
Rini terduduk lesu diatas gazebo debelakang rumah nya,dia masih memikirkan ucapan dari indra tadi,melamarnya,kok bisa dan kenapa tiba tiba?
rini terbangun dari lamunan nya kala sebuah tangan mendarat dipundaknya dan mendapati sang atasan masih terduduk disampingnya.
"mau sampai kapan melamun disini?saya harus segera kembali bekerja,tapi saya juga tidak bisa pergi sebelum masalah disini selesai"ujarnya membuyarkan lamunan rini.
"kenapa tiba tiba bapak mau melamar saya?bukan nya selama ini bapak membenci saya?bahkan bapak enggan satu mobil dengan saya kalo pergi kelapangan?"tanya nya menerawang sikap indra selama ini kepadanya
"bukan tiba tiba,kamu nya aja yang ga pernah menyadarri kehadiran ku dan apa kamu bilang tadi saya membenci kamu?kamu dapat info dari siapa kalo aku benci sama kamu?"tanya indra
"bapak selama ini tidak pernah mau satu lokasi sama saya,kalo pun satu lokasi tapi bapak tidak pernah mau berdekatan dengan saya,bapak juga salalu ketus tiap kali saya tanya,itu kalo bukan benci apa coba namanya?"
rini sedikit tersulut emosi kala medengar penjelasan indra yang seolah olah dialah yang salah karna tak menyadari kahadiran indra.
"jujur aku sempat benci sama kamu waktu kamu terus menerus mendekati pak ega,tapi semua cuma sementara,saat aku tau kalo non ara menolak kehadiran kamu,aku sudah melupakan rasa benci itu"ungkapnya jujur.
"terus maksud bapak sekarang apa?"tanya tini lagi
__ADS_1
"saya ga akan jelaskan kalo kamu masih panggil saya bapak"
rini mengusap wajahnya kasar dan mengatur nafasnya agar tak terbawa emosi
"ok,sekarang coba jelaskan kenapa mas mau melamar saya,dan kenapa tiba tiba mas"
"nggak tiba tiba sayang,aku sudah siapin semua ini setelah aku tau kalo non ara menolak kamu tuk dekat dengan pak ega
aku sudah menunggu kamu selama tiga tahun rini,apa penantian aku masih kurang?masih butuh berapa lama lagi untuk kamu siap menerima aku,aku akan sabar menunggu"
"tolong kasih aku waktu mas,aku benar benar masih bingung dengan semua ini"ujar rini yang masih syok dengan keadaan yang terjadi hari ini.
mas pergi dulu ya,mas masih banyak pekerjaan kabari mas kalo kamu sudah siap dengan jawaban nya"indra bangkit dari duduknya dan pamit pada rini sembari mengusap pucuk kepala rini
rini hanya memandangi punggung indra sampai punggung itu benar benar menghilang dibalik pintu tanpa beranjak dari duduknya.
setelah berpamitan dengan kedua orang tua rini indra pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumah sang bos besar nya dan kembali melakukan pekerjaan nya yang sempat tertunda.
__ADS_1
dengan langkah gontai indra memasuki rumah mewah milik ega,dengan membawa semua barang barang yang dipesan oleh sang bos indra menelusuri tiap ruangan didalam rumah mewah nan besar itu.
"kamu siapa?"suara lembut seorang wanita mengagetkan nya,indra pun membalikan badan kekarnya kearah belakang guna melihat orang yang bertanya padanya
"kamu yang siapa?"tanya nya balik dengan nada ketus.
"saya tina,asisten rumah tangga disini,terus kamu siapa?"tanya wanita muda itu lagi pada indra dan menyorot tajam pada pria tampan itu.
"saya indra,saya asisten pak ega dikantor dan saya kesini membawakan pesanan yang beliau pesen"jelasnya sedikit kesal pada gadis muda yang baru dia temui itu.
"oh maaf kalo gitu,ayo ikut saya,tadi ibu sila berpesan kalo mas indra sudah datang suruh kekamar non ara,saya perlu bantuan mas,
tadi bapak sama ibu keburu pergi,oh iya maaf ya soal yang tadi saya tidak bermaksud tidak sopan sama mas indra"ujar tina meminta maaf akan sikap kurang sopan nya.
ternyata gadis itu cukup lumayan ramah dan bersahabat,
mungkin sikapnya tadi merupakan bentuk pertahanan diri dan perlindungan diri kala berada ditempat asing dan dengan orang asing.
__ADS_1
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸