Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
75.Tentang rini


__ADS_3

"gimana kamu suka dengan keluarga aku?"tanya indra sembari memeluk rara dari belakang membenamkan wajahnya dipundak rara.


kala rara sedang berdiri didekat jendela memandangi taman belakang lewat jendela kamar indra.


"mas jangan begini,malu nanti ketahuan kak putri sama ibu"ucap rara sembari mencoba melepas pelukan indra.


"nggak apa apa,mereka pasti ngerti kok orang cuma meluk doang,nggak ngapa ngapain"


"tapi mas kita kan belum ada hubungan apa apa,apa baik bila kita seperti ini?"


"kamu ini gimana sih sayang,bukan nya kemarin kita sudah memperjelas semua nya,kenapa masih bilang belum ada hubungan?"


"tapi mas,sebelum aku menerima mas,tolong jelaskan dulu tentang rencana lamaran mas 9 bulan yang lalu dan siapa wanita itu,dia bukan aku kan mas?"


mendapat pertanyaan tentang rini membuat indra melepaskan pelukan nya,indra membalikan tubuh rara sehingga kini mereka saling berhadapan.

__ADS_1


"ayo kita duduk dulu,mas akan cerita semua nya"indra pun menuntun rara menuju sofa dan duduk berdampingan.


indra menggenggam erat tangan rara dan mulai menceritakan tentang rini pada rara


"nama nya rini ra,dia sekertaris pak ega dikantor,aku sudah menyukai dia sejak 3 tahun yang lalu dan setelah dia tidak terikat dengan siapapun aku berniat melamarnya


jujur aku tidak suka dengan hubungan pacaran,aku rasa saat kita mencintai alangkah baiknya kalo kita segera menghalalkan nya


dan aku mencoba ingin melamarnya dengan mendatangi keluarga nya dan meminta ijin orang tua nya


tapi itu malah membuat hubungan ku dan rini menjauh,mungkin salah aku juga karna terlalu mendadak mengajaknya menikah tanpa berpacaran terlebih dahulu


dia selalu menghindar dan tidak pernah mau membahasnya,apa aku salah kalo sekarang aku tidak akan lagi berharap padanya?


aku mungkin belum bisa melupakan nya ra,tapi jujur aku juga tidak bisa jauh dan tidak rela kalo kamu dekat dengan pria lain

__ADS_1


aku tau ini terdengar egois,tapi aku boleh memilihkan?hati dan tubuhku kini lebih nyaman denganmu ra?sungguh aku tak bisa lagi membohongi diriku


kalo aku benar benar nyaman denganmu dan tak ingin jauh lagi,stop,berhenti bersikap acuh terhadapku ra aku benar benar tak sanggup lagi kamu abaikan"ucap indra sendu


indra menundukan kepala nya mencoba menutupi cairan bening yang keluar tanpa permisi,rara yang menyadari tangisan tertahan indra meraih wajah indra


mengatupkan kedua tangan nya dipipi indra dan membawa wajah tampan indra agar menantap dirinya


"kenapa menangis?malu ih sudah dewasa masih cengeng''goda rara kala bertatapan dengan indra.


indra langsung memeluk tubuh mungil rara dan mendekapnya erat


"jangan tinggalkan aku ra,aku mohon bantu aku untuk melepas namanya dan mengganti dengan namamu dihati ku dan juga hidupku ra"gumam indra tepat ditelinga rara


"yang mau ninggalin mas siapa?rara cuma nanya mas,biar kedepan nya tidak akan ada salah paham diantara kita kalo kita saling terbuka di awal"

__ADS_1


"makasih ra,tolong bertahan ya walaupun sekarang namanya masih ada mas harap dengan ada nya kamu mas bisa melupakan nya"


"iya mas,sudah ah nangisnya,malu nanti ketahuan ibu"ucap rara melepas pelukan indra dan mengusap air mata indra dengan tangan mungilnya.


__ADS_2