
"6 tahun ga?itu berarti kamu sudah mencintai sila saat aku pergi keluar negri?"tanya tasya lagi,tak percaya dengan apa yang dia dengar,terus apa yang selama ini tasya rasakan dan anggap.
"iya lebih tepat nya menyiapkan pernikahan ini sya,kalau untuk mencintai sendiri,aku sudah mencintai sila semenjak masuk sekolah SMA"jelas ega
"lalu kamu menganggap aku apa ga?"tasya mulai menaikan nada bicara nya dia merasa tidak terima kalo ega tidak pernah memiliki perasaan yang sama dengan nya.
"maksud kamu apa sya?"tanya ega
"selama ini aku menganggap kamu spesial ga,aku tidak pernah mencoba dekat dengan lelaki mana pun karna ku pikir aku harus menjaga hati dan perasaan aku karna kamu pun melakukan yang sama"jelas tasya yang membuat ega kaget.
"maksud kamu apa sya"ega mencoba mencari pemjelasan atas pernyataan tasya.
"aku suka sama kamu ga,dan selama ini aku berusaha menjaga perasaan ini karna aku pikir kamu pun melakukan hal yang sama"jelas tasya yang tak nb nn maafkan aku sya sepertinya kamu salah paham,aku tidak pernah memiliki perasaan sama kamu sya,kamu adalah teman yang baik yang tapi perasaan aku dari dulu tidak pernah lebih hanya sebatas teman"jelas e4ga yang membuat tasya semakin sakit dan kecewa ternyata selama ini dia hanya mencintai sendirian.
tasyab pun bangkit dari duduknya dan berlalu dari hadapan ega,ea pun bangkit dari duduknya dan menoba menjelaskan sama tasya tentang kesalah pahaman nya.
"sya......."panggil ega
"cukup ga,tolong jangan ucapkan apapun lagi,jangan menambah rasa malu ini bertambah besar"ujar tasya dan berlalu dari ruangan ega dengan memebaa hati dan perasaan yang hancur.
ega hanya bisa melihat kepergian tasya dengan rasa bersalah atas sikapnya selama ini pada tasya yang membuat gadis itu salah paham.
tak lama setelahb kepergian tasya,ega meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja,ega mencari no kontak sang calon istri dan segera menekan tombol memanggil.
__ADS_1
tut...tut....tut....
tepat didering yang ke tiga telpon pun tersambung dan mulai terdengar suara lembut yang selelu menenangkan hati ega kala dilandan kegundahan.
"halo,assalamualaikum..."sapa nya lembut
"wa'alaikumsalam...lagi apa sayang"tanya ega pada sila.
"ini lagi bantuin buat pengajian besok mas,mas masih dikantor?"
"iya sayang,ini hari terakhir kerja sebelum cuti nanti....ssayang..."
"apa mas?cape banget ya?kok lesu gitu?"
"terus kenapa lesu gitu?"
"mas kangen sama kamu yang,boleh video call ngga?"
"kamu ini kirain kenapa,bikin aku khawatir aja,kata bunda ga boleh mas...apalagi ini tinggal 3 hari lagi,kata bunda harusnya telpon juga ga boleh tapi berhubung pengantin nya udah punya anak jadi boleh,tapi cuma telpon ga boleh liat muka masing masing...yang sabar ya mas,aku juga kangen banget kok sama kamu"
"haaaaahhhhhh baiklah,se4moga aku bisa melewati tiga hari ini dengan lancara ya...doain mas mu ini ya"keluh ega yang sudah 4 hari tidak bisa melihat wajah sang kekasih walau cuma video call.
"oh iya sayang kok kamu ga nanya kenapa tasya datang?aku kan udah bilang tadi tasya datang kekantor"tanya ega yang tak kunjung mendengar sila mnanyakan prihal tasya datang kekantor nya.
__ADS_1
"kepo sih,tapi aku gamau kalo rasa kepo aku bikin kamu ga nyaman.''jawab sila
"ternyata kamu benar sayang,tasya selama ini menganggap kalo aku cinta sama diadan itu yang bikin alasan aku masih belum menikah,karna deia pikir aku lagi nungguin dia."jelas ega panajang lebar.
"kamu ga apa apakan sayang?kok diem sih?"tanya ega kala tak ada respon heboh dari sila.
"kamu sudah jelasin saadia tentang perasaan kamu sama dia?"tanya sila
"sudah..."
"sudah jelasin tentang ara?"
"belum sempat,tasya keburu pergi dan gamau lagi dengar penjelasan aku"jawab ega
"ya sudah kalo gitu,aku percaya sama kamu kok mas"ucapan sila selalu membuat ega tenang dan nyaman itulah yang membuatnya tak pernah bisa berpaling kepada wanita lain.
"ya sudah aku kerja lagi ya,kabari aku kalo ada apa apa atau kamu butuh apa"lanjut ega.
"iya mas,nanti aku kabari kamu ya,selamat bekerja ayahnya ara,sayangnya bunda sila"ucap sila memberi semangat kepada sang calon suami.
"jangan menggoda akub sayang,kamu gatau apa betapa susahnya menahan rindu ini,ini benar benar menyiksa aku lebih dari 3 tahun lalu saat aku jauh dari kamu"keluh ega pada sang calon istri
"iya deh iya maaf,semangat kerjanya ya,aku tutup dulu sudah dipanggil bunda"ujar sila sebelum mengakhiri sambungan telpon nya.
__ADS_1