Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
31.Pengakuan 2


__ADS_3

Ara mengurai pelukan nya dari sang bunda,ara kembali menatap sang bunda."apa benar bunda sila bundanya ara?"ara kembali menanyakan hal itu untuk meyakinkan hati nya kalo ini adalah kenyataan bukan mimpi belaka.


"benar sayang,bunda adalah bunda ara,yang mengandung ara selama sembilan bulan dan beejuang melawan rasa sakit saat melahirkan ara...bunda,bunda minta maaf karna telah meninggalkan ara,bunda,bunda salah sayang,bunda minta maaf"sila tak bisa menghentikan tangis nya saat melihat tak ada kemarahan sedikit pun dimata ara.


"boleh ara minta sesuatu?anggap aja ini hukuman untuk bunda"ucap gasis kecil itu.


"iya sayang,apa?apa yang ara mau?hem?"


"ara mau bunda berhenti nangis,berhenti minta maaf sama ara,sebagai hukuman bunda harus selalu tersenyum bahagia saat bersama ara dan juga ayah"


"bunda akan berusaha sayang,terima kasih,terima kasih karna ara mau memaafkan bunda,terimakasih karna ara mau menerima bunda kembali"sila kembali memeluk erat tubuh ara rasa rindu,penyesalan dan juga rasa syukurnya bercampur menjadi satu hingga enggan rasa nya melepaskan gadis kecil itu.


"ara belum sepenuh nya maafin bunda"lanjut ara yang membuat ara kaget dan melepaskan pelukan nya dan menatap sang anak dengan penuh tanya.


"maksud ara apa sayang?"kini ega membuka suaranya menggantikan sila yang terlihat kaget mendengar penuturan sang anak.


"ara akan menerima dan memaafkan bunda sepenuhnya,asalkan bunda mau menikah dengan ayah,ara mau punya orang tua yang utuh,yang bisa pergi kemana mana bersama,makan bersama,jalan jalan bersama dan tidur bersama,ga kaya sekarang ayah dimana bunda dimana,ara mau ayah sama bunda tidur bareng ara"


ucapan ara cukup menohok,sila bahkan ega sekali pun kaget dengan ke inginan ara yang sederhana tapi belum bisa terlakasana.


"ara banyak banyak berdoa ya semoga oma sama opa bisa menerima ayah sebagai calon suami bunda,nanti kalo oma dan opa sudah pulang dari perjalanan bisnis nya ayah akan melamar bunda,biar kita bisa tinggal bareng.

__ADS_1


untuk sekarang ara sabar dulu dengan kondisi sekarang ya,ayah usahakan secepatnya akan menikahi bunda."jelas ega dan ara pun menganggukan kepalanya tersenyum bahagia.


"sekarang ara ngantuk,ayah sama bunda bisa temenin ara sampai ara tidur?"


"baiklah tapi kalo ara sudah tidur ayah kembali ke kamar ayah ya"


"eemmm"ara cuma berdehem menjawab pertanyaan dari ayahnya.


ara pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kasur diiringi oleh sila dan juga ega.Ara berbaring ditengah tengah sedang kan kedua orang tua nya berada di sisi kiri dan kanan nya.


tak butuh waktu yang lama untuk ara terlelap,mungkin masih merasa cape jadi ara sangat gampang tertidur.


sila kembali dari arah minidapur yang terletak dikamarnya dan membawa 2 buah kopi susu kesukaan mereka kala bersantai.


"minum dulu sebelum kembali kekamar dan....ada yang ingin aku tanyakan"


ega mengambil cangkir kopi susu bagian nya dan setelah meminum nya ega berbalik arah menghadap ke arah sila.


"apa?apa yang mau kamu tanyakan?"


"eeemmmm......malam itu....apa yang sebenarnya terjadi?sebenarnya aku sudah tau garia besarnya daru putri,tapi apa boleh aku dengar sendiri dari kamu"tanya sila ragu ragu.

__ADS_1


"kamu yakin?kamu siap mendengar nya?"ega berbalik bertanya pada sila dan dibalas dengan anggukan.


"baiklah...malam itu natan dan juga teman teman nya merencanakan sesuatu yang buruk pada mu sil,aku tau saat tak sengaja mendengar percakapan mereka dicafe didekat kampus,


jujur aku datang ke acara itu hanya ingin memastikan bahwa apa yang aku dengar salah tapi ternyata dia melakukan itu padamu,


aku terus mengikuti kemana kalian pergi,aku begitu takut kala natan berhasil membawa mu masuk kedalam sebuah kamar dihotel itu,


tapi tak lama,dia kembali keluar dengan terburu buru hingga tanpa sadar dia membiarkan pintu kamarnya terbuka sedikit dan itu memudahkan aku untuk masuk dan membawa mu kekamar lain,


niatku hanya ingin menyembunyikan mu tuk sementara sampai kondisi aman,karna membawa mu pulang dengan kondisi setengah telanjang dan dengan kondisi mabuk obat juga ga mungkin kan


apa yang harus aku katakan pada ayah sama bunda saat melihat kondisi putrinya yang berantakan,tapi setelah masuk kekamar itu saat aku memikirkan jalan keluar atas masalahmu,kau sudah menyerangku,bahkan kau sudah melepas semua baju yang melekat pada tubuhmu."jelas ega panjang kali lebar.


netra sila membulat sempurna kala mendengar cerita sebenarnya "be_be benarkah itu?"tanya nya meyakinkan.


"eeemmm bahkan aku sudah berusaha menghindar tapi gejolak nafsu mu terlalu tinggi sehingga aku agak kewalahan,aku ga memang menyangi dan mencintai kamu sil,tapi aku gamau meruksak masa depan kamu tadi nya.


sekuat tenaga aku menghindar dan melawan nafsu ku yang mulai tergoda oleh serangan seranganmu sampai pada akhirnya aku menyerah melawan saat kamu mengucapkan kata kata memohon itu"


"memohon?memohon apa ga?"tanya lagi dengan perasaan keterkejutan nya.

__ADS_1


__ADS_2