
"assalamualaikum...."sebuah salam menggema diruang tamu rumah putri
"wa'alaikumsalam..."balas sang ibu yang kebetulan setelah putri menikah ibu putri tinggal bersama putri sedang kan indra tinggal di apartemen yang diberikan oleh sang kakak ipar nya reza.
"tumben kamu kesini nak?apa sudah tidak sibuk lagi?"sindir sang ibu.
"adek kangen sama ibu,ga boleh ya kalo adek nengokin ibu nya"ujar indra bergelayut manja dilengan sang ibu.
"tumben kamu kesini dek?ada apa?"tanya putri merasa heran sang adik tengah bersantai dirumah nya.
setau putri indra adalah penggila kerja,seakan tak pernah kenal lelah.
"ibu sama kakak kenapa sih,aku tuh kangen sama ibu tapi kok respon nya gitu semua"indra berenggut mengahdapi sikap sang ibu dan kakaknga yang seperti tidak menginginkan kehadiran nya.
"bukan gitu adek kakak yang manja,kakak kan cuma nanya"sambung putri membelai surai indra yang hitam legam.
indra memang terkenal dengan sikap cowok yang cuek dan dingin tapi tidak kala dia bersama dengan sang ibu dan sang kakak,indra akan menjadi sosok yang manja.
__ADS_1
"bu aku mau melamar seseorang..."sontak ibu dan juga kaget akan penuturan indra yang tiba tiba akan melamar seseorang pasalnya dia tidak pernah terlihat dekat dengan lawan jenis.
"laki laki apa perempuan dek?"pertanyaan putri membuat ibu dan adiknya membulatkan mata mereka
"maksud kakak apa?ya tentu saja perempuan kak,kakak pikir aku ini kaum pelangi gitu?"tany indra tak terima dengan pertanyaan sang kakak.
"kamu itu pun kalo ngomong suka ngawur"timpal ibu memprotes ucapan putri.
"ya siapa tau,secara diakan ga pernah deket sama lawan jenis bu,disekolah dan dikampus kegiatan nya di isi dengan belajar dan kegiatan kampus tak sekali pun dia pergi nongkrong sama temannya
sekarang sudah menjadi pria mapan juga malah lebih tenggelam didunia kerja,siapa yang ga curiga bu,anak ibu yang satu ini memang aneh"sewot putri pada sang adik.
"sudah....sudah....jadi kapan kamu akan melamarnya?dan siapa gadis itu,kenapa belum diperkenalkan sama kami?"ujar sang ibu melerai perdebatan kedua anak nya.
"nanti bu setelah dapat kabar dari nya,setelah dia setuju aku akan langsung bawa dia kemari"kata indra bersemangat kala membahas gadis pujaan hati nya itu.
Sebulan telah berlalu dari hari kedatangan nya kerumah rini dan tak ada perkembangan yang berarti.
__ADS_1
sang gadis malah terkesan menghindar kala mereka bertemu,bahkan semua pesan yang indra kirim sama sekali tak pernah rini balas.
telponya pun selalu dia abaikan,jenuh dengan keadaan yang seolah oleh menjadi pengemis cinta indra pun bertekad berbicara dengan rini.
disaat jam makan siang indra tiba tiba datang ke meja rini saat rini bersiap siap meninggalkan kantor dan akan mekan siang bersama teman nya.
indra menarik paksa rini agar ikuti dengan nya menuju lantai atas tepat nya kesebuah rooftop yang disediakan perusahaan tuk para karyawan disana bsrsantai melepas lelah dan penat dengan pekerjaan nya.
"lepas pak,kamu menyakitiku"ujar rini berontak dan berusaha melepas genggaman tangan indra.
"saya akan lepas setelah sampai di atas"ujar indra dengan nada datar dan dingin.
mereka pun sampai diruang terbuka itu,berhubung waktu jam makan siang jadi disana lumayan cukup sepi.
"kenapa kamu abaikan saya rin?pesan dan telpon saya juga tidak pernah kamu respon?"tanya indra kecewa dengan sikap rini yang seakan meremehkan dan mengabaikan nya.
"saya sudah bilang kan saya butuh waktu pak,tidak semudah itu membuka hati pada orang baru"jawab rini dengan nada kesal.
__ADS_1
"ini sudah satu bulan rin,bagaimana kamu bisa membuka hati berbicara dengan saya saja kamu nggan"
rini tak menjawab indra,dia membuang pandangan nya kearah lain dan memasang muka kesalnya.