Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
Keraguan


__ADS_3

Deg....


jantung indra seakan berhenti berdetak kala mendapatkan pesan dari rini yang dikirim kemarin sore,


indra mendudukan dirinya dipinggir ranjang,indra menarik nafasnya perlahan melihat setiap kata demi kata yang tertulis didalam pesan itu


"bagaimana kamu bisa berkata seperti itu disaat aku sedang menata hatiku dengan dia rin?"gumam indra lirih


jujur indra belum bisa melupakan perasaan nya kepada rini tapi saat ini telah ada rara


yang telah menemani nya disaat dia merasa putus asa akan hubungan dengan rini yang tidak pernah ada kemajuan.


kala sedang memikirkan apa yang rini kirim lewat pesan singkatnya,indra dikejutkan dengan suara sang kaka yang memanggilnya.


"kamu sudah siap dek?"tanya sang kakak pada adik satu satu nya itu setelah mengetuk dan memasuki kamar sang adik.


ada perasaan heran kala menatap wajah sang adik yang memancarkan kesedihan tidak seperti mempelai lelaki lain nya yang memancarkan kabahagiaan.


"ada apa?apa kamu masih ragu dengan rara?kalo masih belum bisa move on kenapa nekad menikahi nya"tanya putri setelah duduk dipinggir ranjang tepat disamping indra.

__ADS_1


indra terduduk lesu menundukan kepala nya menatap sebuah foto lama rini yang masih tersimpan diponsel nya.


"apa keputusan ini benar kak?apa aku akan mencintai rara seperti aku mencintai rini?"ujar indra yang tengah galau menjelang pernikahan nya.


"kakak gatau,tapi kakak yakin kalo rara tidak akan menyia nyia kan kamu seperti rini"


"kakak tau,kamu sudah terlalu lama mencintai dia dan sulit tuk melepaskan nya,tapi kakak yakin kalo dihati kamu juga sudah tertulis nama amara klaudia hanyasaja masih butuh waktu dan proses tuk menghilangka nama rini dan digantikan dengan nama amara,


berusahalah mencintai nya dek,mau sampai kapan kamu manunggu rini,


bahkan terhitung dari kamu bilang ke kakak dan ibu akan melamar seseorang itu sudah satu tahun berlalu dek"


"tapi kemarin dia mengirim pesan padaku kak,dia bilang dia mau menerima aku asal aku membatalkan pernikahan ini"ungkap indra menundukan kepala nya lagi


yang benar saja akad tinggal hitungan jam dan kini sang adik tengah galau akan keputusan nya.


"sebaiknya kamu siap siap,kita akan pergi kerumah rara sebentar lagi,


ingat indra hendrawan kamu yang meminta pernikahan ini

__ADS_1


dan kakak harap semua berjalan seperti rencana semula"ujar putri menekan nada suara nya menahan emosi yang menyelimuti nya.


putri pun beranjak dari duduk nya dan bergegas keluar kamar sang adik dengan dadak yang bergemuruh menahan kemarahan nya kepada sang adik.


selang 30 menit berlalu kini keluaga indra dan juga rombongan lain yang ikut mengatar tiba dikediaman


sederhana rara yang telah didekor dengan begitu indah san juga cantik.


prosesi penyambutan sang mempelai pria pun berjalan lancar walaupun dengan wakil tak mengurangi kehikmatan acara.


amara merupakan anak yatim piatu yang tumbuh disebuah panti asuhan dan ini merupakan


rumah yang dia beli dari hasil kerja kerasnya menjadi seorang dokter kandungan.


dengan langkah berat indra melangkahkan kakinya dan duduk dikursi tepat didepan


sang penghulu yang akan membantu nya mengikrarkan janji suci antara dirinya dan juga rara.


setelah indra duduk tak lama rara pun dibawa keluar dari kamarnya dan ikut duduk disamping indra yang telah siap melakukan ijab kabul nya.

__ADS_1


"sudah siap?"tanya sang penghulu kepada indra,tapi bukan nya menjawab


indra malah menundukan kepala nya menunjukan keraguan untuk melanjutkan.


__ADS_2