
Rara meremas rambut tebal indra dan membusungkan dadanya agar indra bisa lebih leluasa lagi menguasai bagian tubuh rara yang teramat sangat sensitif itu.
kini tak ada lagi rasa malu yang rara rasakan,hanya rasa ingin dipuskan dan memuaskan lawan main halalnya
setelah cukup puas bermain didada rara indra melepas kan bibirnya dari gunung kembar milik rara dan kembali menaikan wajahnya menjadi sejajar dngan wajah rara
"mas lakukan sekarang ya?"tanya indra dengan suara parau nya
"iya mas,lakukan saja aku akan menahan nya walaupun itu akan sakit"jawab rara yang tak kalah parau dengan indra karna telah dikuasai oleh gairah yang memuncak.
perlahan tapi pasti indra pun mulai mengarahkan senjata pribadinya yang telah menegng ke arah bagian sensitif milik rara
indra mendorong senjata nya agar dapat memasuki gua milik rara yang masih rapat lengkap dengan pelindung
sampai 2x dorngan indra masih belum bisa menmbus goa itu dan di dorongan yang ke 3 akhirnya pekik kesakitan rara terdengar nyaring ditelinga indra dan cairan hangat mulai mengliri senjata pribadi indra
"aaahhhhh sakit mas"teriak rara sembari menjambak sedikit keras rambut indra
indra pun berdiam sejenak memberi ruang untuk rara beradaptasi dengan senjata yang masih terpendam didalam tubuh nya
__ADS_1
"maafkan aku sayang,apa sakit banget ya?"tanya indra ditengah aktifitas panas nya
"iya mas,lumayan sakit"jawab rara dengan nafas yang masih ngos ngosan
"apa kita hentikan dulu saja,kita lanjutkan besok atau setelah kau siap?"
"tidak mas,lakukan sekarang saja tapi tunggu sebentar ya aku istirahat dulu,nafasku benar benar sesak mengikuti permainan mu mas"
"baiklah,aku senang kalau kamu menikmatinya"
"mas ih,jngan liat aku kaya gitu,aku malu mas"rara memalingkan wajahnya agar indra tak dapat melihat rona merah diwajahnya.
"mas..."rara pun memberanikan diri menatap wajah indra yang kini tengah mentapnya
indra pun kembali menyatukan bibirnya dengan bibir rara,melumata dan menghisap bibir mungil itu dan kini permainan lidah nya diiringi dengan pompaan yang dilakulkan senjata pribadi indra
"aaahhhh maaaassss..."terdengar lenguhan dan ******* yang keluar dari bibir rara yang membuat indra kembali bersemangat melakukan penyatuan cintanya dengan sang istri tercinta
setelah satu jam berlalu akhirnya indra maupun rara mencapai puncak dengan bersamaan,tubuh mereka menegang kala cairan lahar panas indra berhamburan memenuhi rahim rara.
__ADS_1
"terima kasih sayang,mas mencintai kamu rara"indra kembali mengungkapkan perasaan nya dan memberi kecupan sayang dikening rara yang penuih dengan keringan sisa pertempuran panas mereka.
"aku juga mencintai kamu suamiku sayang"jawaab rara ditengah nafas yang masih memburu.
rara dan juga indra pun memejamkan mata nya dan terlelap bersama denganb saling berpelukan melepas lelah yang melanda tubuh masing masing.
🌸🌸🌸🌸🌸
Waktu berganti kini malam yang syahdu tengah berganti pagi hari malah sudah terbilang siang karna matahari sudah mninggi kala sepasang mata mengerjapkanm matanya dan mencoba membuka mata dengan sempurna.
rara terbangun terlebih dahulu,rara merasa begitu kesakitan dibagian inti tubuhnya saat akan bangkit dari tidurnya
"aawwww....iissssstttt..."pekik rara dan kembali terduduk dibibir ranjang nya
"kenapa sayang?sakit ya,mau kemana?"tanya indra masih setengah sadar dari tidur nya.
"aku mau kekamar mandi mas"ucap rara menahan rasa malu nya
tanpa berkata kata indra pun mengangkat tubuh rara dan membawanya menuju kamar mandi dan meletakan tubuh mungil itu di atas kloset duduk yang ada disana.
__ADS_1