
Hari yang ditunggu pun tiba,ibu,putri,rara dan juga indra pergi kepusat perbelanjaan diternama dikota untuk membeli semua keperluan acara lamaran nanti
dan indra juga membeli berbagai macam oleh oleh tuk dibagikan buat anak anak panti,seperti alat sekolah dan beberapa mainan buat menghibur para adek adek dipanti.
"mas memang nya ga kerja ya?kan baru kemarin loh mas masuk kerja sekarang malah nimbrung disini"tanya rara kala mereka sedang berjalan memilih beberapa baju yang akan dijadikan bawaan seserahan.
"pak ega yang suruh sayang,mas juga tadi sudah nolak tapi beliau bilang kalo hari ini mas masih ada dikantor,pak ega bisa dilarang masuk kekamar sama ibu sila,
malahan barusan mas dapat laporan dari beliau kalo ibu sila sedang ada dikantor buat ngontrol,apa mas masih kerja atau disini"jelas indra
"baik banget ya bu sila,ngerti banget sama pegawainya"puji rara pada sila.
"itulah yang bikin pak ega tidak bisa berpaling,bahkan saat rini intens mendekati juga beliau tidak goyah sedikit pun"ujar indra
"rini...??"tanya rara
"iya rini,wanita yang tidak pernah merespon lamaran aku"jelas indra santai.
"terus sekarang bagaimana mas?bagaimana kalo dia masih berharap?apa tidak kejam mas tiba tiba pindah haluan?"
__ADS_1
"mungkin mas nanti dibilang bajingan sayang"ucap nya santai
"ih mas bercanda mulu,serius ini"ucap rara berenggut.
"sayang aku sudah nunggu dia selama hampir 10 bulan dan tidak pernah ada kepastian dari dia,
setiap mas mau jelasin mau minta kepastian dia sama sekali tidak pernah mau membahas nya
mas sadar setelah kenal sama kamu,mas mengerti kalo perasaan cinta itu akan indah kalo kedua nya memiliki perasaan yang sama dan akan menyambut rasa itu dengan suka cita
kalo cuma salah satu yang menyambut,mas terlalu egois kalo gitu,memaksakan kehendak pada orang yang tidak menginginkan mas"jelas indra.
"mas ih,didepan umum ini,main cium cium aja"protes rara
"salah sendiri bikin gemes orang"jawab indra sambil terkekeh melihat tingkah lucu rara yang menahan malu akan tindakan indra.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Disaat indra asik memilih sebuah tas di toko tas bermerek terkenal indra dikagetkan dengan tepukkan dibahu nya.
__ADS_1
indra pun membalikan badan nya ke arah belakang dan mendapati rini dan juga serang gadis asing lain disana.
"pak indra?belanja juga pak?"tanya rini tersenyum manis kala mendapati indra sedang memilih tas keluaran terbaru ditoko tas terkenal itu.
"iya kamu juga belanja rin?"tanya indra dengan nada dingin nya.
"siapa mas...??"tetiba obrolan rini dan indra pun terpotong dengan datang nya seorang gadis cantik dari arah belakang indra.
"sudah selesai belanja nya?"tanya indra saat menoleh ke arah suara.
"iya kak putri lagi dikasir buat bayar mas,ini siapa mas?"tanya rara kala melihat rini dan juga gadis lain yang mungkin teman rini.
"oh ini rini sayang,kamu ingatkan yang aku ceritain dulu"jawab indra sontak ucapan indra yang memanggil gadia asing itu 'sayang' membuat rini terlonjak kaget.
"iya ingat mas,hai belanja juga ya"sapa rara pada rini dan tak ada respon dari yang disapa karna masih syok dengan apa yang dia lihat.
"ya sudah ayo kita pergi kalo sudah beres,oh iya kamu suka tas yang mana?"tanya indra pada dua tas yang dipegang nya.
"sudah mas ah,jangan terlalu banyak itu yang dibayar kak putri sudah lebih dari cukup buat rara"tolak rara halus
__ADS_1