.
''ada apa tante susi telpon mas?kok tiba tib?"dengan ragu ega menceritakan tentang kondisi tasya pada sang istri
"kenapa mas menolak untuk menemui nya?"tanya sila tak mengerti tentang sikap sang suami
"mas ga mau memperumit hubungan ini sayang,mas ga mau seolah olah mas memberi dia harapan"sila nampak termenung menanggapi ungkapan ega,benar yang dikatakan ega,bukankah kondisi tasya akan semaakin memburuk kalo ega datang hanya untuk menjelaskan status dan keadaan mereka.
"ayo kita kesana"ajak sila bangkit dari duduknya dan menarik tangan suami nya agar turut bangkit dari duduknya.
"maksud kamu?"tanya ega bingung dengan sikap sang istri
"ayo temui dia sama sama,kita luruskan semua nya,kita tidak bisa hanya diam saja mas"
"tapi aku tidak tau harus memulai dari mana meluruskan nya sayang,aku sama sekali tidak pernah punya perasaan khusus untuknya,
__ADS_1
perasaan ku sama dia sama kaya perasaan aku sama putri dan juga eza,lalu apa yang harus as luruskan sayang'tanya ega bingung akan situasi yang tengah mereka hadapi saat ini.
"kita pikirkan nanti,sekarang lebih baik kita temui dulu dan lihat kondisi tasya seperti apa,baru kita pikirkan solusi terbaiknya ya"sila menmcoba membujuk ega agar mau menemui tasya yang kini tengah sakit.
sila dan juga ega berjalan beriringan menuju ruang bawah disana sudah ada asisten rumah tangga baru sila yang tengah menemani sang putri bermain.
"mbak tina saya sama bapak mau keluar dulu sebentar ya,nanti kalo ada asisten bapak datang suruh bantu mbak tina pasang gorden yang sudah ada dikamar ara,
ara kami bawa karna kami mau sekalian mampir kerumah neneknya ara,mbak ga apa apa kan ditinggal sendiri?"tanya sila pada art baru nya
"oh itu,kalo saya tidak salah akan ada dua orang yang akan kemari,satu perempuan dan satu lagi laki laki namanya mas indra dan mbak rini"jelas sila pada tina.
"baik kalo begitu,silahkan kalo ibu sama bapak mau keluar saya berani kok sendiri"ujarnya.
sila,ega dan juga ara pun meninggalkan kediaman mereka dan terlebih dulu singgah dirumah sang bunda untuk menitipkan ara selama mereka pergi menemui tasya
selang satu jam berlalu kini mobil ega pun telah memasuki halaman rumah keluarga tasya,ega dan juga sila disambut wanita muda cantik dan juga berparas ayu yang tengah menemani sang anak bermain dihalaman rumah,
__ADS_1
"maaf mas sama mbak cari siapa ya?tanya nya begitu sila dan juga ega mendekat
"kami mau menemui tasya mbak,saya teman dekatnya tasya"jawab sila ramah dan juga sopan
"oh teman nya tasya,mari masuk tapi kondisi tasya lagi tidak baik mbak,tapi kalo mau coba ketemu silahkan dia ada dikamarnya dan disana ada mamah yang menemani nya
maaf saya cuma bisa antar sampai sini ya,takut anak saya main kemana aja kalo tidak di awasi"jelas sang perempuan itu mengantar ega dan juga sila sampai depan tangga menuju lantai dua tempat dimana kamar tasya berada.
setelah mengantar sang perempuan pun kembali ke arah teras menemui sang anak yang tengah asik bermain boneka.
ega dan juga sila menelusuri tiap anakan tangga dan melangkah menuju kamar tasya,sila masih hapal letak kamar tasya berhubung dulu kala mereka masih remaja sila,tasya dan juga putri sering menghabiskan waktu bersama dan ternyata isi dari rumah tasya tak pernah berubah hanya anggota keluarga mereka yang bertambah karna kedua kakak lelaki tasya telah memilki keluarga masing masing.
sila mengetuk pintu kamar tasya yang tertutup rapat,tak menunggub lama pintu kamar pun dibuka oleh seseorang dari dalam dan ternyata itu adalah tante susi mamah tasya.
"siang tante,apa sila dan ega bisa ketemu dengan tasya?"tanya sila kala mendapati mamah sang sahbat berdiri didepan pintu,
"kenapa kamu ikut kemari sil?itu akan memperburuh kondisi tasya"ucap tante susi sinis kepada sila.
__ADS_1