Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
67.pulang bersama


__ADS_3

"iya nak rara bareng sama kita aja,kebetulan kita juga mau pulang"sambung ibu rani.


"apa tidak merepotkan bu?"tanya rara sungkan


"nggak merepotkan ibu kok,kan yang nyetir indra bukan ibu,lagian sekali kali mobil indra bawa anak gadis,


siapa tau setelah bawa anak gadis anak ibu yang jomblo itu bisa cepat dapat jodoh


kasian pria mapan juga percuma kalo tidak ada yang mengurus dia dirumah"penuturan bu rani membuat indra salah tingkah.


indra memalingkan pendangan nya ke arah sembarang guna menutupi rasa malu nya.


Rara tersenyum menatap pria mapan tapi jomlo sejati itu,ada perasaan aneh menyelimuti hati indra kala melihat senyum manis rara.


"ya sudah sebaiknya kita berangkat sekarang sebelum magrib biar nyampe rumah nya tidak terlalu malam"ajak bu rani


"iya bu..."jawab rara dan indra secara bersamaan


"masya allah kompak nya,semoga jodoh ya"seru bu rani kala mendengar kekompakan anaknya dan dokter cantik itu.


"ibu bisa saja...."kembali jawaban rara dan indra terseruak bersamaan.


"aamiin..."kini jawaban bu rani dan bunda ratna yang terlihat kompak mengaminkan doa bu rani menggoda kedua anak muda itu.

__ADS_1


kedua wanita paruh baya itu pun tergelak bersama kala melihat rona merah diwajah kedua muda mudi itu.


"ayo bu ah becanda terus"ajak indra berlalu terlebih dulu masuk kedalam mobilnya


rara dan juga bu rini mengekori indra dari belakang,saat rara membuka pintu belakang bu rini menahan nya.


"kamu didepan aja nak,temani indra ya,ibu lelah ibu mau istirahat dibelakang"ujar bu rini sembari


mendorong punggung rara agar berjalan ke arah pintu depan dan duduk disamping indra.


dengan berat hati rara pun masuk dan duduk disamping indra,


"kamu tinggal dimana?"tanya indra memecah kesunyian yang sepanjang perjalanan mereka kembali dari panti.


"bukannya itu perumahan baru ya nak?"tanya bu rani


"iya bu,tapi masih nyicil bu"ucap rara malu malu


"wah hebat ya,sudah punya rumah sendiri ternyata,mau nggak jadi mantu ibu?


ibu itu sudah lama banget pengen punya mantu perempuan tapi sayang anak ibu ini ga peka peka


dulu pernah bilang mau lamar anak orang tapi setelah 9 bulan berlalu

__ADS_1


jangankan lamaran,ketemu sama calon nya aja nggak pernah nak"curhat sang ibu membuat indra salah tingkah.


entah kenapa indra merasa tidak nyaman memebahas wanita lain didepan rara.


🌸 🌸 🌸 🌸 🌸


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 4jam karna kondisi jalan sedikit macet mobil indra pun sampai didepan


sebuah rumah nimimalis yang lumayan cukup asri,ada beberapa tanaman hias memenuhi halaman


"ini rumah kamu nak?"tanya bu rani kala mobil indra berhenti didepan nya.


"iya bu,mari mampir dulu bu istirhat dulu sejenak didalam"ajak rara kepada bu rani


"maaf bukan nya menolak tapi anak ibu sudah menelpon ibu terus jadi ibu harus segera pulang


lain kali ibu bolehkan main kesini,ibu suka sama suasana rumah kamu nak"ujar bu rani


"tentu bu,rumah rara akan selalu terbuka buat ibu beserta keluarga"ucap rara sembari melirik ke arah indra yang anteng menatap kedepan.


"ya sudah ibu pamit ya,kamu cepetan masuk gih ga baik anak gadis berdiri lama lama diluar rumah,


apalagi ini sudah malam"ibu rani pun pamit dan mobil baru beranjak ketika rara telah memasuki rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2