
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat,persiapan pernikahan undra dan juga rara pun telah mencapai 90%.
rara dan juga indra akan melaksanakan akad nikah dirumahyang baru saja rara lunasi pembayaran nya,
sedangkan untuk resepsi akan di adakan disebuah hotel berbintang
yang juga telah mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibutuhkan dan berhubungan dengan acara resepsi tersebut.
acara akad akan dilaksana kan esok hari dan mulai dari 3 hari yang lalu rara mau pun indra tidak dapat
berkomunikasi karna hp kedua nya telah disita oleh orang tua masing masing.
Rara yang sudah tak memiliki orang tua mempercayakan segala sesuatu nya kepada bunda ratna
sedangkan untuk indra sendiri semua di urus oleh sang ibu dan sang kakak yang lebih riweh dari pada calon pengantin.
"bu,boleh ya menghubungi rara sebentar saja bu"bujuk indra pada sang ibu yang sedang fokus mengecek barang yang akan menjadi bahan seserahan besok
"besok juga ketemui dek,sudah halal pula jadi lebih leluasa,puasa sehari lagi ya"jawab ibu yang tetap fokus dengan kegiatan nya
indra mendesah lelah,indra sudah tidak bisa lagi menahn rasa rindunya kepada rara,sudah hampir 5hari dia tidak berkabar dengan calon istrinya itu.
"nak kamu tidak membawakn rara perhiasan ya?kok disini tidak ada?"tanya ibu kala medapati list bawaan yang sudah terdaftar kurang satu
__ADS_1
"bawa kok bu tapi disimpan sama kak putri"jawab indra lesu
"jangan lemes gitu dong,besok juga ketemu,sudah jadi istri malah bisa ketemu setiap saat dan lebih leluasa mau ngapain juga"goda sang ibu
Sementara ditempat rara,kala semua staf WO yang di utus oleh sila dan juga ega tengah sibuk mendekor
rumah nimimalis itu tetiba kedatangan tamu yang asing bagi semua penghuni rumah
"assalamualaikum bu..."sapanya pada bunda ratna yang sedang mengawasi dan memberi saran prihal pemasangan dekorasi rumah rara
"wa'alaikumsalam...cari siapa ya nak?"tanya bunda ratna heran
"apa benar ini rumah nya dokter amara?"tanya si tamu
"bisa saya ketemu dengan dokter amaranya bu?"
"bisa,ayo kalo begitu kita masuk,rara mungkin ada dikamarnya,
silahkan duduk dulu nak,sebentar saya panggilkan rara nya dulu"ucap bunda ratna sembari beranjak menuju lantai 2
"nak ada tamu"ucap bunda ratna kala memasuki kamar rara
"siapa bun?aku tidak punya janji sama siapa siapa?"tanya rara bingung
__ADS_1
"ibu juga tidak mengenalnya nak,sepetinya dia juga bukan teman kamu,lebih baik temui dia gih,biar jelas ada maksud apa dia kemari dan cari kamu"
"iya bun..."rarapun beranjang dari ranjang nya dan berjalan menuju lantai bawah menemui tamu nya
"mbak rini..???"sapa rara begitu melihat wanita cantik berpenampilan rapih ala kantoran,
sepertinya rini baru pulang dari kantornya dan langsung mampir tanpa berganti baju dahulu.
"bisa bicara sebentar?"tanya rini
"bisa mbak,ada apa ya?"tanyab rara duduk tepat didepan rini
"maaf kalo saya mengganggu tapi ini yang bisa saya lakukan tuk mempertahankan pak indra"ucap rini
Deg.....
rara merasakan detakan jantungnya yang kini tidak beraturan,
rara menarik nafas nya pelan guna menetralkan perasaan nya.
"maksud mbak rini apa ya?"tanya rara dengan perasaan yang bergemuruh namun berusaha tetap tenang.
"saya mencintai pak indra mbak"
__ADS_1