Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
69.Kecemburuan yang tak jelas


__ADS_3

"mas kenapa?perasaan dari kemrin sikap mas aneh deh"tanya rara membuka suara nya dikala mereka tengah dalam perjalanan menuju tempat rara bertugas.


"kenapa?kamu ga mau aku antar,maunya sama dia iya?"jawab indra sewot


"bukan begitu,mas tau nggak segimana susahnya aku buat menghindar dan mencoba lupain mas,


kalo kaya gini gimana aku bisa lupain mas?"tanya rara sedikit kesal dengan sikap indra


"kenapa mau melupakan?"tanya indra balik


"loh kok nanya aku?inikan yang mas mau dan ini yang mas minta 3 bulan yang lalu,


aku cuma mau menepati janjiku mas,tapi kalo seperti ini gimana mau move on dan cari pengganti"gerutu rara


"kenapa harus cari pengganti?"tanya indra tak terima dengan penuturan rara


entah kenapa indra tiba tiba merasa marah dan kesal kala rara mengungkapkan akan mencari pengganti nya.


"loh mas ini gimana sih,denger ya mas aku ini perempuan normal yang membutuhkan pendamping


mas pikir semua orang merasa nyaman hidup sendiri seperti mas apa,

__ADS_1


maaf mas aku masih normal dan kini aku memang lagi mencari pasangan hidup"jelas rara


"terus kenapa harus menggantikan saya dengan orang lain?"tanya indra ngotot


"ya ampun mas indra yang terhormat,dengar ya mas,mas kan sudah menolak saya,menghindari saya


terus kenapa juga saya harus maksain perasaan saya sama orang yang jelas jelas tidak menginginkan kehadiran saya,


mas,saya itu orang yang sudah terbiasa dikucilkan dan diabaikan,jadi saya cukup tau diri dengan kondisi saya


saat mas meminta saya menjauh saya sudah cukup tau diri makanya saya menggindar dan mencoba membuka hati dan memulai hubungan baik dengan yang lain


asal mas tau sampai detik ini saya masih belum bisa move on dari mas,


rara mohon jangan seperti ini"mohon rara pada indra agar berhenti memperhatikan nya


setelah mendengar penuturan rara,disepanjang jalan pun indra hanya bungkam


indra memikirkan semua ucapan rara yang secara tidak langsung menyindir dirinya kala memaksakan perasaan nya pada rini


dan entah kenapa dia juga bingung kenapa semenjak bertemu rara,indra tidak pernah bisa mengabaikan nya.

__ADS_1


Setelah melalui perjalanan selama hampir 4 jam mobil indra dan juga rara sampai di desa pinggiran yang lumayan asri dan juga sejuk


rumah rumah antar warga pun masih berjarak tidak seperti dikota yang sudah hampir tak berjarak.


indra dan juga rara turun disebuah rumah sederhana yang diperuntukan khusus tuk tenaga medis yang bertugas disana secara bergantian.


kedatangan tari disambut oleh seorang wanita paruh baya yang bertugas sebagai perwakilan kepala rumah sakit


Tenaga media yang bertugas disana semua dalam pengawasan beliau.


"selamat siang bu anita"sapa rara pada wanita yang bernama anita tersebut dan menyalami wanita paruh baya tersebut di ikuti oleh indra yang juga ikut menyalami.


"nak rara datang sama siapa?calon nya ya?"tanya bu anita saat mendapati anak buah nya datang dengan lawan jenis yang merupakan bukan bagian dari petugas medis.


"mmmm ini....."


"iya bu,perkenalkan saya indra"belum sempat rara menjelaskan indra sudah mejawab terlebih dahulu


dan sontak mendapat tatapan tajam dari rara,rara pun mencoba tersenyum menutupi rasa kesal


dan juga malu nya terhadap sikap indra yang seenaknya saja.

__ADS_1


menyuruhnya melupakan tapi terus mendekat tak memberi jarak sedikit pun.


__ADS_2