Luka Cinta Sila

Luka Cinta Sila
48.Natasya sakit


__ADS_3

Kesibukan dan keributan tengah menyelimuti kediaman ega dan sila yang baru,begitu banyak barang yang dipesan dan dipindah tempat sesuai keinginan sang ratu dirumah baru itu.


"mas aku sudah tulis beberapa barang yang kurang tolong belikan ya,aku masih harus bereskan semua barang ini"pinta sila pada suaminya dan menunjuk semua barang yang tergeletak dilantai dan cukup berantakan.


"kenapa ga pesen online aja sayang?"tanya ega yang merasa sudah cukup lelah tuk melangkahkan kaki nya keluar rumah apalagi tuk berkeliling memilih barang yang sang istri pinta.


"ga bisa mas,barang yang aku tulis itu harus dipilih langsung biar tau bahan dan kwalitas nya"jelas sila.


"ya sudah mana catatan nya?biar aku suruh indra sama rini buat belanja,aku sudah cukup lelah,ga apa apa kan kalo indra dan rini yang belikan semua itu?"tanya nya merasa ga enak menolak ke inginan sang istri tapi apalag daya kala raga tak mendukung.


"ga apa apa kalo mereka ga keberatan,dan tidak mengganggu pekerjaan mereka tentunya"ujar sila


ega pun mulai meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja,dan mulai mencari dan melakukan pangilan telpon dengan indra sang asisten.


dan didering yang ke 2 telpon telah tersambung,"halo,selamat siang pak,ada yang bisa saya bantu?"tanya indra begitu mendapat panggilan dari sang atasan.


"ndra aku sudah kirim list barang yang perlu kamu beli,toplong belikan untuk saya ya,kamu bisa ajak rini kalo merasa kesusahan karna biasa nya wanita paling ngerti masalah belanja barang barang rumah"jelas ega pada indra memberinya perintah.


"baik pak,apa adaa yang lain nya pak?"tanya indra sebelum mengakhiri sambungan telponnya.


setelah mengakhiri sambungan telponya indra pun keluar dari ruang kerja nya bersama ega dan menuju ke tempat rini berada.


"rin ikut saya sebentar ya,saya butuh bantuan kamu"ucap indra saat berada didepan meja kerja rini

__ADS_1


"iya baik pak"rini pun mulai membreskan meja kerjanya dan meraih tas slempang miliknya dan mengikuti langkah indra keluar dari kantor (selanjutnya silahkan baca kembali ep.45 tuk menceritakan tentang rini dan indra kala sedang berbelanja).


* * * * *


Dirumah ega.....


"mas telpon kamu bunyi terus,angkat dulu siapa tau ada yang penting"ujar sila kala terganggu dengan suara hp ega yang tak berhenti berbunyi.


terdapat nomor tak dikenal yang ditampilkan oleh layar benda pipih itu dan sila tak berani tuk mengangkat panggilan yang ada di hp suaminya.


dengan malas ega mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau dan mulai berbicara.


"halo,dengan siapa ini?"tanya ega kepada orang yang menelpon nya


"iya dengan saya sendiri,saya berbicara dengan siapa ya?lalu ada yang bisa saya bantu?"tanya kembali kala mendengar penuturan seseorang itu.


"saya ibu nya natasya nak ega"


"oh iya tante,maaf ega tidak mengenali nomor kontak tante jadi ega tidak tau kalo ini tante susi...apa kabar tante?sudah lama ya kita tidak bertemu?


ngomong ngomong ada apa tante menelpon ega?"


"begini nak...eeeemmmm...boleh tante minta tolong?"ucap mamah natasya sedikit ragu dan terbata bata.

__ADS_1


"iya minta tolong apa tante?"tanya ega pada ibunya natasya


"nak ega bisa datang kerumah tante sebentar?"


"ada apa ya tante?kok tiba tiba,apa ada hal yang penting yang perlu disampaikan?"


"begini tante mau minta tolong nak ega buat bujuk tasya agar mau makan dan meminum obatnya nak...apa kamu bisa?"


"emang kenapa dengan tasya tante?kenapa harus saya yang membujuknya tuk minum obat dan juga makan?"tanya ega bingung dengan permintaan aneh tante susi.


"kamu tau kan kalo tasya sudah lama menyukai bahkan mencintai kamu?"tanya tante susi yang menambah kebingungan dihati ega.


"iya tante saya tau,terus kenapa dengan tasya tante?"


"tasya sakit nak,dia depresi kala tau kamu menikahi sila dan bahkan mempunya anak dari sila"jelas tante sila akan keadaan putrinya saat ini.


ya,tasya mengetahui kalo ega mempunyai anak dengan sila kal me4nghadiri pernikahan ega dan juga sila dan itu menambah rasa sakit dan kecewa yang tak tertahan lagi.


"mohon maaf tante saya tidak bisa membantu,kalo saya sampai datang kesana saya hanya akan melukai tasya lebih dalam lagi tante,


mungkin tuk sementara waktu tante lebih baik membawanya kepsikiater agar kondisi tasya bisa segera pulih tante,


sekali lagi ega minta maaf tante karna tidak bisa lagi membantu tasy lebih dalam lagi,karna itu akan membuat sakit yang lebih parah lagi"

__ADS_1


ucap ega sembari menutup panggilan itu secara sepihak dan kembali melanjutkan aktifitasnya membantu sang istri.


__ADS_2