Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
70.Kekecewaan rara


__ADS_3

"wah sweet banget sih,sampai dikawal segala,takut disamber orang sini ya mas?"ucap bu anita menggoda kedua nya


"hehehhe....ibu tau ajah,maklum bu lagi masa kangen kangen nya"sambung indra menimpali godaan bu anita.


"baiklah,nak indra mau stay disini atau mau balik lagi?kalo mau balik lagi istirahat dulu perjalanannya kan lumayan jauh


tapi kalo mau stay disini penginapan untuk laki laki ada disebelah sana?"tanya bu anita sembari memberi arahan untuk tempat tinggal masing masing


bu anita sengaja memisahkan kerna sepengetahuan bu anita rara belum menikah jadi sudah dipastikan kalo rara dan indra tidak boleh satu kamar.


"saya stay disini bu,kebetulan masih masa cuti mau pulang juga cuma diam dirumah ga punya kegiatan yang mengasikan


lebih baik disini siapa tau saya bisa sedikit membantu"ucap indra


"baiklah sekarang lebih baik kalian istirahat satu jam lagi,rara tolong bantu saya diklinik ya saya pamit keklinik duluan"pamit bu anita.


sepeninggalan bu anita rara menatap tajam pada indra dan menarik tangan indra membawa ke arah samping tempat mereka menginap.

__ADS_1


"maksud mas indra apa?kenapa bilang kalo mas calon nya rara?"tanya rara bingung dengan sikap indra yang kelewatan.


"terus kamu mau bilang saya saudara kamu gitu,saudara dari mana?mau bilang juga kalo saya supir kamu?


enak aja,susah payah saya dapat posisi asisten direktur terus mau kamu anggap supir gitu?"tanya indra sedikit kesal dengan rara.


"bukan begitu mas,terus apa yang harus rara lakukan kalo mas seperti ini terus?"ucap rara menundukan kepala nya


rara sudah merasa frustasi dengan sikap indra akhir akhir ini,rara berusaha mati matian menekan kan perasaan nya pada indra


tapi indra tak memberikan nya ruang sedikit pun,keegoisan indra membuat rara sedikit kecewa.


rara bingung setelah ini harus dengan cara apa agar bisa melupakan perasaan nya terhadap indra


melihat rara menangis indra jadi merasa bersalah,jujur indra pun bingung dengan dirinya sendiri


indra tidak merasa punya perasaan apapun pada rara tapi setiap melihat rara dekat dengan lawan jenis indra tak bisa menahan emosi dan juga rasa kesal nya

__ADS_1


indra menarik rara kedalam pelukan nya dan mengusap punggung rara lembut tuk memberi kan rara ketenangan


"kenapa menangis?apa aku menyakiti kamu?"tanya indra masih mendekap tubuh mungil rara


"kenapa mas lakukan ini?mas menyuruh rara melupakan mas,tapi mas kenapa seperti ini?"tanya rara mencengkram kuat kemeja indra disisi pinggang nya


"kenapa?apa tidak ada kesempatan buat mas dekat dengan mu?apa sudah ada yang menggantikan aku"


rara tak menjawab rasa kesal masih menyelimuti dirinya,rara hanya mampu menggelengkan kepalanya


sebagai jawaban dari pertanyaan indra


"kalo belum ada pengganti kenapa tidak mau memberi mas kesempatan?mas tau mas belum bisa menjanjikan


apa apa tapi kita bisa kan memulai dengan dekat satu sama lain dulu,apa kamu mau memberi mas kesempatan itu?"


rara mendongakan kepala nya,memberanikan diri menatap indra sehingga netra mereka pun saling bertemu

__ADS_1


"maksud mas apa?"tanya rara yang masih dalam dekapan indra


"beri mas kesempatan buat dekat dengan kamu ra,bolehkah seorang indra hendrawan mencoba penjajakan dengan dokter amara klaudia?"tanya indra sambari mempererat pelukan nya pada tubuh rara.


__ADS_2