
"rin ayok,kita sudah ditunggu yang lain"suara bariton asing tertangkap oleh indra pendengar indra.
indra menolehkan kepalanya dan melihat seorang pria asing berdiri didepan pintu memanggil rini tuk ikut bersama nya.
"maaf pak saya permisi,saya sudah ada janji"pamit rini dengan nada ketus.
indra tak bisa mencegah nya,apalagi respon rini yang seolah olah enggan bersama nya.
indra oun hanya bisa menatap kepergian rini dengan pria asing tersebut dengan rasa kecewa dan gemuruh dihatinya kala melihat rini pergi dengan laki laki lain.
indra mengepalkan tangan nya menahan dan menekan amarah nya.
dengan rasa kecewa dan juga marah indra berjalan keluar kantor menuju apartemen nya dan berdiam diri disana menenangkan dirinya.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Setelah kejadian itu indra pun berhenti menghubungi rini dan kembali menjadi manusia kulkas yang dingin nan kaku.
ada rasa kehilanagan kala ponsel rini tak lagi mendapat notif pesan atau pun panggilan telpon dari i ndra
__ADS_1
dan rini pun tak pernah berniat memulai menghubungi indra terlebih dahulu,dia lebih memilih mengabaikan nya dan sibuk dengan kegiatan bersama teman teman nya.
5bulan kemudian....
Tak terasa 5bulan berlalu dan diantara indra dan juga rini tak ada yang memulai kembali hubungan mereka
indra lebih memilih menyibukan diri dengan pekerjaan nya,sedang kan rini sibuk menghabiskan waktu dengan teman teman sebaya nya.
Saat tengah disibukan dengan urusan lapangan indra mendapat panggilan dari ega atasan nya.
"halo selamat siang pak,ada yang bisa saya bantu"ucap indra kala sambungan telpon nya tersambung
"baik pak,setelah urusan disini selesai saya akan kembali kekantor"
"baiklah,terima kasih ya ndra"
"iya pak tidak masalah,sudah tugas saya membantu bapak"
percakapan mereka pu berakhir dan indra melanjutkan tugas nya mengecek perkembangan proyek baru nya.
__ADS_1
setelah satu jam dilapangan indra pun kembali kekantor,disaat yang sama rini akan keluar kantor karna jam kantor telah selesai pertanda semua karyawan diperbolehkan untuk pulang.
saat pintu lift yang dinaiki indra terbuka di arah luar lift terlihat rini yang telah berdiri menunggu pintu lift terbuka.
netra kedua bertemu sesaat dan diputus oleh rini yang tak ingin berlama lama bertatap muka dengan indra.
indra pun keluar dari lift melewati rini yang berdiri didepan nya.
"anda lembur lagi pak?"tanya rini mencoba membuka komunikasi kembali dengan pria itu.
"mmmm..."indra hanya menjawab dengan deheman dan berlalu memasuki ruangan nya dan menghilang dibalik pintu.
ada rasa rindu dan juga kehilangan yang menyelimuti hati rini,tapi terlalu malu dan juga gengsi untuk memulai terlebih dulu.
rini pun melangkah memasuki lift menuju kelantai bawah dan meninggalkan kantor dengan perasaan gamang nya.
indra pun takalah bimbang dengan rini,dia merenungi nasib percintaan nya yang tak ada sedikit pun kemajuan.
indra terlalu kecewa akan sikap rini yang terang terangan mengabaikan nya dan sibuk dengan dunia nya sendiri tanpa berniat memasukan indra kedalam nya.
__ADS_1
indra mengusap kasar wajah nya dan kembali fokus dengan berkas berkas yang ditinggalkan ega dan harus dia selesaikan.