
Rara menyadari kerguan indra dan meminta ijin untuk bicara sejenak bersama indra.
"bisa ditunggu sebentar pak,saya perlu bicara sebentar dengan mempelai pria nya"ujar rara meninta ijin kepada penghulu untuk bsrbicara sebentar dengan indra.
"iya silahkan mbak,tapi saya cuma punya waktu 30 menit karna saya harus melanjukan tugas ketempat lain"kata pak penghulu memberi sedikit ruang kepada calon pengantin nya.
Rara pun membawa indra menuju kehalaman belakang dan menuntun calon suami nya duduk dibangku taman belakang rumah.
"mas kenapa?apa pernikahan nya kita batalkan saja?"indra mendongakan kepala nya mendengar penuturan rara yang langsung ke inti masalah nya.
"kamu...."indra tak dapat melanjutkan kata kata nya kala menatap mata indah rara yang kini dipenuhi dengan cairan bening yang tertahan.
"kemarin mbak rini datang kemari dan memohon untuk membatalkan pernikahan ini,
kalo mas pun meminta demikian........"rara menjeda ucapan nya
dan mengatur nafas nya agar dapat melanjukan ucapan nya yang menyesakkan dada.
"mari kita batalkan saja"ujar rara melepas cinta nya yang sempat berbunga dengan indah dan kini akan layu.
15 menit mereka disana dan masih tak ada jawaban dari indra,
__ADS_1
rara meraih tangan ega dan dengan ikhlas melepas demi melihat sang pujaan hati bahagia dengan cintanya.
"semoga kamu bahagia mas,berbahagilah dengan nya"ucapan penutup kisah mereka terdengar menyeruak ditelinga indra
rara melepas genggaman indra dan bangkit dari duduknya melangkah meninggalkan indra yang masih mematung disana.
setelah rara menghilang dibalik pintu indra pun bangkit dan mengikuti langkah rara menuju kearah tempat akad berlangsung.
saat indra sampai ditempat ternyata disana telah ada rini yang tengah berdiri tepat dibelakang kursi
keluarga yang akan menyaksikan janji suci dirinya dan juga rara yang sepertinya urung terlaksana.
Rara melangkahkan kaki nya buka kekursi tempat ijab kabul melainkan ke arah mc yang berdiri disamping pelaminan dan mengambil microphone milik sang mc.
keluarga yang telah hadir disini dan juga kepada para petugas KUA dan kepada para staf yang telah membantu kelancaran acara ini"
rara kembali menjeda ucapan nya dan kembali mengatur nafasnya
menguatkan dirinya sendiri untuk menggagalkan pernikahan nya sendiri.
dan membuat semua yang hadir disana merasa bingung tapi tidak untuk putri,dia tau betul apa yang akan terjadi.
__ADS_1
"dengan berat hati saya sampaikan.....bahwa pernikahan ini saya batalkan"rara tak mampu lagi menahan air mata nya,
wajah cantiknya kini telah dipenuhi cairan bening yang tak bisa berhenti keluar.
hancur,kecewa,sedih dan juga malu bercampur menjadi satu tapi rara mencoba tegar menghadapi semua cobaan yang datang silih berganti menerpa nya.
saat hendak meninggalkan tempat tetiba tubuhnya ditubruk seseorang dari arah belakang
dan sepasang tangan kekar memeluk pinggang nya dengan erat.
si penubruk membenamkan wajahnya dibahu rara dan dapat dirasakan rara bahwa tubuh seseorang itu
bergetar hebat pertanda bahwa dia tengah menangis dibelakang tubuh rara.
"mas...."ujar rara mengetahui dengan pasti seseorang dibelakang tubuh
dan memeluk erat tubuh nya dan menyentuh tangan indra yang melingkar diperut dan mengunci tubuhnya.
"nggak ra,jangan ra.jangan tinggalkan aku ra...maafkan aku karna sempat meragu tuk melanjutkan pernikahan ini...
maafkan aku ra,aku mohon jangan tinggalkan aku ra"indra menangis hebat kala menyadari kekeliruan nya mengartikan perasaan nya sendiri.
__ADS_1
indra memang belum bisa melupakan rini bahkan kini dia telah bimbang karna rini memintanya
membatalkan pernikahan nya dengan rara dan melanjutkan dengan nya.