Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
74.Calon mantu


__ADS_3

Setelah menepuh perjalanan selama 30 menit mobil indra pun memasuki pekarangan rumah yang lumayan besar dan memiliki halaman yang luas.


indra pun turun terlebih dahulu dan berlari mengitari depan mobil dan membukakan pintu depan terlebih dahulu,tepatnya membukakan pintu tuk rara


dan setelahnya membuka pintu belakang tempat putri dan bu rani berada,ibu segera menggandeng rara dan membawa calon menantunya itu masuk kedalam rumah.


"sayang baru pulang?"terdengar suara bariton seseorang kala semua memasuki rumah dan muncul seorang pria dewasa yang tengah mengendong seorang balita.


"kok kamu ada dirumah sayang?bukan nya masih jam kantor?"tanya putri pada sang suami yang kini telah bersantai dengan kedua anaknya,si sulung ardi dan juga putri cantinya aura.


"mas ijin kerja satengah hari,sedikit kurang enak badan"jawab reza


"mama...."si sulung ardi berlari kearah putri dan memeluk erat tubuh sang mama sambung


"abang tadi pulang dijemput sama siapa?"tanya putri pada putra sulung nya


"dijemput papa"jawab ardi singkat.


"sayang ini siapa?"tanya reza kala mendapati sesosok wanita asing di antara mereka.

__ADS_1


"astaghfirullah....sampai lupa kalo bawa tamu"ucap putri sambil menepuk jidatnya.


"kenalin mas,ini dokter rara yang rawat sila waktu itu dan kebetulan dokter rara ini calon mantu kita mas"kata putri mengerlingkan mata nya.


"nah rara kenalin ini suami kakak,namanya mas reza"


"rara kak..."jawab rara mengulurkan tangan pada reza dan disambut baik oleh reza


"kamu bilang calon mantu maksudnya apa sayang?"tanya reza masih belum konek.


"mas ini makin tua makin lemot aja,ini tuh calon nya indra mas"ucap putri sedikit menggerutu sang suami atas sikap kurang peka nya.


Sontak perbincangan putri dan sang suami membuat rara tersipu malu dan berusaha menyembunyikan wajah nya dibalik tubuh indra.


"sudah dong kak jangan godain rara terus,kasian tuh muka nya sudah kaya kepiting rebus"ucap indra ikut menggoda sang calon pasangan


guyonan indra dan juga putri yang menggoda nya membuat rara salah tingkah dan gemas sendiri dengan indra


sehingga tanpa sadar rara mencubit pinggang indra dengan gemas,"aduh sayang kok nyubit sih?"tanya indra kala merasa ada cubitan kecil dipinggang nya.

__ADS_1


"cieee...sudah berani panggil sayang,sayang jangan lupa isi saldo aku ya,lebihin dekit sepertinya bentar lagi aku belanja seserahan nih"ujar putri tak henti henti nya menggoda rara dan juga indra


"sudah...sudah...jangan godain terus kasian,indra bawa rara istirahat dikamar kamu dulu ajah,nanti setelah siap kita makan bersama ya"ucap bu rani menghentikan aksi putri yang terus menggoda rara.


"baik bu,ayo ra"ajak indra sembari menggandeng tangan rara menuju kamar yang selalu indra gunakan kala menginap dirumah putri


kamar yang terletak dilantai bawah yang berhadapan langsung dengan ruang keluarga itu memiliki luas yang lumayan tuk sebuah kamar.


sesampai nya dikamar rara mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan,tidak ada yang istimewa hanya ruangan kamar ala pria dewasa pada umum nya dan sebuah meja kerja dan lemari buku disamping nya.


indra membiarkan pintu kamar terbuka lebar agar orang luar bisa melihat kegiatan nya didalam kamar.


"ini kamar kamu ya mas?"tanya rara saat masuk kedalam kamar


"iya saat aku menginap disini,aku selalu pakai kamar ini"ucap indra sambil duduk disofa kamarnya


"saat menginap?"tanya rara bingung.


"iya,aku tidak tinggal disini ra,aku tinggal di apartemen cuma sekali kali aku kesini kalo lagi kangen sama ibu aja"

__ADS_1


__ADS_2