
rara menganggukan kepala nya dan membalas pelukan indra dan tersenyum bahagia dalam pelukan sang pujaan hati.
Lain indra dan juga rara yang tengah berbunga bunga dengan kedekatan mereka,lain juga pasangan ega dan juga sila yang kebingungan mencari mobil yang mereka pakai telah hilang dari tempatnya terparkir
ega menatap kesekitar area parkir mungkin saja dia salah jalur tapi setelah dicek mobil miliknya tak ditemukan juga
ega juga sulit menghubungi indra yang ikut raib bersama dengan mobilnya,sambungan telpon nya selalu diluar jangkauan membuat ega sedikit kesal
pasalnya dia tak tega melihat sila berdiri lama dengan kondisi perut yang benar benar besar karna mengandung bayi kembar.
ega pun memutuskan pulang dengan naik taksi yang sudah stay didepan rumah sakit dan masih tetap menghubungi sang asisten tersebut
tapi tetap saja sambungan nya selalu tersambung dengan operator.
"kemana sih anak itu?tidak seperti dia saja yang tiba tiba hilang tanpa kabar lagi"gerutu ega begitu mereka memasuki taksi
"mungkin ada keperluan pribadi yang mendadak mas,biarin aja kan masih masa cuti juga
__ADS_1
kasian dia masih muda tapi terlalu fokus kerja,putri aja sering mengeluh tentang adiknya yang tak kunjung memiliki pendamping karna fokus kerja"sambung sila bijak
"aku juga dulu gitu,fokus kerja dan ga mikirin pasangan"ucap ega tak terima istrinya membela lelaki lain.
"beda mas,dulu kamu sudah punya anak jadi wajar saja jika tidak memikirkan pasangan,sudah ah...debat sama kami bikin mood aku jelek"ucap sila memutus perdebatan mereka
"loh kok jadi marah sayang,yang harus nya marah kan aku sayang,ya sudah maaf ya bunda sayang maafin ayah ya"bujuk ega pada sila yang merenggut.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Rara pun telah memulai kegiatan nya melayani para pasien yang membutuhkan jasa nya,ternyata cukup banyak pasien yang membutuhkan jasa nya.
tak jarang juga indra ikut membantu disana,seperti membantu membawakan stok obat,
membantu menggendong pasien yang tidak bisa berdiri dan masih banyak lagi yang lain nya.
"istirahat dulu mas"tawar rara pada indra dan memberi botol air mineral pada indra yang tengah membantu memindahkan obat obatan yang baru datang ke dalam gudang penyimpanan obat.
__ADS_1
"makasih ya"ucap indra setelah menerima botol air mineral yang diberikan rara dan meminum nya.
"mas beneran ga pulang?yakin mau stay disini?"
"iya,kenapa?ga boleh ya,biar kamu bisa dekat dekat dengan cowok yang kemarin?"tanya indra dengan nada ketus nya.
"ya ampun mas,belum apa apa sudah posesif aja...gimana kalo sudah jadi pacar coba?"gerutu rara sedikit kesal dengan sikap posesif indra
padahal di antara mereka belum terjadi kesepakatan apa apa,hanya akan mencoba membuka diri dan mendalami perasaan masing masing.
"memang nya siapa ya mau pacaran sama kamu?"ucapan indra menambah kekesalan dihati rara
"kalo ga mau pacaran kenapa juga ngelarang aku deket dengan cowok lain,aneh"rara bertambah cemberut
"saya memang ga mau pacaran sama kamu,tapi saya mau langsung halalin kamu,puas"ucap indra sambil beranjak dari duduknya dan kembali membantu mengangkat dus dus obat obatan tadi.
"apa katanya tadi?halalin?dia ngelamar aku gitu?ih dasar manusia kulkas,ga jelas banget"gerutu rara sambil ikut beranjak kembali ketempat pemeriksaan
__ADS_1
ada senyuman kecil menghiasi wajah cantiknya dan bertambah menggemaskan kala rona merah turut serta menyambangi wajah cantiknya.