Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
62.ses 2.Salah orang


__ADS_3

Dokter rara pun melangkah menuju sofa tempat indra dan juga ega duduk dan bekerja disana.


"anda disini juga ternyata?"sapa gadis manis itu tanpa malu dan ragu menyapa indra duluan.


ega yang tengah fokus dengan pekerjaan nya mendongakan kepala nya dan menatap heran pada dokter istrinya tersebut.


"memangnya kenapa?saya tidak boleh ada disini?"jawab indra sedikit ketus.


Sontak yang ada diruangan itu jadi terfokus pada dua muda mudi yang tengah bertegur sapa itu,


'sejak kapan mereka saling kenal"begitulah kira kira pertanyaan setiap orang yang ada didalam ruang itu dalam benaknya masing masing


terutama sang kakak tentunya yang kepo abis dengan pasangan adiknya.


"bukan seperti itu,aku hanya kaget juga senang bisa ketemu kamu lagi"ungkapnya dibarengi dengan senyum manis nya.


indra tertegun mendengar penuturan gadis yang baru saja ditemui nya itu.

__ADS_1


"nanti siang kalo ada waktu kita makan siang bareng yuk,aku ga punya teman jadi kalo bisa boleh temani aku makan siang"ajak tanpa rasa ragu dan juga malu.


"maaf aku sibuk"tolak indra,bangkan indra enggan menatap gadis itu dan tetap fokus sama pekerjaan nya.


"eemmmm....baiklah,selamat bekerja kalo gitu,ibu sila bapak ega dan yang lain saya pamit dulu ya,semoga lekas setabil ya ibu sila dan bisa cepat pulang"ujar nya tanpa melepaskan senyum manis diwajahnya,walaupun semua orang tau kalo dia sedang merasa kecewa akan penolakan dari indra.


gadis itu pun berlalu dari kamar dan semua kembali kepada kegiatan nya masing masing,


"mereka saling kenal ya put"tanya sila pada putri setelah dokter cantik itu keluar dari kamar nya.


"aku gatau put,dia tidak pernah cerita apa apa tapi 6 bulan yang lalu sempat cerita kalo dia mau melamar seseorang,


tiap ditanya ibu kapan mau lamaran dia tidak pernah mau menjawab"curhat putri pada sila


"apa dia gadis itu ya,secara bahasa mereka kaya nya sudah akrab gitu tapi kenapa indra ketus gitu"tanya putri pada dirinya sendiri


sila yang mendengar monolog putri hanya bisa menggidikan bahu nya tanda tak tau.

__ADS_1


setelah melihat pekerjaan ega dan indra selesai putri menghampiri sang adik dan duduk tepat disebelahnya.


"apa dia gadis yang mau kamu lamar dek?"tanya sang kakak.


indra mendelikan mata nya mendengar pertanyaan dari kakak tercinta nya itu.


"kakak jangan ngaco deh,kenal juga nggak kenapa tiba tiba mau melamar nya?"jawab indra sewot


"kok marah sih dek,kan kakak cuma nanya"kata putri yang menatap heran akan respon dari adiknya itu.


"sudahlah kak,jangan bahas itu lagi aku mau lanjut kekantor masih banyak kerjaan"indra pun bangkit dari duduknya


dan pamit kepada semua yang ada didalam ruangan itu dan pergi meninggalkan kamar dengan sejuta tanya didalam benak masing masing.


Berhubung sudah jam nya makan siang indra pun menyempatkan diri mampir kesebuah kantin rumah sakit


karna terlalu lelah jadi indra memutuskan makan siang ditempat terdekat dan tujuan nya kali ini adalah kantin rumah sakit.

__ADS_1


saat memasuki kantin,indra menemukan sesosok tubuh mungil yang tadi sempat menawarkan makan siang bersama


tengah duduka makan seorang diri dikursi pojokan dekat dengan jendela yang mengarah ke arah taman rumah sakit.


__ADS_2