
"kenapa diam disitu?sini..."indra menepuk nepuk ranjang sebelah kiri nya untuk ditempati rara
perlahan rara mulai mendekat dan merangkak naik ke atas ranjang sebelah kiri indra.
"kenapa tegang?masih malu?"tanya indra kala melihat wajah rara yang terlihat gugup dan juga tegang
"tentu saja mas,ini pertama kalinya aku satu kamar dan satu ranjang dengan lawan jenis,tentu saja aku gugup"
indra menarik rara masuk kedalam dekapannya,memeluk erat tubuh mungil istrinya dan mendaratkan kecupan kecupan kecil dipucuk kepala sang istri
"ini juga pertama untukku ra,asal kamu tau jantungku hampir saja lepas dari tempatnya ini"ucap indra sembari mempererat pelukan nya
indra dan juga rara terkekeh bersama,mereka menertawakan tingkah konyol mereka.
"aku sayang kamu mas"ucap rara membalas pelukan indra.
"aku mencintai kamu amara klaudia"rara mendongakan kepalanya menatap wajah sang suami
rara terkejut dengan penuturan indra,rara tak menyangka akan mendengar pengakuan cinta dari indra
indra pun menundukan kepala nya menatap wajah sang istri yang kini bersandar didadanya
netra mereka bertemu dan saling mengunci,indra memajukan wajahnya ke arah wajah rara
__ADS_1
dan mengecup bibir manis rara sekila dan menarik wajahnya kembali sebelum menautkan bibir mereka tuk kedua kalinya
indra ******* dan menyesap bibir mungil rara,hawa panas kini telah menjalar keseluruh tubuh indra
gairah itu kini menguasai tubuh indra dan dengan reflek tangan indra pun mulai aktif ditubuh rara
yang masih anteng bersandar didada sang suami dengan menikmati dan ikut terhanyut kedalam nikmatnya permainan lidah yang suami nya lakukan.
setelah beberapa lama bertukar seliva kini indra melepas pangutan bibir nya dan juga rara,
memberi sedikit ruang agar sang istri dapat menghirup oksigen sebelum melanjutkan keaksi yang lebih panas lagi
tangan indra mulai bergerak membuka tali bathrobes milik rara dan menelusupkan tangan nya meraba dan mengelus bukit kembar milik rara
rara sedikit terkesiap kala merasakan tangan indra menyentuh dan mulai mengusap bukit kembarnya
"mas..."lirih rara sedikit mendesah kala tubuhnya meremang dan bergelenyar karna ulah tangan nakal indra
"boleh?"tanya indra saat rara membuka mata dan menatap ke arahnya
rara tak mampu membalas pertanyaan indra dengan kata kata karna telah diselimuti gairah yang sudah tak tertahankan lagi.
rara menganggukan kepalanya mengijinkan indra melakukan apa yang ingin indra lakukan terhadap tubuhnya.
__ADS_1
indra kembali menyatukan bibir mereka dan kini tautan itu semakin menutut dan semakin dalam
indra merubah posisi mereka tanpa melepas tautan bibirnya dengan bibir rara,
kini tubuh mungil rara telah berada dibawah tubuh indra dan sudah setengah polos.
"apa mas boleh melakukan nya sekarang sayang?"tanya indra lagi,memastikan kalo rara sudah siap dengan malam pertama mereka.
"lakukalah mas,tubuh dan hatiku sepenuhnya milikmu"jawab rara dengan suara yang serak
menahan gairah yang kini telah berada di ubun ubun dan menuntut untuk dituntaskan.
dengan secepat kilat indra pun membuka bathrobes mliknya dan juga rara,
kini kedua pengantin baru itu tengah polos dan hanya tertutupi oleh selimut tebal.
indra menautkan kembali bibirnya dan juga bibir rara,
ciuman panas itu kini beralih turun kearea leher putih rara dan sedikit meninggalkan jejak cinta disana.
dan kembali turun sampai dibukit kembar milik rara,
lenguhan dan ******* mulai keluar terdengar seksi ditelinga indra kala dia mulai memainkan
__ADS_1
pucuk bukit kembar rara dengan lidahnya,sesekali menyesap dan memberi gigitan kecil disana
membuat yang punya mendesah tak tertahankan lagi.