Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
30.Pengakuan


__ADS_3

tok tok tok


Sila beranjak dari duduknya dan bergegas menuju pintu tuk membukakan pintu untuk ega agar bisa membangunkan putri mereka yang memang sulit dibangun kan,padahal selama diperjalan ara lebih banyak menghabiskan waktu dengan tertidur.


"sayang bangun dong,masa sudah jauh jauh dan cape cape kesini cuma tidur,setidaknya kita cari makan dulu sambil jalan jalan yuukk"ega membelai wajah sang putri agar terbangun.


dan benar saja setelah beberapa saat ega membelai pipinya ara yang merasa terganggu pun mengerjapkan mata nya.


"ara masih ngantuk ayah....besok aja ya jalan jalan nya,masih cape"


"ga boleh sayang,kita harus makan dulu apalagi kita sudah melewatkan jam makan siang,nanti bisa sakit sayang kalo telat makan."


akhirnya dengan berat hati ara pun bangun dari tidur nya,di antar oleh sila ara pergi membersihkan diri dan bersiap pergi mencari makan bersama kedua orang tua nya.


🌸 🌸 🌸 🌸 🌸


Kini mereka pun tengah berada disebuah restoran seafood tuk mencicipi hidangan hasil laut yang masih segar.


setelah menikmati makan sore mereka pun memutuskan tuk berjalan jalan sebentar ditepi pantai sambil menuggu sunset mucul.


ara berlari lari kesana kemari menikmati air laut yang datang dan pergi kenerpa kaki nya.Ega dan sila duduk dipinggir pantai,memperhatikan gerak lincah putri mereka.

__ADS_1


"apa kamu sudah siap tuk bilang sama ara kalo kamu bunda nya?"tanya ega setelah mereka hanya tinggal berdua karna sang anak sedang bermain pasir yang cukup berjarak dengan mereka.


"insha allah ga,mungkin nanti kita bicara bertiga didalam kamar,ga baik kan kalo diluar,ini masalah pribadi alangkah baiknya dibicarakan ditempat tertutup dan aku akan bicara sama ara nanti sepulang dari sini"jawab sila mantap,sila akan mempasrahkan nasibnya kepada sang pencipta.


apapun nanti keputusan ara sila akan coba menerima nya dengan lapang,sila juga selalu merasa bersalah pada sang bunda yang selama ini tidak bisa memeluk cucu nyq karna mereka selalu mementingkan perasaan sila.


walaupun resikonya selama 5tahun bunda erna hanya bisa memandangi wajah sang cucu lewat foto yang selalu ega kirimkan,itu pun tanpa sepengetahuan sila.


selepas magrib mereka pun kembali kekamar,ega tak langsung kekamar nya melainkan mengikuti sila dan juga ara masuk kekamar sila.


"ara mandi dulu yu sayang,biar nanti kalo ketiduran sudah bersih."ajak sila seraya menggandeng tangan ara membawa nya ke kamar mandi.


ega sengaja tidak beranjakn dari sana menunggu 2bidadari kesayangan nya keluar dari kamar mandi.


ega tersenyum bahagia bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya secara lengkap walaupun belum resmi menjadi sebuah keluarga karna belum adanya ikatan pernikahan antara dirinya dan sila.


"ara duduk disini sayang,ada yang mau ayah bicarakan sama ara"ega menepuk sofa yang masih kosong disamping nya dan ara pun menurut di ikuti oleh sila yang mendudukan dirinya disamping ara bersebrangan dengan ega.


sila tidak dapat menutupi kegugupan dan ketakutan nya tapi sila berusaha tetap tenang agar semua rencana nya lancar.


"eemmm gini,ara masih mau ga ketemu sama bunda"tanya sedikit ragu san hati hati takut sang anak syok yang tiba tiba membahas sang bunda yang tidak menemuinya.

__ADS_1


"bunda...?"


"iya sayang,bunda yang sudah melahirkan ara"ara tak langsung mwnjawab pertanyaan ega,ara terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"tapi ayah,ara takut"


"takut kenapa sayang"kini sila yang memberanikan diri bertanya kepada ara.


"ara takut bunda,ara takut bagaimana kalo nanti setelah bertemu dengan ara,bunda ara masih menolak ara dan malah tambah membenci ara dan juga ayah"


seketika air mata sila jatuh mendengar penuturan dari anaknya,tanpa ragu lagi sila membawa ara kedalam pelukan nya dan tangis nya pecah.


ara yang belum mengetahui siapa sila sebenarnya hanya melongo begitu sila memeluknya dan menangis sejadi jadinya.


"maafkan bunda sayang,maafkan bunda,bunda yang salah,bunda yang seharus nya takut,bunda yang takut disini,bunda takut ara membenci bunda yang sudah tega meninggalkan ara"


"maksud bunda sila apa?"tanya ara masih belum mengerti apa yang sila katakan.


sila pun mengurai pelukan nya,menangkup wajah ara,dengan wajah yang telah dipenuhi air mata sila kembali mengungkapkan siapa sila sebenarnya.


"bunda adalah wanita yang melahirkan ara,bunda adalah bunda kandung ara sayang,maaf,maafkan bunda ya,bunda benar benar minta maaf ara,maafkan bunda"sila terus mengucapkan kata maafnya pada ara,sila benar benar menyesali perbuatan bodohnya selama ini.

__ADS_1


tangan ara terulur menyentuh wajah sila yang basah,ara menghapus air mata sila."kalo bunda sila bundanya ara,kenapa bunda nangis ketemu ara?kenapa selalu minta maaf?"ara pun berhambur ke pelukan sang bunda dan sila membalas pelukan dari putri tercintanya,mendekapnya dengan erat.


__ADS_2