
Tanpa menunggu lama ega pun bergegas keluar kamarnya dan pergi menuju kamar tempat sila dan juga ara berada.
"masuk..."ucapa sila mempersilahkan ega masuk setelah melihat pria itu berdiri didepan pintu kamarnya.
"ara sudah tidur?"tanya ega kala melihat sekitar kamar yang sepi tanpa adanya ocehan gadia kecil itu.
"iya,habis makan malam tadi dia langsung tidur,sepertinya kecapean seharian jalan jalan dan bermain,malah belum sempat ganti baju sudah terlelap aja"jelas sila pada ega.
ega berjalan menuju arah balkon,kebetulan dibalkon sudah terpasang sofa buat bersantai sambil menikmati pemandangan pantai.
hotel tempat mereka menginap memang dipinggir pantai dan balkon kamar sila maupun ega sama sama menghadap ke arah pantai.
"kok disini?kenapa ga didalam?"tanya sila memberikan secangkir kopi hangat dan ikut duduk disamping ega.
"disini aja,didalam takut ganggu ara"ucap ega sambil meminum kopi yang dibuat oleh sila.
"sil...."
"eemmmm,apa?"
"kamu masih marah sama aku?masih benci?"tanya ega tiba tiba dan membuat sila terkesiap.
__ADS_1
sila tak langsung menjawab dia menatap wajah ega dengan bingung.
"kenapa bertanya seperti itu"tanya sila balik.
"kamu tau jawaban nya sil...."jawab ega menundukan kepala nya,ada gurat kesedihan dan penyesalan mendalam dimata ega yang selama ini selalu dia tutupi.
"marahlah,kecewa apalagi...tapi untuk membenci kamu,apa aku ga keterlaluan ga,setelah tau alasan dibalik semua yang terjadi pada kita apa aku ga keterlaluan kalo masih membenci kamu?"
sila berangsur mendekat dan mengikir jarak antara dirinya dan juga ega sila menggenggam tangan ega dan menatap pria itu dengan intens.
"yang seharus minta maaf itu aku ga,yang harus nya menyesal itu aku ga,dan yang seharus membenci itu bukan aku ega tapi kamu.....aku sudah menyakiti kamu dan ara,bahkan dengan tega nya aku meninggalkan ara tanpa pernah memberikan nya ASI,
ega segera meraih tubuh rapuh sila dan membawa kedalam dekapan nya,mengelus rambut panjang sila yang terurai dan memberikan beberapa kali kecupan dipucuk kepala sila.
"karna aku sayang banget sama kamu sil,aku sudah mencintai kamu bahkan saat umur kita masih belia,saat kamu masih mengikat rambut mu dengan kunci 2 yang sudah seperti tanduk rusa itu,tapi gatau kenapa aku justru ga bisa berpaling dari nya,ya walau pun penampilan nya bikin geli sendiri"ungkap ega panjang kali lebar.
sila mengurai pelukan ega dan menatap ega tak percaya,selama itukah ega menyimpan rasa cinta pada nya.
"jadi kamu selama ini...."ucapan sila terpotong kala jari telunjuk ega mendarat dibibir nya dan menganggukan kepala nya sebagai jawaban dari pertanyaan sila.
"kenapa ga pernah bilang?kamu tau betapa putus asa nya aku yang mencintai sendirian,kenapa memilih diam?padahal setiap saat aku mengharapkan pernyataan itu"lanjut sila mulai mengeluarkan isi hati yang selama ini dipendam nya.
__ADS_1
tak kalah kaget dengan sila,ega pun terperanjat mendengar pengakuan dari sila.
"maksud kamu....??bukan nya kamu sama natan??"tanya ega yang masih tak percaya dengan pendengaran nya
"haaaahhhhhh...."sila menarik nafasnya dalam dan juga berat,sila menyandarkan tubuh lelah nya disandaran sofa dan meletakan kepala dipundak ega,tak lupa tangan nya menggenggam erat tangan sang ayah dari putri cantiknya.
"bang natan ya?itu aku lakukan setelah aku tau kalo kamu memutuskan jalan sama natasya"lanjutnya sambil mengusap tangan ega yang menggenggam erat tangan nya
"maksud kamu apa sil?kenapa dengan natasya?dan kenapa kamu berpikir kalo aku jalan sama dia?tolong jelasin ada apa ini,jangan buat aku bingung sila"
"setahun setelah kita berteman aku benar benar merasa nyaman sama kamu ga,perhatian kamu selama ini benar benar bikin perasaan nyaman aku berubah menjadi suka dan mungkin juga cinta,karna aku benar benar ga suka kalo kamu dekat dengan cewek lain termasuk putri dan juga natasya,
tapi aku tak bisa mengatakan apa apa pada saat itu,aku juga ga tau gimana perasaan kamu pada ku,aku ga mau ke geeran secara kamu baik dan perhatian sama semua teman kamu,
sampai suatu hari natasya bilang sama aku kalo kalian jalan bareng dan akan memulai sebuah hubungan diluar pertemanan,
saat itu hatiku benar benar hancur,aku sedih bahkan seharian ga bisa keluar kamar karna ga bisa berhenti nangis,
bahkan kamu ga bertanya dan berkomentar apa apa saat bang natan mulai intens mendekati ku,karna itulah aku berpikir bahwa kamu memcintai natasya dan akhirnya aku menerima bang natan dengan harapan aku bisa move on dari kamu."
ega benar benar tertegun dengan pengakuan sila yang ternyata selama ini menyimpan perasaan yang sama dengan nya.
__ADS_1