Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
24.Salah faham


__ADS_3

Akhirnya setelah menimbang nimbang sila pun menyetujui ajakan putri,selain rindu sama sang sahabat sila juga penasaran tentang ara dan juga pernikahan putri dan juga ega,ya walaupun itu cuma salah faham.


setelah 30menit mereka pun sampai dipusat perbelanjaan putri segera turun dari mobil diiringi sila dan juga ara.


"kamu sudah lapar belum sil.?mau temenin belanja dulu apa mau makan dulu.?"tanya putri sedikit ragu.


"kalo aku sih belum terlalu lapar,coba tanya ara siapa tau dia sudah lapar,anak anak biasanya cepat lapar kalo banyak kegiatan."ujarnya.


"masya allah sila...kamu memang seorang ibu,walaupun tidak pernah bertemu tapi naluri dan kasih sayang seorang ternyata masih ada dalam diri kamu."batin putri.


"astaghfirullah...aku sampai lupa kalo ara ikut."ucap nya sambil menepuk jidatnya.


"ara sayang,ara mau makan dulu apa mau temenin mamah belanja dulu.?tanya putri pada ara.


"kita belanja dulu aja mamah...nanti kalo mau pulang baru makan dulu."


"eeemmm...baiklah tuan putri mari kita belanja."mereka pun mulai memasuki toko perlengkapan bayi dan mulai memilih milih mata yang akan dibeli.


"put kandungan kamu sudah berapa bulan."sila mencoba memecahkan kecanggungan nya dengan putri dengan mencoba membuka perbincangan.


"ini tinggal nunggu alarm nya bunyi sil...setelah alarm nya bunyi ketemu deh sama si kecil."


"sudah mau deket lahiran kok baru belanja sih put?kenapa ga jauh jauh hari kan biar lebih tenang."

__ADS_1


"tadinya pengen ditemenin sama yang punya bibit,biar dia tau repotnya nyiapain keperluan buat calon anaknya,eh malah sibuk kerja mulu,ini aja dia baru balik dari luar kota setelah 2minggu ninggalin istri yang tengah hamil tua gini."curhat nya.


"2 minggu?bukan nya kemarin ketemu dikantor ya?"tanya sila dalam hati merasa bingung dengan penuturan sahabatnya itu.


"oh iya kamu sudah lama nikah?"tanya sila lagi.


putri yang tengah asik memilih beberapa popok pun menolah ke arah sila dan tersenyum.


"baru satu tahun...tapi alhamdulillah sudah dikasih kepercayaan,mungkin allah kasian sama aku sil karna terlalu mencintainya dan masih terlalu mencintainya sehingga allah memberi pengikat dengan ada nya anak ini.


walaupun dia memiliki anak dari wanita lain tapi hati ini benar benar bersikukuh tetap mencintai sampai takdir menyatukan kami kembali."cerita putri menerawang ke masa lalu nya yang mempunyai cerita cinta yang sulit dan berat.


sila pun benar benar yakin kalo pria yang putri maksud itu adalah ega,ayah dari anak nya.


mereka pun memilih duduk dipojokan tepatnya didekat jendela restosan agar bisa menikmati pemandangan luar yang ternyata alam sedang dilanda hujan.


tak lama mereka duduk ponsel putri pun berbunyi dan menampilkan 'huby' dilayar ponsel nya dan itu terlihat jelas oleh sila karna ponsil putri terletak di atas meja tepat didepan sila.


"assalamualaikum sayang....gimana perjalanan nya?aku,aku lagi diluar lagi makan bareng sama sila,oh ya?ya udah langsung kesini aja kalo gitu biar rame kalo makan nya banyakan."percakapan singkat putri dan sang suami pun tak luput dari indra pendengaran sila.


ada rasa sesak dikala sila membayangkan kalo pria itu adalah ega,kebencian nya kini bertambah mengingat kehidupan ega yang ternyata baik baik saja bahkan dia menikahi wanita yang dia cintai dan akan segera memiliki anak kembali.


berbanding kebalik dengan hidup nya yang masih dilanda trauma besar bahkan sulit membuka hati untuk pria.

__ADS_1


jangan kan membuka hati sekedar membuka pertemanan pun sila membentengi diri,sila enggan berhubungan dengan lawan jenis,luka yang ditorehkan ega membekas cukup dalam sehingga sulit tuk dihilangkan bahkan tidak bisa dia lupakan.


"suami kamu mau nyusul kesini?"tanya sila membuka pembicaraan.


"iya katanya dia belum sempat makan siang jadi dia mau nyusul kita kesini,ga apa apa kan?"


"iya tentu saja,kenapa bertanya seperti itu?"


"aku takut kamu keberatan,dan itu bikin kamu ga nyaman nanti"


"ga apa apa kok,suruh kesini aja."


percakapan mereka pun terhenti kala terdengar suara lelaki yang sedang mereka tunggu menyapa.


"assalamualaikum sayang...maaf lama ya nunggu nya?diluar hujan jadi perjalanan nya sedikit terganggu"sapa sang pria.


"papah..."ara yang mendengar sapaan dari sang papah angkat pun berhambur kepelukan nya dan bergelayut manja.


"kalo papah ngucapin salam itu dibales dulu dong sayang biar dapat pahala."ujar reza pada ara.


"wa'alaikumsalam papah...ara kangen papah,papah jahat pergi nya lama banget"rengek ara manja kepada reza.


"iya maaf sayang,kerjaan papah lagi banyak jadi tega deh ninggalin ara,mamah putri dan juga adek bayi..maaf ya"

__ADS_1


sila melongo mendapati fakta yang berbeda dari pemikiran nya selama ini."reza?kok reza,bukan nya ega?"batin sila di isi pertanyaan pertanyaan baru perihal status sang sahabat.


__ADS_2