Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
77.Lamaran untuk dokter amara


__ADS_3

"itu dia kak,ibu dan kak re...indra mau minta doa restu buat melamar rara minggu depan"ucap indra mantap melamar dokter amara klaudia.


dan sontak ucapan indra membuat rara tersedak tuk yang kedua kali nya,indra dengan sigap memberikan minum kepada rara dan mengusap punggung rara


"mas...."rara menatap indra dengan mata yang berkaca kaca,tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"iya sayang,kamu taukan kalo mas tidak suka pacaran dan mas mau melamar kamu,meminta kamu menjadi pendamping mas pada bunda ratna,


kabari bunda ratna kalo minggu depan mas dan keluarga akan datang melamar kamu,kita adakan acara lamaran dipanti


sekalian berbagi buat adek adek disana,mas punya hadiah kecil buat mereka"ujar indra dan membuat rara tak mampu lagi menahan air mata bahagia nya.


"loh kok nangis sayang,kamu ga suka atau kamu gamau?"tanya indra pada rara yang tengah menangis terisak.


"nggak mas,aku mau,aku menangis karna terlalu bahagia mas"ucap rara berhambur kepelukan indra


indra membalas pelukan rara tak kalah erat dan mendaratkan beberapa kali kecupan dipucuk kepala rara


"eehheemm....maaf,punteun disini masih ada orang tolong kondisikan adegan romantisnya,kasihan ibu yang belum dapat pasangan"ucap sang kakak sontak mendapat pukulan dilengannya dari sang ibu.

__ADS_1


indra dan rara pun melepas pelukan nya dan tersenyum malu.


"ibu sakit,kok mukul?"tanya putri tanpa dosa


"mulut itu dijaga put,kamana wae kalo ngomong"protes sang ibu.


"kok kamana wae,wajar atuh bu kan ibu masih muda masih boleh kok buat cari pendamping hidup iya nggak sayang?"tanya putri pada suami nya yang sedari tadi menjadi pendengar setia.


"asal ibu bahagia mas dukung dukung aja sayang"jawab reza.


"kalian ini,sudah ah lebih baik kita bahas masalah lamaran buat minggu depan,


biar enak kalo yang dibawa adalah pilihan nak rara biar kita ga salah bawa seserahan"ucap ibu mengajak calon mantu nya belanja.


"ga usah repot bu,seadanya aja rara tidak keberatan kok"jawab rara sungkan


"kami yang keberatan kalo gitu ra"sambung putri


"benar kata kak putri,lagi pula ini moment yang sudah lama ibu dan kak putri tunggu tunggu

__ADS_1


tidak boleh asal asalan,lagi pula tabungan indra juga sudah lebih dari cukup


menguras sedikit tabungan nya tidak masalah kan untuk memanjakan calon istrinya"ucap sang ibu.


mendengar kata 'calon istri' dari ibu membuat rona merah diwajah rara kembali muncul dan itu membuat indra gemes dengan calon istri mungil nya itu.


"tapi bu,apa ibu dan kak putri tidak keberatan,rara kan anak yatim piatu yang tinggal dipanti bu,kak?"tanya rara memandang ibu dan putri secara bergantian.


"emang nya kamu bukan manusia?kalo bukan tentu kami keberatan,tapi kalo kamu manusia asli kenapa kami keberatan?


kami juga bukan keturunan ningrat ra,oh iya lupa kecuali kak reza ya ra,jadi kenapa kami keberatan dengan status sosial kamu,


selama kamu bisa jadi istri dan juga ibu buat anak anaknya indra yang baik kenapa kami harus keberatan?


iyakan mas,kamu tidak keberatan kan?"tanya putri yang diangguki oleh reza dan itu membuat rara lega dan tenang menerima lamaran indra.


"nak rara bersedia kan menerima indra sebagai calon imam nak rara?"tanya ibu sembari memegang tangan rara.


"insha allah rara terima bu"

__ADS_1


"alhamdulillah...."semua pun berucap syukur secara bersamaan.


__ADS_2