Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
55.Kembali pulang


__ADS_3

Sontak yang ada diruangan itu jadi terfokus pada dua muda mudi yang tengah bertegur sapa itu,


'sejak kapan mereka saling kenal"begitulah kira kira pertanyaan setiap orang yang ada didalam ruang itu dalam benaknya masing masing


terutama sang kakak tentunya yang kepo abis dengan pasangan adiknya.


"bukan seperti itu,aku hanya kaget juga senang bisa ketemu kamu lagi"ungkapnya dibarengi dengan senyum manis nya.


indra tertegun mendengar penuturan gadis yang baru saja ditemui nya itu.


"nanti siang kalo ada waktu kita makan siang bareng yuk,aku ga punya teman jadi kalo bisa boleh temani aku makan siang"ajak tanpa rasa ragu dan juga malu.


"maaf aku sibuk"tolak indra,bangkan indra enggan menatap gadis itu dan tetap fokus sama pekerjaan nya.


"eemmmm....baiklah,selamat bekerja kalo gitu,ibu sila bapak ega dan yang lain saya pamit dulu ya,semoga lekas setabil ya ibu sila dan bisa cepat pulang"ujar nya tanpa melepaskan senyum manis diwajahnya,walaupun semua orang tau kalo dia sedang merasa kecewa akan penolakan dari indra.


gadis itu pun berlalu dari kamar dan semua kembali kepada kegiatan nya masing masing,


"mereka saling kenal ya put"tanya sila pada putri setelah dokter cantik itu keluar dari kamar nya.


"aku gatau put,dia tidak pernah cerita apa apa tapi 6 bulan yang lalu sempat cerita kalo dia mau melamar ssseorang,


tapi setelah sekian lama tidak pernah dibahas lagi,malahan akhir kahir ini dia malah sibuk kerja,tiap ditanya ibu kapan mau lamaran dia tidak pernah mau menjawab"curhat putri pada sila

__ADS_1


"apa dia gadis itu ya,secara bahasa mereka kaya nya sudah akrab gitu tapi kenapa indra ketus gitu"tanya putri pada dirinya sendiri


sila yang mendengar monolog putri hanya bisa menggidikan bahu nya tanda tak tau.


setelah melihat pekerjaan ega dan indra selesai putri menghampiri sang adik dan duduk tepat disebelahnya.


"apa dia gadis yang mau kamu lamar dek?"tanya sang kakak.


indra mendelikan mata nya mendengar pertanyaan dari kakak tercinta nya itu.


"kakak jangan ngaco deh,kenal juga nggak kenapa tiba tiba mau melamar nya?"jawab indra sewot


"kok marah sih dek,kan kakak cuma nanya"kata putri yang menatap heran akan respon dari adiknya itu.


"kamu nggak apa apa kan sayang?"tanya reza pada istri tercintanya itu dan duduk tepat disamping nya.


"nggak apa apa mas,aku cuma khawatir sama anak itu,semenjak penuturan nya 6bulan yang lalu dia berubah mas"curhat putri pada suami nya.


"mungkin memang sedang ada masalah,lebih baik kita beri dia waktu sayang jangan menambah beban pikiran nya"reza memberi nasehat pada istrinya.


semua pun mendukung saran reza untuk membari waktu untuk indra sampai dia siap dan mau berbagi cerita.


🌸 🌸 🌸 🌸 🌸

__ADS_1


3hari kemudian...


Tiga hari pun berlalu dengan cepat dan kini kondisi sila pun telah pulih sepenuhnya tapi tetap harus membatasi pekerjaan dan ruang gerak nya.


dan sila pun telah diperbolehkan pulang oleh dokter dan disambut antusias oleh seluruh kelurga.


sila pun kembali kerumah dengan perasaan yang bahagia karna kepulangan nya kini dengan membawa calon keluarga baru dalam tubuh nya.


Kepulangan sila disambut bahagia seluruh keluarga,semua nampak hadir dan berkumpul dirumah mewah ega dan juga sila.


"bunda pulang..."seru ara dan berhambur kedalam pelukan sila kala sang bunda memasuki rumah.


"ara sayang,bunda kangen banget sama kakak ara"sila membalas pelukan sayang dari putri sulung nya


"selamat datang kembali kerumah bumil"sambut nabila sang kakak yang juga hadir disana memberi pelukan hangat untuk adik kecilnya yang kini akan menjadi seorang ibu dari 3 anak itu.


"makasih ya mbak, aku sudah repotin mbak,mbak jauh jauh datang kemari cuma buat sambut kepulangan aku"sila membalas pelukan sang kakak dengan rasa haru,pasalnya sang kakak kini telah menetap diluar kota karna bisnis sang suami yang mengharus kan mereka pindah kesana.


"nggak kok,lagian mbak pengen tau kabar calon ponakan baru mbak"ucap nabila sambil membelai perut sila yang masih rata itu.


seketika rumah ega pun disulap bagai pasar,suara riuh dari berbagai macam obrolan pun menggema diseluruh ruangan.


gelak tawa ara dan juga lala saling bersautan,anak sulung dari sila dan nabila itu pun nampak akrab dan saling berbagi mainan,ara yang pasalnya lebih besar dari lala selalu menjadi sosok kakak yang baik walaupun sebenarnya lala lah yang kakak dan ara adiknya

__ADS_1


tapi ara selalu bersikap bagaikan kakak yang selalu menjaga dan mengalah kepada adiknya.


__ADS_2