
Satu jam berlalu dan kini ega maupun sila ataupun ega telah dalam perjalanan pulang kembali kekediaman nya.
sepeninggalan ega dan juga sila,kondisi tasya kini telah mulai membaik,dia mulai menerima perawatan dan memutuskan kembali keluar negri memulai kehidupan baru disana.
didalam mobil dalam perjalan pulang ega maupun sila membisu,tak ada percakapan diantara mereka.
mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing,ega masih anteng dengan pikiran nya memikirkan tentang sikap nya yang aman yang membuat tasya salah paham dan salah mengira.
dia merasa selama ini sikapnya tidak ada yang berlebihan baik kepada tasya,putri bahakan sila sekalipun tak ada perlakuan khusus dari nya.
tapi kembali lagi,itu lah cinta tak peduli sang pria jahat sekalipun kala cinta datang pada mereka semua akan terlihat baik.
Dan sila sendiri masih anteng dengan pikiran nya yang baru mengetahui kalo ega telah begitu lama menyukainya
dan itu menimbulkan rasa yang amat sangat bahagia sehingga tanpa sadar dia senyum senyum sendiri kala mengingat masa masa remaja nya dulu.
"ada apa?kenapa senyum senyum sendiri gitu?ada yang lucu ya sayang?"tanya ega kala mendapati sang istri senyum senyum ga jelas.
"mmm...kita lucu ya mas"ujar sila mengenang masa lalu mereka.
"kita?maksud nya?''ega dibuat bingung oleh sang istri.
__ADS_1
"iya kita,kita sama sama saling sayang dan cinta dari dulu tapi butuh bertahun tahun lamanya tuk kita tuk mwngetahui dan mengungkapkan isi hati kita masing masing"lanjutnya.
"ya itulah takdir sayang,kita tidak akan pernah tau bagaimana kita kedepan nya,kita hanya perlu terus berusaha agar hari esok menjadi lebih baik dari hari ini,
dan semoga ini bisa memperkuat ikatan diantara kita,aku berharap bahwa perpisahan kemarin menjadi pertama dan terakhir kali nya untuk kita terpisah"ujar ega dan meraih satu tangan sila dan menggenggamnya erat.
"aamiin....semoga ya mas"sila mengaminkan dan membalas genggaman tangan ega.
* * * * *
6 Bulan kemudian....
"sayang kamu kenapa?muka kamu pucat?"hari masih masih terlalu pagi buat mereka bangun tapi rasa mual yang bergejolak didalam perut sila begitu mengganggu dan membuat si mpunya perut terpaksa terbangun tuk mengeluarkan semua yang telah dia makan tadi malam.
begitu pun dengan ega,masih banyak waktu yang dia punya tuk mempersiapkan diri tuk menuju tempatnya mencari nafkah,kedati demikian ega harus terbangun lebih awal karna suara muntah sang istri.
"nanti siang kita kedokter ya?kamu pucat sekali sayang"ajak ega khawatir akan kondisi sang istri.
"aku nggak apa apa mas,mungkin kecapean saja dan masuk angin aja,setelah minum obat dan istirahat pasti sembuh"ujar sila menenangkan suaminya yang terlihat begitu khawatir.
"ya sudah kalo gitu aku temanin kamu ya,hari ini biar au ijin tidak ekantor dulu"ujar ega masih sangat khawatir akan kondisi sila.
__ADS_1
"tidak usah mas,kan dirumah ada tina dan mbak sumi,nanti kalo ada apa apa aku kabari mas secepatnya ya,sekarang mending mas siap siap kekantor sekalian tolong antar ara kesekolah,
sepertinya aku tidak masuk dulu,aku ingin istirahat dirumah,badan aku lemes banget soalnya"
"baiklah,masalah ara serahkan padaku ya kamu istirahat saja,untuk ijin biar nanti aku sekalian ijinkan kamu pas antar ara sekolah"
"baiklah mas,terimakasih ya"ujar sila menatap suaminya dengan sendu karna tidak bisa melayani sang suami dalam menyiapkan kebutuhan nya sebelum berangkat kerja.
"nggak apa apa sayang,lebih baik kamu istirahat saja biar cepat sembuh ya"
selang 30menit berlalu ega pun telah rapih dengan stelan jas kerjanya lengkap tas kerja ditangan nya.
"mas berangkat dulu ya,telpon mas kalo kondisi kamu makin buruk,kita kedokter ya"ujar ega pamit kepada istrinya yang terbaring lamah,sebelum beranjak ega menyematkan kecupan sayang didahi sang istri dan beranjak dari kamarnya mninggalkan sila yang tertidur kembali.
"tin nanti kalo ada apa apa sama ibu tolong segera hubungi saya ya,tolong temani ibu sampai saya kembali,ibu lagi kurang sehat"ujar ega pada art nya menitipkan sang istri yang tengah sakit.
"iya baik pak,tenang saja saya akan jaga ibu dengan baik"balas sang art.
"baiklah,terimakasih ya,saya berangkat dulu"ega pun berlalu dari dapur menuju ruang makan tuk membawa ara sang anak berangkat bersama.
Ega pun pergi kekantor setelah sebelumnya kesekolah ara guna mengantar sang anak sekolah dan meminta ijin tuk sila karna tidak bisa mengajar karna sakit.
__ADS_1