
6 bulan kemudian...
Tak terasa 6 berlalu dari kepulangan sila dari rumah sakit dan kini perut sila tengah membesar karna kini sila tengah memasuki trimester akhir kehamilan nya.
"mas aku pakai yang mana ya,dua gaun ini bagus banget aku jadi bingung mau pakai yang mana"tanya sila pada suami nya yang kini sedang sibuk memasang dasi karna sang istri masih galau dengan gaun nya.
"kan gaun itu mau dipake 22 nya sayang,yang warna abu abu buat sekarang dan yang pink buat nanti malam sayang"ujar ega yang kini telah rapih dengan stelan jas yang senada dengan gaun sang istri.
kini mereka telah mempersiapkan diri untuk menghadiri akad nikah antara indra hendrawan dan juga amara klaudia.
ya,siang ini tepat nya jam 10 pagi akan di adakan akad nikah antara indra dan juga rara dan jam 7 malam nanti acara resepsi yang akan digelar disebuah hotel berbintang dan semua kemewahan dan kemegahan acara bahagia antara indra dan juga rara dipasilitasi oleh sang big bos yaitu ega.
* * * * *
"kamu sudah siap dek?"tanya sang kakak pada adik satu satu nya itu setelah mengetuk dan memasuki kamar sang adik.
ada perasaan heran kala menatap wajah sang adik yang memancarkan kesedihan tidak seperti mempelai lelaki lain nya yang memancarkan kabahagiaan.
"ada apa?apa kamu masih ragu dengan rara?kalo masih belum bisa move on kenapa nekad menikahi nya"tanya putri setelah duduk dipinggir ranjang tepat disamping indra.
__ADS_1
indra terduduk lesu menundukan kepala nya menatap sebuah foto lama rini yang masih tersimpan diponsel nya.
"apa keputusan ini benar kak?apa aku akan mencintai rara seperti aku mencintai rini?"ujar indra yang tengah galau menjelang pernikahan nya.
"kakak gatau,tapi kakak yakin kalo rara tidak akan menyia nyia kan kamu seperti rini"
"kakak tau,kamu sudah terlalu lama mencintai dia dan sulit tuk melepaskan nya,tapi kakak yakin kalo dihati kamu juga sudah tertulis nama amara klaudia hanya saja masih butuh waktu dan proses tuk menghilangka nama rini dan digantikan dengan nama amara,
bsrusahalah mencintai nya dek,mau sampai kapan kamu manunggu rini,bahkan terhitung dari kamu bilang ke kakak dan ibu akan melamar seseorang itu susah satu tahun berlalu dek"
"tapi kemarin dia mengirim pesan padaku kak,dia bilang dia mau menerima aku asal aku membatalkan pernikahan ini"ungkap indra menundukan kepala nya lagi
"sebaiknya kamu siap siap,kita akan pergi kerumah rara sebentar lagi,ingat indra hendrawan kamu yang meminta pernikahan ini dan kakak harap semua berjalan seperti rencana semula"ujar putri menekan nada suara nya menahan emosi yang menyelimuti nya.
putri pun beranjak dari duduk nya dan bergegas keluar kamar sang adik dengan dadak yang bergemuruh menahan kemarahan nya kepada sang adik.
selang 30 menit berlalu kini keluaga indra dan juga rombongan lain yang ikut mengatar tiba dikediaman sederhana rara yang telah didekor dengan begitu indah san juga cantik.
prosesi penyambutan sang mempelai pria pun berjalan lancar walaupun dengan wakil tak mengurangi kehikmatan acara.
__ADS_1
amara merupakan anak yatim piatu yang tumbuh disebuah panti asuhan dan ini merupakan rumah yang dia beli dari hasil kerja kerasnya menjadi seorang dokter kandungan.
dengan langkah berat indra melangkahkan kakinya dan duduk dikursi tepat didepan sang penghulu yang akan membantu nya mengikrarkan janji suci antara dirinya dan juga rara.
setelah indra duduk tak lama rara pun dibawa keluar dari kamarnya dan ikut duduk disamping indra yang telah siap melakukan ijab kabul nya.
"sudah siap?"tanya sang penghulu kepada indra,tapi bukan nya menjawab indra malah menundukan kepala nya menunjukan keraguan untuk melanjutkan.
rara menyadari kerguan indra dan meminta ijin untuk bicara sejenak bersama indra.
"bisa ditunggu sebentar pak,saya perlu bicara sebentar dengan mempelai pria nya"ujar rara meninta ijin kepada penghulu untuk bsrbicara sebentar dengan indra.
"iya silahkan mbak,tapi saya cuma punya waktu 30menit karna saya harus melanjukan tugas ketempat lain"kata pak penghulu memberi sedikit ruang kepada calon pengantin nya.
Rara pun membawa indra menuju kehalaman belakang dan menuntun calon suami nya duduk dibangku taman belakang rumah.
"mas kenapa?apa pernikahan nya kita batalkan saja?"indra mendongakan kepala nya mendengar penuturan rara yang langsung ke inti masalah nya.
"kamu...."indra tak dapat melanjutkan kata kata nya kala menatap mata indah rara yang kini dipenuhi dengan cairan bening yang tertahan.
__ADS_1