Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
45.Rini dan Indra


__ADS_3

Disaat sedang asyik memilih barang tak sengaja netra indra melihat rini yang tengah berbincang dengan seorang pemuda asing dan mereka berdua nampak akrab satu sama lain,


tidak tampak kecanggungan sma sekali dintara mereka bahkan ini pertama kalinya indra melihat rini tertawa lepas sepertinya mereka sudah akrab dan itu menimbulkan rasa tak suka dalam diri indra.


dengan langkah cepat indra pun berbalik arah mendekatkan dirinya dengan rini,tanpa aba aba indra meraih dan menarik pinggang rini agar merapat d3ngan tubuh kekarnya dan menatap tajam pemuda disamping rini yang tengah menatap heran dirinya.


"kenapa malah ngobrol?aku sudah nungguin kamu dari tadi..dan dia siapa,kenapa kalian bisa arab?"rini yang dibuat bingung oleh rekan kerjanya hanya bisa melongo dan mencerna atas apa yang telkah inmdra lakukan dan indra pertanyakan.


"kenapa ga dijawab siapa dia,kenapa kalian bisa akrab?"tanya indra kembali dan rini ,menatap indra dan juga teman masa sekolah nya secara bergantian


"oh ini,kenalin pak teman sekolah saya namanya doni,dan don ini atasan aku dikantor namanya pak indra"jawab rini yang tibatiba merasa gugup seolah olah telaqh kepergok selingkuh dan kegugupan rini bertambah kala merasakan cengkraman tangan indra dipinggang nya semakin mencengkram dan menariknya kedalam pelukan sang pria.


"kenalin indra,atasan nya rini sekaligus calon imam nya"indra mengulurkan tangan nya dengan percaya diri dia memperkenalkan dirinya sebagai pria yang akan menjadi suami dari rini.


rini kebelalakan matanya mendengar penuturan dari indra "calon suami?kok bisa kapan mereka berpacaran dan kapan indra menyatakan peraaan nya,padahal selama ini dia merasa kalo indra bersikap cue terhadapnya dan tak pernah menunjukan rasa ketertarikan nya pada dirinya"batin rini

__ADS_1


rini masih termenung memikirkan dan terus mencerna maksud dari perkataan indra barusan sampai sampai dia tak menyadari kalo indra telah membawa nya jauh dari hadapan doni


bahkan kini rini dan indra tengah berada dalam mobil tapi rini masih setia dengan lamunan nya.


"kamu kenapa?ada yang sakit?atau ada yang kamu lupakan?"tanya indra kala mendapati rini terus melamun dan tak bersuara lagi.


"bapak yang kenapa?kenapa asal bicara seperti itu sama doni,bagaimana saya menghadap bapak dan ibu kalo mereka tanya tentang hal ini?asal bapak tau doni itu te,an sekolah saya tapi dia juga anak dari bu'de saya pak dan sekarang dia tinggal dengan saya dirumah bapak dan ibu


saya haruas jawab apa kalo sampai bapak saya tanya masalah bapak saya harus jawab apa,doni pasti sudah sampai dirumah dan menceritakan kabar ini sama bapak dan juga ibu"tutur rini sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya,merasa prustasi akan kelakuan atsan nya itu.


"halo pak,maaf sepertinya saya akan terlambat sampai dirumah bapak saya harus menyeselesaikan sedikit masalhb pribadi saya pak,rini pak?maaf tapi rini akan ikut saya dan setelah urusan saya dan rini selesai kami akan kembali kerumah bapak....baik pak terimakasih dukungan nya heheheh"


penggiln pun berakhir dan indra menjalankan mobilnya keluar dari pusat perbelanjaan itu "sebutkan alamat rumahmu dan tulis di GPS mobil"titah indra pada rini saat mobil yang mereka tumpangi tengah berada dijalan raya


rini hanya mentap indra dengan heran,"maksud bapak apa?kenapa kerumah saya?"tanya rini benar benar dibuat bingung oleh atasan nya itu.

__ADS_1


"sebelum kerumah pak ega kita mampuir kerumah kamu,kita jelaskan sama bapak dan ibu kamu"


penjelasan indra menambah keterkejutan rini dia hanya bisa menatap wajah indra yang kini tengah pokus menyetir mobilnya.


"mau sampai kapan kamu bengong?ayo tuliskan alamat kamu kita kesana sekarang''


"tapi pak......"ucapan rini terpotong kala jari telunjuk indra menempel sempurna dibibir manis rini


"kamu ingatkan,kalo saya tidak suka dibantah?"ucap indra menyorot tajam pada rini dan rini pun pasrah dengan perintah sang atasan dan mulai menuliskan alamat rumah kedua orang tuanya.


selang 30 menit berlalu mobil indra pun sampai dihalaman sebuah rumah minimais yang asri,halaman depan dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan tanaman lain nya,


ada juga sebuah kolam ikan mini menambah kesejukan rumah tersebut,dengan ragu rini mulai membuka pintu mobil dan turun dari mobil begitu pun dengan indra yang m,engikuti langkah rini memasuki pekarangan rumah dan berhenti didepan pintu.


dengan perasaan ragu rini pun mengetuk pintu rumah nya sendiri dan baru saja satu kali ketukan pintu telah terbuka dan menampilkan doni disana.

__ADS_1


"bu'le,pa'le rini sudah datang sama calon suami nya"saut doni memanggil kedua orang tua rini yang masih didalam rumah"


__ADS_2